Mendeteksi Kondisi Kesehatan Tubuh Lewat Warna Feses

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Kita biasanya tidak menjadikan feses sebagai topik pembicaraan sehari-hari, baik itu dengan alasan jorok, pamali, hingga bersangkutan dengan etika di meja makan. Tetapi, meski menjijikan, memuaskan rasa ingin tahu terhadap beberapa pertanyaan penting seputar ritual buang air besar Anda dapat memberikan beberapa wawasan baru mengenai kesehatan pencernaan Anda.

Ada banyak hal yang dapat Anda pelajari tentang kondisi kesehatan Anda hanya dengan mengamati warna dan tekstur dari kotoran Anda, serta frekuensi seberapa seringnya Anda bolak-balik ke kamar mandi. Meski kebanyakan orang mungkin tidak peduli dengan rincian proses buang air besar mereka, buang air besar (BAB) adalah fungsi esensial tubuh yang dapat memberi sinyal jika ada sesuatu yang salah. Perubahan pada ritual buang air besar bisa diakibatkan oleh perubahan pola makan. Namun, juga bisa berarti tubuh sedang bekerja keras melawan suatu infeksi atau menderita suatu kondisi serius.

Mengapa feses berwarna cokelat?

Pup datang dalam berbagai warna. Pada dasarnya, warna feses akan dipengaruhi oleh apa yang Anda makan serta dari jumlah empedu (lendir kuning kehijauan yang mencerna lemak dari hati) dalam feses Anda. Sementara pigmen dari empedu mengalir melalui saluran pencernaan Anda, komponen mereka akan diubah secara kimiawi dengan bantuan enzim, mengubah pigmen empedu menjadi kecokelatan.

Sistem tubuh memiliki pigmen yang disebut bilirubin, yang terbentuk ketika sel-sel darah merah di hati dan sumsum tulang belakang memecahkan diri. Pecahan sel darah merah ini kemudian bermuara di dalam usus di mana bakteri mulai terbentuk dan makan untuk bertahan hidup, sehingga mengubah warna feses menjadi kecokelatan. Saat zat besi dalam darah berinteraksi dengan bilirubin, warna feses berubah menjadi kecokelatan.

Nuansa kecokelatan, bahkan sedikit kehijauan, adalah warna feses yang normal selepas Anda buang air besar. Anda tidak perlu mengkhawatirkan tentang hal ini.

Warna-warna feses dan artinya bagi kesehatan tubuh

Sangat jarang warna feses menunjukkan sesuatu yang berpotensi serius. Kemungkinan terbesarnya, kotoran Anda berwarna sedikit berbeda dari biasanya akibat makanan yang tidak menghabiskan cukup waktu dalam saluran pencernaan Anda — misalnya saat diare, ketika usus Anda bekerja terburu-buru sehingga mencegah bakteri bekerja dengan baik untuk “mewarnai” feses dengan benar. Namun demikian, warna bisa menjadi sinyal peringatan bahaya ketika terjadi perubahan drastis.

Berikut adalah 7 petunjuk dari warna dan penampilan fisik feses yang bisa memberikan Anda gagasan tentang gambaran besar kondisi kesehatan Anda.

Mengambang

Kotoran yang mengambang adalah tanda pencernaan Anda tidak berjalan dengan baik, dan Anda memiliki terlalu banyak udara dalam usus Anda. Hal ini biasa terjadi saat Anda mengonsumsi fast food atau camilan yang berlemak dan tidak bernutrisi.

Hijau

Feses yang berwarna kehijauan dapat disebabkan oleh banyak hal, mulai dari proses pencernaan yang sangat kilat hingga konsumsi dari banyak sayuran hijau (akibat kandungan klorofil) atau makanan yang mengandung pewarna hijau. Pada kasus lain, pup berwarna hijau tua dapat disebabkan oleh sensitivitas terhadap minyak Anise, efek samping dari suplemen zat besi atau obat antibiotik.

Bakteri seperti Salmonella (penyebab umum di balik kasus keracunan makanan), parasit air Giardia, dan norovirus dapat menyebabkan perut Anda membersihkan diri lebih cepat daripada biasanya, yang dapat menyebabkan tinja berwarna kehijauan.

Pucat, terang, atau keabuan seperti tanah liat

Feses yang berwarna pucat atau terlalu muda (seperti abu-abu tanah liat) bisa berarti masalah jika timbul berbeda dari apa yang biasanya Anda lihat. Meskipun jarang terjadi, tinja berwarna pucat keabuan dapat menandakan pembokiran pada aliran empedu atau penyakit hati. Beberapa obat-obatan, seperti penggunaan bismut subsalisilat (Kaopectate, Pepto-bismol) dan obat anti-diare lainnya juga dapat menyebabkan pup berwarna terang.

Meski terdengar aneh, Anda juga bisa memproduksi tinja yang berwarna silver. Warna tidak biasa ini menunjukkan sistem pencernaan yang sangat buruk. Hal ini menunjukkan adanya pemblokiran pada saluran transportasi empedu dan perdarahan pada usus bagian atas. Saat feses berwarna pucat (akibat defisit empedu) bercampur dengan darah, interaksi ini akan mengubah warna feses menjadi silver. Jika Anda menyadari warna silver pada pup Anda, dapatkan bantuan medis segera.

