10 Khasiat Sehat Brokoli: Dari Anti-Kanker Hingga Kesehatan Janin

Oleh

Brokoli merupakan salah satu sayuran hijau dari keluarga tanaman kubis. Brokoli berasal dari Italia dan dikenal sejak abad ke-enam. Hingga saat ini, brokoli terkenal sebagai sumber makanan yang paling sehat karena mengandung berbagai macam nutrisi termasuk kandungan sumber yang hanya dapat diperoleh dari tumbuhan yaitu fitonutrien yang memiliki banyak manfaat kesehatan bagi tubuh.

Nutrisi apa saja yang terkandung di dalam brokoli?

Brokoli kaya akan berbagai nutrisi terutama vitamin dan mineral. Setiap 156 gram brokoli atau setiap satu gelas sajian brokoli dapat memenuhi berbagai kebutuhan jenis nutrisi, di antaranya:

  • Vitamin – Memenuhi kecukupan vitamin C dan K secara keseluruhan (100%),  kebutuhan folat sekitar 42%, vitamin B5, A, B2, B6, E dan kolin sekitar 13-19%, serta vitamin B1 dan B3 sekitar 5-8% dari kebutuhan harian.
  • Mineral – kebutuhan chromium sekitar 53%, fosfor dan mangan sekitar 15%, potassium dan tembaga sekitar 11 -13%, serta magnesium, zinc, zat besi, kalsium dan selenium sekitar 5-8% kebutuhan harian.
  • Makro-nutrien – memenuhi kebutuhan serat sekitar 21%, protein sebanyak 7% dan omega-3 sebanyak 8% dari kebutuhan harian.

Brokoli juga memiliki kandungan nutrisi lainnya dalam jumlah kandungan dan kebutuhan yang bervariasi seperti sulfur, beta-karoten, anti-oksidan, serta berbagai fito-nutrien.

Manfaat brokoli bagi kesehatan tubuh manusia

  1. Sumber makanan anti-kanker – Konsumsi 1-2 gelas brokoli per hari dapat memperbaiki berbagai kerusakan tubuh yang disebabkan oleh kanker. Berbagai kandungan brokoli yang dapat berperan sebagai zat anti kanker adalah berbagai fito-nutrien, vitamin C, A, dan E serta mineral seperti potassium dan selenium. Kandungan nutrisi ini dapat berperan sebagai antioksidan dan membantu metabolisme oksigen dan mencegah inflamasi pada tingkat sel yang merupakan fase awal dari perkembangan kanker.
  • Detoksifikasi tubuh – kandungan  vitamin C yang tinggi dan sulfur dalam brokoli membantu mengurangi racun dalam darah yang menyebabkan gatal-gatal, ruam, gout, artritis, dan rematik.
  • Meningkatkan kesehatan kulit – kandungan vitamin C, vitamin B kompleks dan vitamin E membantu dalam mengganti jaringan kulit yang rusak, sedangkan vitamin A dan K serta folat berfungsi sebagai pencerah kulit. Brokoli juga memiliki berbagai fito-nutrien yang mencegah kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari.
  • Menjaga kesehatan saluran pencernaan – kandungan serat dalam brokoli membantu mencegah dan mengobati sembelit, selain itu magnesium dan berbagai kandungan vitamin dalam brokoli mengurangi keasaman lambung sehingga dapat meningkatkan fungsi penyerapan nutrisi dan mencegah inflamasi pada saluran pencernaan.
  • Memelihara kesehatan mata – kandungan beta-karoten, vitamin A, B, C dan E serta fosfor mencegah kerusakan sel mata dan terjadinya katarak serta membantu dalam memperbaiki kerusakan mata akibat radiasi.
  • Daya tahan tubuh – kandungan vitamin C dan berbagai mineral dan fito-nutrien dari brokoli membantu membangun imunitas tubuh dan mencegah berbagai infeksi.
  • Kesehatan tulang – kandungan kalsium beserta mineral dalam brokoli lebih mudah diserap oleh tubuh dan sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tulang anak-anak serta individu yang rentan terkena osteoporosis.
  • Kehamilan –brokoli mengandung berbagai nutrisi yang diperlukan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil, terutama asam folat yang mencegah kecacatan pada bayi baru lahir.
  • Kesehatan pembuluh darah – kandungan mineral dari brokoli membantu memperlancar aliran darah sehingga dapat mencegah tekanan darah tinggi, selain itu berbagai kandungan nutrisi dalam brokoli juga membantu kerja insulin untuk menyeimbangkan kadar gula darah. Berbagai kandungan vitamin B juga membantu menurunkan risiko aterosklerosis dengan mencegah produksi homosistein berlebih dalam pembuluh darah.
  • Mencegah anemia – konsumsi brokoli secara rutin membantu memenuhi kecukupan zat besi dan omega-3 dalam mencegah anemia. Selain itu kandungan tembaga (copper) membantu fungsi zat besi dalam memproduksi sel darah merah.

Tapi, hati-hati efek samping brokoli

Pada umumnya, brokoli memiliki kandungan yang aman dikonsumsi bagi sebagian besar namun dapat menyebabkan gangguan pada seseorang kondisi tertentu. Konsumsi brokoli berlebih dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti alergi yang terjadi pada individu dengan kelenjar tiroid yang sensitif. Beberapa pengobatan untuk mengencerkan darah pada penderita stroke juga dapat bereaksi dengan konsumsi brokoli sehingga pengobatan dapat menjadi kurang efektif.

Cara menjaga kandungan nutrisi brokoli

Cara penyajian akan mempengaruhi asupan nutrisi dari brokoli, terutama jika seseorang ingin mendapatkan efek untuk mengobati kanker, kandungan brokoli harus dijaga sebaik mungkin. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjaga kandungan nutrisi brokoli:

  • Bersihkan dan celupkan bagian atas brokoli dalam air garam selama 30 menit dan cuci kembali menggunakan air dingin untuk memastikan brokoli terbebas dari pestisida.
  • Memakan brokoli dengan nutrisi paling baik dalam keadaan mentah atau disajikan dalam bentuk hidangan salad.
  • Hindari memasak brokoli terlalu dalam waktu yang terlalu lama. Batas waktu untuk merebus yang dibutuhkan sekitar 20 menit, menggunakan oven microwave sekitar 3 menit, sedangkan memasak brokoli dengan cara menumis paling lama sekitar 5 menit.
  • Memasak brokoli dengan cara direbus dan menggunakan oven dengan suhu tinggi akan menimbulkan kerusakan kandungan nutrisi brokoli.
  • Konsumsilah brokoli selagi segar, penyimpanan di kulkas akan menjaga kesegaran brokoli.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca