Leukoplakia

Leukoplakia

Salah satu penyebab timbulnya bercak putih keabu-abuan pada mulut ialah leukoplakia. Bercak tersebut kerap ditemui pada lidah, gusi, atau lapisan lunak lainnya di dalam mulut.

Lantas, apakah kondisi ini berbahaya? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Apa itu leukoplakia?

Leukoplakia adalah istilah medis untuk menggambarkan kemunculan bercak putih keabu-abuan pada bagian lunak mulut, seperti pipi dalam, bawah lidah, dan gusi.

Selain bercak putih, leukoplakia biasanya terlihat menonjol seperti plak tebal. Meski begitu, plak ini tidak dapat dikikis atau terlepas dari lokasi kemunculannya.

Sebagian besar kasus bercak putih pada mulut tidak bersifat kanker alias jinak. Akan tetapi, dokter biasanya akan menganggap kemunculan bercak ini sebagai pertanda awal kanker mulut.

Oleh sebab itu, dokter akan menilai bercak putih pada lidah berdasarkan ukuran, bentuk, dan keberadaan sel abnormal dalam mulut. Ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat sel kanker.

Apakah leukoplakia selalu berkembang menjadi kanker?

Leukoplakia adalah kelainan rongga mulut yang berpotensi ganas, yang dialami oleh 2,6% populasi dunia. Dari jumlah tersebut, diperkirakan ada 3% hingga 17,5% pengidapnya yang mengalami karsinoma sel skuamosa. Ini merupakan jenis kanker mulut yang paling umum.

Jenis-jenis leukoplakia

gambar leukoplakia
Sumber: Treat MD

Gangguan mulut ini lebih umum terjadi pada pasien berusia 40 hingga 70 tahun. Kejadian pada pasien berusia 20-an relatif lebih rendah.

Selain itu, bercak putih pada mulut umumnya lebih banyak ditemukan pada pasien pria dibandingkan wanita dengan perbandingan sekitar 2:1.

Dikutip dari laman European Association of Oral Medicine, leukoplakia terbagi menjadi dua kelompok utama berikut.

1. Leukoplakia homogen

Bercak yang muncul sebagian besar berwarna putih seperti sariawan biasanya. Warna tersebut merata dengan bentuk permukaan halus, berkerut, atau bergerigi pada seluruh bagiannya.

Pada sejumlah kasus, leukoplakia homogen dapat berkembang menjadi proliferative verrucous leukoplakia (PVL). Penyakit ini terkait dengan sejenis virus herpes yang disebut virus Epstein-Barr.

Hampir semua kasus PVL akan berkembang menjadi kanker. Jenis gangguan ini umumnya memiliki tingkat kekambuhan yang tinggi.

Virus Epstein-Barr juga berisiko menyebabkan leukoplakia berbulut atau oral hairy leukoplakia (OHL). Tak hanya bercak putih, kondisi ini membuat lidah berbulu dan kasar.

Kelompok orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti orang dengan HIV/AIDS, lebih berisiko mengalami leukoplakia berbulu.

2. Leukoplakia nonhomogen

Bercak mungkin warnanya tidak merata, baik putih maupun putih kemerahan. Permukaannya mungkin tampak datar, lebih tinggi dari jaringan sekitar, atau membentuk benjolan.

Leukoplakia nonhomogen tujuh kali lebih berisiko menjadi kanker daripada jenis homogen.

Tanda dan gejala leukoplakia

Lapisan pipi bagian dalam, gusi, dan lidah (khususnya pada bagian bawah) merupakan beberapa area dalam rongga mulut yang sering mengalami leukoplakia.

Seperti yang disinggung sebelumnya, gejala khas dari leukoplakia yakni munculnya bercak atau plak tebal dengan bentuk yang bervariasi.

Ketika leukoplakia hadir dalam mulut, akan muncul gejala-gejala lain, meliputi:

  • plak berwarna putih atau keabu-abuan.
  • plak bertekstur keras, tebal, dengan permukaan yang menonjol,
  • ukuran dan bentuk plak tidak beraturan, dan
  • terkadang permukaan plak terasa berbulu, khususnya pada kasus oral hairy leukoplakia.

Jika leukoplakia mengarah pada gejala kanker mulut, akan muncul bintik kemerahan yang tidak biasa. Maka itu, jangan tunda untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Kapan Anda harus periksa ke dokter?

Dokter menyarankan siapa pun yang mengalami bercak putih di mulut untuk periksa ke rumah sakit. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi komplikasi yang lebih parah, seperti kanker.
Selain gejala di atas, waspadai bila bercak putih disertai rasa sakit saat makan atau bicara, nyeri yang tidak membaik dalam dua minggu, perubahan pada jaringan mulut, dan sakit telinga.

Penyebab dan faktor risiko

benjolan di pipi

Belum diketahui secara pasti apa penyebab bercak putih di mulut. Akan tetapi, adanya iritasi kronis, konsumsi tembakau, dan kebiasaan merokok diduga meningkatkan risikonya.

Selain itu, berikut ini merupakan beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko munculnya bercak putih pada mulut.