Kuning, berminyak, berbau aneh

Pup berwarna kuning berminyak dan sering diikuti oleh bau menyengat, seperti telur busuk atau amis terjadi ketika banyak lemak dalam kotoran yang belum atau tidak termetabolisme dengan baik. Feses yang memiliki tiga karakteristik ini juga bisa menjadi pertanda penyakit gangguan penyerapan (malabsorpsi) nutrisi, dikenal sebagai penyakit Celiac — segera hubungi dokter jika Anda memperhatikan ada yang berbeda dengan warna pup Anda.

Kadang, feses berwarna kekuningan bisa disebabkan oleh gluten protein, yang terdapat pada roti dan sereal.

Hitam legam, lengket seperti lumpur

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi mengapa pup Anda bisa berwarna hitam. Feses kehitaman bisa menjadi hasil dari konsumsi licorice, atau bir hitam, juga dapat dipicu oleh konsumsi suplemen zat besi atau obat yang mengandung bismut subsalisilat (Kaopectate, Pepto-bismol).

Tetapi, tinja yang berwarna hitam legam diikuti oleh penampilan fisik yang terlihat lengket (seperti tar), dan berbau busuk dapat berarti Anda mengalami perdarahan dalam, sebagai akibat dari maag, tumor, atau kanker, terletak cukup jauh dari rektum untuk memiliki waktu pemulihan yang cukup. Timbul warna ini pada feses Anda merupakan alasan untuk kekhawatiran, dan Anda harus segera mengunjungi dokter.

Merah

Feses yang berwarna merah termasuk sangat umum, dan disebabkan oleh konsumsi buah bit, tomat, cranberry, atau makanan yang mengandung pewarna merah.

Warna merah juga bisa menjadi pertanda adanya darah dalam feses Anda akibat perdarahan dalam pada usus bawah atau benjolan ambeien (wasir). Darah dalam tinja juga bisa menjadi gejala dari potensi bahaya, seperti kanker, yang membutuhkan perhatian medis segera — bahkan jika Anda berpikir perdarahan hanya akibat dari wasir, atau luka kecil pada jaringan anal akibat sembelit atau diare.

Jika Anda berusia 50 tahun ke atas, atau jika Anda memiliki riwayat kanker kolorektal, kolonoskopi mungkin akan direkomendasikan dokter.

Secara umum, darah bukanlah sesuatu yang wajar untuk ditemukan dalam feses Anda, dan Anda harus pastikan bahwa dokter mengetahui kondisi ini, serta seberapa banyak darah yang muncul.

Tanda-tanda peringatan lainnya untuk diperhatikan saat sistem pencernaan Anda bermasalah adalah demam, nyeri perut, atau dehidrasi — salah satu dari faktor ini dapat terkait dengan gangguan perncernaan, baik oleh virus, usus buntu, atau keracunan makanan.

Berlendir

Feses berlendir umum ditemukan saat Anda menderita diare. Lendir adalah cairan lengket berwarna transparan, putih, atau kekuningan seperti jelly, yang diproduksi oleh membran mukus di usus besar. Umumnya, lendir ada untuk melindungi dinding usus dan membantu perjalanan zat sisa makanan atau kotoran agar lebih lancar, namun hal ini bisa menjadi pertanda dari penyakit Crohn. Saat Anda memiliki tumor dalam usus, benjolan ini akan menghasilkan nanah dan lendir. Jika Anda melihat adanya lendir atau nanah yang keluar bersama feses Anda, dan belum pernah terjadi sebelumnya, segera hubungi dokter.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Anemia Defisiensi Besi

    Anemia defisiensi besi adalah anemia yang terjadi akibat tubuh kekurangan zat besi. Ini merupakan jenis anemia yang umum terjadi. Bagaimana mengobatinya?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

    Benarkah Duduk Terlalu Lama Bisa Menyebabkan Ambeien?

    Di antara berbagai penyebab wasir atau ambeien, kelamaan duduk disebut sebagai salah satunya. Benarkah duduk terlalu lama menyebabkan ambeien?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hidup Sehat, Tips Sehat 31 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

    Bagaimana Stres Memicu dan Memperparah Gejala IBS?

    Stres dan cemas ternyata memengaruhi kualitas hidup orang dengan IBS. Bagaimana bisa terjadi dan adakah cara untuk mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Gangguan Pencernaan, Health Centers 6 Juni 2020 . Waktu baca 3 menit

    Kanker Kolorektal (Usus Besar/Kolon dan Rektum)

    Kanker kolorektal (usus besar) merupakan jenis kanker yang cukup umum. Lantas, seperti apa gejala, penyebab, dan pengobatannya? Baca di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kanker Usus Besar, Kanker 13 April 2020 . Waktu baca 10 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Transfusi Darah

    Menyoal Transfusi Darah: Kapan Harus Dilakukan, Manfaat, dan Efek Samping

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 17 November 2020 . Waktu baca 8 menit
    memencet jerawat

    Apakah Aman untuk Memencet Jerawat?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 6 menit
    hemofilia hemophilia

    Hemofilia

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 24 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
    tips menjaga kesehatan gigi dan mulut

    11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit