Shisha Lebih Aman dari Rokok? Berapa Batasan Mengisap Shisha Seharinya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Maraknya larangan merokok, membuat orang beralih mengisap shisha. Selain asapnya yang lebih harum, rasanya juga disebut lebih enak dibandingkan rokok. Namun, benarkah jika efek samping shisha lebih aman daripada rokok?

Kenapa shisha disebut lebih aman dari rokok?

Shisha sebenarnya sama dengan merokok tembakau. Hanya saja, shisha menggunakan pipa panjang yang dilengkapi tabung dan perapian di bagian atasnya untuk pembakaran.

Selain itu, perbedaan lainnya dengan rokok adalah shisha menggunakan perasa tambahan, seperti gula dari buah apel, mangga, stroberi, kopi, dan mint. Ini menjadikan asap shisha lebih beraroma aromatik ketimbang asap rokok yang membuat seseorang batuk-batuk.

Dilansir dari laman British Heart Foundation, banyak orang beranggapan bahwa efek samping shisha jauh lebih aman daripada rokok.

Hal ini disebabkan oleh shisha yang dilengkapi dengan air untuk menghasilkan asapnya. Air itu “katanya” dapat menyerap nikotin hasil pembakaran tembakau. Padahal pendapat ini keliru dan perlu diluruskan.

Meski air dapat menyerap nikotin, jumlah yang diserap tidaklah seluruhnya. Artinya, nikotin tetap akan masuk ke tubuh dan dapat mengakibatkan candu.

Asap pembakaran yang wangi itu juga tetap tetap mengandung tar, karbon monoksida, dan arsenik yang bisa merusak kesehatan.

Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa mengisap shisha bukanlah alternatif untuk berhenti merokok. Keduanya, sama-sama memberikan efek negatif bagi tubuh.

Efek samping shisha yang merusak kesehatan

Sumber: Egyptian Street

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika (CDC) menggunakan tembakau untuk merokok maupun shisha berisiko serius bagi kesehatan. Studi menunjukkan bahwa paparan asap shisha sama beracunnya dengan asap rokok.

Berikut adalah beberapa akibat atau efek samping karena mengisap shisha.

  • Kanker. Asap pembakaran tembakau shisha mengandung zat berbahaya yang bisa menyebabkan kanker paru. Selain itu, tambahan perasa dari shisha juga dapat memicu iritasi mulut dan kanker mulut di kemudian hari.
  • Penyakit jantung. Zat beracun dari asap shisha dapat menyumbat pembuluh darah sehingga menyebabkan penyakit jantung.
  • Masalah pernapasan. Bila asap shisha dihirup ibu hamil, anak yang dilahirkan berisiko tinggi memiliki penyakit pernapasan dan lahir dengan berat badan rendah.

Namun, bagaimana dengan shisha herbal? Apakah efek samping shisha herbal juga berdampak buruk bagi kesehatan?

Shisha herbal memang tidak menggunakan tembakau, melainkan perisa buah atau bahan alami. Meski begitu, proses pembakaran tetap menghasilkan zat beracun, seperti karbon monoksida.

Walaupun sedikit, efek buruknya pada kesehatan tetap mungkin terjadi.

Seberapa banyak mengisap shisha yang aman?

Meskipun nikotin pada shisha dapat diserap air, paparan zat berbahaya lainnya dari pembakaran tembakau tetap memberikan efek samping yang membahayakan tubuh.

Apalagi telah dibuktikan bahwa rata-rata satu jam seseorang bisa mengisap shisha sebanyak 200 kali. Sementara, rokok setidaknya 20 kali isapan.

Jumlah asap shisha yang diisap pun diketahui sebanyak 90.000 ml, sedangkan merokok tembakau sebanyak 500 hingga 600 ml. Ini menunjukkan bahwa tidak ada batasan aman untuk mengisap shisha maupun rokok.

Langkah terbaik adalah dengan berhenti menggunakan shisha. Jika Anda sudah tahu efek samping shisha yang buruk, apa masih tetap ingin mengisapnya?

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca