Mana yang Lebih Baik, Shisha Atau Rokok Elektrik (Vape)?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda seorang perokok? Ingin berhenti merokok dengan cara menggantinya dengan produk lain yang mengandung nikotin, seperti shisha atau bahkan rokok elektrik (vape)? Mungkin Anda sering mendengar bahwa shisha dan vape tidak lebih berbahaya daripada rokok biasa. Ya, banyak orang yang beralih dari rokok biasa ke shisha maupun rokok elektrik karena mereka menganggapnya lebih baik daripada rokok biasa. Apakah ini benar? Jika dibandingkan antara shisha dan rokok elektrik, lebih baik yang mana ya?

Apakah lebih baik shisha?

Shisha digunakan dengan cara dihisap, seperti rokok elektrik. Bedanya, shisha membutuhkan pipa dengan ruang asap, cairan shisha, dan selang. Cairan shisha ini mengandung tembakau dengan tawaran berbagai rasa. Untuk menggunakannya, cairan shisha dipanaskan terlebih dahulu dengan menggunakan arang, kemudian asap yang dihasilkan dari pembakaran akan Anda hisap keluar melalui selang karet, Anda hembuskan dan keluarlah asap yang sangat banyak.  Kurang lebih, ini sama saja dengan ketika Anda merokok, di mana Anda membakar lintingan tembakau dalam rokok biasa.

Namun, saat Anda menggunakan shisha, Anda sebenarnya menghirup lebih banyak asap tembakau yang mengandung nikotin. Shisha lebih banyak menghasilkan asap yang tentunya lebih banyak juga Anda hisap, daripada hanya sebatang rokok atau rokok elektrik yang Anda hisap sendiri. Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), dalam satu jam Anda menghirup shisha, sama saja Anda menghirup asap dari 200 batang rokok biasa. Sedangkan, jumlah asap yang dihirup dalam satu kali shisha adalah sekitar 90.000 ml, dibandingkan dengan rokok biasa yang asapnya Anda hirup sebesar 500-600 ml.

Lagipula, biasanya Anda menikmati shisha bersama dengan teman-teman Anda di ruang yang penuh dengan asap dan dalam waktu lama. Bayangkan semua asap yang ada di ruangan tersebut yang dihasilkan oleh shisha yang Anda dan teman-teman Anda nikmati kemudian Anda hirup dan masuk ke tubuh Anda. Sudah berapa banyak asap yang masuk ke tubuh Anda?

Selain itu, sudah banyak penelitian yang menunjukkan tentang bahaya shisha. Beberapa di antaranya yaitu:

  • Asap dari shisha mengandung zat beracun dalam kadar tinggi, seperti tar, karbon monoksida, logam berat, dan zat karsinogen (penyebab kanker). Arang yang digunakan untuk memanaskan tembakau dapat meningkatkan risiko kesehatan dengan menghasilkan karbon monoksida, logam berat, dan zat karsinogen yang tinggi.
  • Shisha juga dihubungkan dengan kanker paru-paru, kanker mulut, penyakit jantung, dan lainnya.
  • Anda mungkin berpikir bahwa air pada shisha dapat menyaring zat beracun dalam asap tembakau, tapi ternyata anggapan Anda lagi-lagi salah. Air tidak menyaring zat beracun tersebut.
  • Shisha juga dapat menyebabkan ketergantungan nikotin.
  • Pipa shisha bisa menjadi alat untuk penyebaran penyakit menular

Apakah lebih baik rokok elektrik?

Rokok elektrik dan shisha mungkin mempunyai kesamaan, yaitu sama-sama mempunyai rasa yang membuat Anda tertarik untuk mencobanya. Namun, keduanya ternyata berbeda. Rokok elektrik tidak mengalami proses pembakaran tembakau dan tidak membutuhkan arang untuk membakarnya, sedangkan shisha membutuhkan. Selain itu, rokok elektrik juga menghasilkan uap air, bukan asap, yang dihasilkan oleh alat pemanas.

Karena rokok elektrik tidak menggunakan proses pembakaran tembakau seperti pada shisha atau rokok biasa, bisa dikatakan bahwa rokok elektrik lebih aman dibandingkan shisha maupun rokok biasa. Namun, tetap saja penggunaan rokok elektrik tidak benar-benar aman, apalagi dalam jangka panjang.

Uap air yang dihasilkan oleh rokok elektrik mengandung zat-zat, seperti nikotin, yang dapat membahayakan kesehatan Anda. Bahayanya lagi, kandungan nikotin pada suatu produk rokok elektrik bisa berbeda-beda, berkisar antara 0-100 mg/ ml, bahkan terkadang tidak dicantumkan berapa jumlahnya. Semakin tinggi kadar nikotin, tentu semakin membahayakan kesehatan Anda.

Penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan rokok elektrik terbukti dapat merusak jaringan paru-paru. Selain itu, rokok elektrik juga dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan otak pada pengguna yang masih muda. Anak-anak pun dapat mengalami keracunan karena menelan, menghirup, atau menyerap uap air yang dihasilkan rokok elektrik.

Jadi, pilih shisha atau rokok elektrik?

Jika selama ini ada orang yang mengatakan kepada Anda bahwa shisha lebih baik daripada rokok biasa, maka sebenarnya Anda sedang dibohongi. Shisha ternyata bisa lebih buruk daripada rokok biasa dan lebih dapat membahayakan kesehatan Anda. Walaupun Anda tidak sering menggunakan shisha daripada rokok biasa, namun dalam sekali shisha Anda bisa terpapar asap tembakau berkali-kali lipat lebih banyak.

Sedangkan, rokok elektrik mungkin lebih aman dibandingkan shisha atau rokok biasa. Namun, penggunaannya yang terlalu sering juga tidak baik untuk kesehatan Anda, terlebih lagi bagi Anda yang masih muda. Sebenarnya, rokok elektrik diproduksi untuk membantu Anda mengurangi ketergantungan nikotin.

Namun, sebuah penelitian telah membuktikan bahwa shisha dan rokok elektrik sama-sama dapat menyebabkan penyakit jantung. Profesor Joep Perk dari European Society of Cardiology mengatakan bahwa penggunaan produk yang mengandung nikotin, baik pada shisha maupun rokok elektrik, tidak baik untuk kesehatan Anda.

Jadi, sebaiknya berhentilah dari kebiasaan ini jika Anda menyayangi tubuh Anda. Jika Anda ingin berhenti merokok dengan bantuan rokok elektrik, sebaiknya cari alternatif lain yang lebih sehat. Anda bisa berlatih mengurangi kebiasaan merokok Anda dengan bantuan lain, permen atau permen karet misalnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 15 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Menjadi Social Smoker Ternyata Sama Bahayanya dengan Perokok Aktif

Istilah social smoker yaitu sebutan bagi yang hanya merokok saat bersosialisasi. Namun, apa Anda tahu dampak kesehatannya sama saja seperti perokok aktif?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 13 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Daftar Kandungan Berbahaya Dalam Liquid Vape yang Merusak Kesehatan

Kata siapa vape tidak berbahaya dan mengandung bahan yang aman? Agar tidak keliru, ketahui dulu berbagai kandungan dalam liquid vape berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 16 Februari 2020 . Waktu baca 6 menit

Rokok Kretek: Kandungan dan Bahayanya untuk Kesehatan

Rokok kretek adalah rokok asli Indonesia yang tak kalah berbahaya dengan rokok filter biasa. Kenali kandungan dan bahayanya dalam ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 25 Januari 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

klaudikasio adalah

Klaudikasio

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
congestive heart failure (CHF) gagal jantung kongestif adalah

Congestive Heart Failure (CHF)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Leukoplakia

Leukoplakia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

10 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 November 2020 . Waktu baca 12 menit