  • Cedera berulang yang menimbulkan luka pada bagian dalam pipi, seperti karena tidak sengaja tergigit.
  • Maloklusi yang membuat permukaan gigi bergerigi, tajam, atau tidak rata sehingga bisa melukai permukaan lidah dan gusi.
  • Gigi palsu atau kawat gigi tidak dipasang dalam posisi yang benar.
  • Konsumsi alkohol jangka panjang (alkoholisme).
  • Infeksi jamur Candida albicans di dalam mulut.
  • Kurang menjaga kesehatan mulut dan gigi.
  • Kekurangan asupan vitamin A dan B.
  • Menjalani pengobatan kanker, seperti kemoterapi dan radioterapi.

Sementara untuk oral hairy leukoplakia, penyebab utamanya yakni infeksi virus Epstein-Barr (EBV) yang menetap dalam tubuh seumur hidup setelah seseorang terinfeksi.

Virus ini sebenarnya dalam keadaan tidak aktif. Namun, bila sistem imun melemah, EBV akan aktif kembali dan dapat menyebabkan bercak putih berbulu pada lidah kapan saja.

Diagnosis leukoplakia

Sebelum mendiagnosis bercak putih pada mulut Anda, dokter akan mencari kemungkinan penyebab lainnya. Beberapa contohnya yaitu kebiasaan menggigit pipi, penggunaan gigi palsu, atau lichen planus.

Jika penyebab tidak ditemukan dan bercak putih tidak kunjung hilang dalam 2–4 minggu, dokter akan melakukan biopsi, yakni pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium.

Dalam kasus leukoplakia berbulu, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan HIV/AIDS guna mengetahui risiko dari penyakit yang menyerang sistem imun ini.

Pengobatan leukoplakia

pemeriksaan ke dokter gigi

Perawatan lelukoplakia paling efektif dilakukan saat bercak masih berukuran kecil. Dokter gigi akan menyarankan untuk berhenti merokok dan minum alkohol, serta merawat mulut dengan baik.

Sembari melakukannya, selalu perhatikan perubahan pada area gigi dan mulut. Jika kondisi ini tidak kunjung membaik, segera periksakan kembali dengan dokter Anda.

Jika plak pada lidah dicurigai sebagai tanda awal kanker mulut, perawatan akan melibatkan penggunaan pisau bedah atau laser untuk menghancurkan jaringan tersebut.

Sementara pada kasus leukoplakia berbulu, dokter Anda akan meresepkan obat antivirus untuk menghentikan pertumbuhan plak.

Salep topikal dengan kandungan asam retinoat juga dapat diresepkan untuk mengecilkan plak.

Setelahnya, dokter biasanya meminta Anda untuk kontrol rutin. Dokter akan terus memantau perkembangan Anda dan menyarakan pengobatan lanjutan bila diperlukan.

Pencegahan leukoplakia

Salah satu cara termudah untuk mencegah leukoplakia ialah menjaga kebersihan gigi dan mulut melalui langkah-langkah berikut.

  • Melakukan perawatan gigi dan mulut rutin setiap hari, termasuk menyikat gigi, memakai benang gigi, dan menggunakan obat kumur.
  • Menjalani diet sehat dan bergizi seimbang, sekaligus menghindari makanan atau minuman manis dan asam yang tidak baik untuk kesehatan gigi.
  • Menyesuaikan gigi palsu atau kawat gigi dengan dokter bila pemasangan kurang pas.
  • Memeriksakan gigi ke dokter gigi secara rutin setiap enam bulan sekali.
  • Berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar kondisi ini, jangan ragu konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik.

Kesimpulan

  • Leukoplakia adalah bercak putih atau keabu-abuan yang muncul pada mulut.
  • Kondisi ini umumnya muncul sebagai reaksi terhadap iritasi, seperti akibat kebiasaan merokok, minum alkohol, atau luka mulut berkepanjangan.
  • Kemunculan bercak putih ini bisa menjadi tanda awal kanker mulut, sedangkan bercak yang berbulu terkait dengan infeksi virus Epstein-Barr atau HIV.
  • Jika terdapat bercak putih di mulut yang dicurigai sebagai leukoplakia, segera periksakan ke dokter Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Leukoplakia: Causes, symptoms, management & treatment. (2020). Cleveland Clinic. Retrieved November 2, 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17655-leukoplakia

Leukoplakia – Symptoms & causes. (2018). Cleveland Clinic. Retrieved November 2, 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/leukoplakia/symptoms-causes/syc-20354405

Leukoplakia – Diagnosis & treatment. (2018). Cleveland Clinic. Retrieved November 2, 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/leukoplakia/diagnosis-treatment/drc-20354411

What Are Oral Cavity and Oropharyngeal Cancers?. (2021). American Cancer Society. Retrieved November 2, 2022, from https://www.cancer.org/cancer/oral-cavity-and-oropharyngeal-cancer/about/what-is-oral-cavity-cancer.html

Mohammed, F., & Fairozekhan, A. (2022). Oral Leukoplakia. StatPearls Publishing. Retrieved November 2, 2022, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK442013/

Hairy Leukoplakia – European Association of Oral Medicine. (2022). Retrieved 14 November 2022, from https://eaom.eu/education/eaom-handbook/hairy-leukoplakia/?v=b718adec73e0

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 10 hours ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa