home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Jenis Luka di Mulut dan Penyebabnya yang Perlu Anda Waspadai

4 Jenis Luka di Mulut dan Penyebabnya yang Perlu Anda Waspadai

Kesehatan gigi bukan hanya terbatas pada area gigi Anda. Gigi yang sehat tentunya juga harus terhindar dari iritasi atau luka di mulut. Iritasi atau luka di mulut bisa membuat tidak nyaman jika dibiarkan meskipun biasanya bisa sembuh dengan sendirinya dalam satu hingga dua minggu.

Luka di dalam mulut yang lebih terkenal dengan istilah sariawan terdiri dari beberapa jenis berbeda. Kenali jenis-jenisnya sehingga Anda bisa menentukan secara tepat penyebab dan pengobatannya.

Apa itu luka di mulut?

Luka yang terjadi di dalam mulut merupakan penyakit yang umum dan seringkali terjadi pada banyak orang dalam hidup mereka.

Luka dapat muncul di salah satu jaringan lunak mulut Anda, seperti bibir, pipi bagian dalam, gusi, lidah, dan langit-langit mulut. Kondisi ini dapat pula terjadi di kerongkongan Anda.

Sariawan yang lebih dikenal sebagai luka di mulut ini memang merupakan iritasi yang ringan. Tetapi dalam beberapa kasus, kondisi ini juga dapat mengindikasikan adanya kondisi yang lebih serius, seperti kanker mulut atau infeksi virus, seperti herpes simpleks.

Jenis-jenis luka pada mulut

Nyatanya, luka yang pernah terjadi di mulut Anda bukan semata-mata hanya bisa disebut sebagai sariawan. Meskipun memang sariawan menjadi salah satu jenisnya.

Berikut beberapa jenis-jenis luka yang terjadi di mulut:

1. Sariawan

sariawan di mulut

Sariawan merupakan jenis luka yang berkembang di dalam mulut dengan penampakan luka berwarna putih atau abu-abu dan dikelilingi dengan batas berwarna merah. Sariawan merupakan jenis luka yang tidak menular dan bahkan dapat muncul lebih dari satu.

Penyebabnya memang tidak bisa dipastikan. Namun para ahli percaya bahwa masalah sistem kekebalan tubuh adalah salah satu faktornya. Bakteri atau virus juga seringkali jadi pemicu munculnya sariawan. Selain itu, dalam beberapa kasus, trauma pada jaringan lunak mulut juga diklaim bisa menyebabkan sariawan.

Luka sariawan ini biasanya bisa sembuh dengan sendirinya setelah satu hingga dua minggu. Anestesi topikal dan obat kumur antimikroba yang dijual bebas dapat meredakan rasa sakitnya sementara.

Ketika Anda sedang sariawan sebaiknya jauhi makanan panas, pedas, dan asam yang justru dapat mengiritasi luka lebih intens. Jika Anda memutuskan untuk mengunjungi dokter, dokter akan memberikan antibiotik yang dapat mengurangi infeksi sekundernya.

2. Cold sore

herpes mulut cold sore

Jenis luka ini juga dikenal dengan istilah lepuh demam. Cold sore merupakan kondisi lepuh berisi cairan yang sering muncul di sekitar bibir dan kadang muncul pula di bawah hidung atau sekitar dagu.

Cold sore merupakan luka yang disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 dan sifatnya pun bisa menular. Infeksi awal (herpes primer) biasanya disalahartikan sebagai pilek atau flu dan menyebabkan lesi atau area abnormal yang menyakitkan muncul di seluruh mulut. Begitu seseorang terinfeksi herpes primer, virus tetap berada di dalam mulut.

Dikutip dari Mayo Clinic, hingga saat belum ada obat tertentu untuk cold sore. Namun, biasanya luka mulut ini dapat sembuh sendiri dalam satu minggu. Anestesi topikal yang dijual bebas dapat meredakan rasa nyerinya. Dokter gigi juga mungkin akan meresepkan obat antivirus untuk mengurangi jenis infeksinya.

3. Oral thrush

oral thrush

Dikenal juga dengan istilah kandidiasis atau moniliasis. Oral thrush merupakan infeksi jamur yang terjadi pada saat jamur Candida albicans berkembang biak dalam jumlah besar.

Oral thrush merupakan jenis luka di mulut yang umumnya terjadi pada mereka yang menggunakan gigi tiruan. Kondisi ini sering terjadi juga pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah, orang muda, lanjut usia, atau mereka yang lemah karena memiliki penyakit tertentu, seperti diabetes dan leukemia. Anda yang menderita sindrom mulut kering juga diklaim mudah terserang kandidiasis ini.

Candida dapat berkembang setelah pengobatan antibiotik yang dapat menurunkan bakteri normal di dalam mulut. Anda dapat mengontrol kandidiasis dengan lebih fokus kepada usaha pencegahan atau pengendalian kondisi yang menjadi penyebabnya.

Pencegahan dan pengendalian terbaik adalah dengan menjaga kebersihan mulut. Bersihkan pula selalu gigi palsu Anda untuk menghilangkan potensi berkembangnya jamur Candida dan jangan lupa lepaskan sebelum tidur.

Jika penyebabnya adalah mulut kering atau obat tertentu, maka Anda bisa menyembuhkannya dengan menghindari penyebab dari mulut kering Anda dan mengganti resep obat tertentu itu dengan obat yang lebih aman dan sesuai.

4. Leukoplakia

leukoplakia

Leukoplakia merupakan luka di mulut dengan bercak tebal berwarna keputihan yang bisa terbentuk di bagian dalam pipi, gusi, atau lidah. Bercak ini disebabkan oleh pertumbuhan sel yang berlebihan dan umumnya terjadi pada pengguna tembakau atau mereka yang merokok.

Selain itu, dikutip dari American Dental Association, luka yang terjadi dalam jenis leukoplakia dapat terjadi akibat iritasi gigi palsu yang tidak pas atau dari kebiasaan mengunyah bagian dalam pipi.

Dalam beberapa kasus, leukoplakia dikaitkan dengan kanker mulut, sehingga dokter gigi mungkin akan merekomendasikan biopsi jika luka tampak mengancam.

Setelah Anda memutuskan untuk mengunjungi dokter, dokter gigi Anda akan memeriksa lesi atau area abnormal dan hasil biopsi untuk menentukan cara penanganan penyakit ini.

Perawatan akan dimulai dengan menghilangkan faktor-faktor yang turut berkontribusi pada munculnya lesi, seperti berhenti merokok atau mengganti gigi palsu serta dental bridge yang tidak pas pemasangannya.

Apa saja tanda-tanda dan gejala dari luka di mulut?

Hampir pada sebagian kasus luka pada mulut dapat menyebabkan kemerahan dan rasa nyeri, terutama saat minum dan makan. Luka yang terjadi pada mulut juga bisa memberikan sensasi terbakar atau kesemutan tepat di area luka.

Tergantung pada ukuran, tingkat keparahan, dan lokasi, luka mulut dapat betul-betul membuat Anda sulit untuk makan, minum, menelan, berbicara, atau bahkan hanya untuk bernapas.

Beberapa gejala dari luka pada mulut yang bisa terjadi:

  • Luka dengan ukuran diameter lebih dari setengah inci
  • Sering timbul sariawan
  • Ruam
  • Nyeri sendi
  • Demam
  • Diare

Mungkin ada beberapa gejala yang belum disebutkan, konsultasikanlah kepada dokter Anda jika mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas untuk informasi lebih lanjut.

Apa penyebab dari luka pada mulut?

Tentunya suatu kondisi atau penyakit muncul dengan berbagai alasan. Luka pada mulut dapat muncul karena kebiasaan ringan sehari-hari ataupun penyakit serius.

Biasanya, luka yang berkembang di mulut terjadi karena:

  • Kebiasaan menggigit lidah, pipi bagian dalam, dan bibir
  • Mengalami iritasi akibat benda tajam, seperti kawat gigi atau gigi palsu
  • Menyikat gigi terlalu keras atau menggunakan sikat gigi yang kasar dan tidak ramah untuk gigi dan mulut
  • Mengunyah tembakau
  • Memiliki virus herpes simpleks

Terkadang, dalam beberapa kasus, luka di mulut merupakan akibat yang terjadi dari reaksi terhadap hal-hal berikut:

  • Obat bebas atau resep
  • Gingivostomatitis
  • Mononukleosis yang menular
  • Sariawan mulut
  • Penyakit tangan, kaki, dan mulut
  • Radiasi atau kemoterapi
  • Gangguan autoimun
  • Gangguan perdarahan
  • Kanker
  • Penyakit celiac
  • Infeksi bakteri, virus, atau jamur
  • Sistem kekebalan yang lemah karena penyakit AIDS atau setelah transplantasi organ

Jika Anda dapat menemui atau mengetahui dengan tepat penyebab dari luka yang terjadi di bagian mulut Anda, segera hindari penyebabnya dan konsultasikan lebih lanjut ke dokter.

Faktor risiko terjadinya luka di mulut

Di samping penyebab yang berakibat pada berkembangnya luka di mulut, Anda mungkin akan lebih rentan terhadap kondisi ini, jika Anda:

  • Memiliki sistem kekebalan yang lemah karena penyakit atau stres
  • Perubahan hormon
  • Kekurangan vitamin, terutama vitamin folat dan B12
  • Masalah pada usus, seperti penyakit Crohn atau sindrom iritasi usus besar

Perlukah luka mulut didiagnosis?

Sebenarnya, luka mulut dapat segera Anda ketahui tanpa harus memeriksanya secara langsung ke dokter. Namun, diagnosis langsung dengan dokter menjadi saran terbaik jika Anda memiliki:

  • Bercak putih pada luka, sebagai kemungkinan tanda dari leukoplakia atau lichen planus oral
  • Herpes simpleks atau infeksi lain
  • Luka yang tidak kunjung sembuh atau justru memburuk setelah beberapa minggu
  • Memulai minum obat baru atau memulai pengobatan kanker
  • Baru-baru ini Anda menjalani operasi transplantasi

Diagnosis yang dilakukan oleh dokter adalah pemeriksaan mulut, lidah, dan bibir Anda. Jika dokter mencurigai adanya tanda-tanda Anda menderita kanker, dokter akan melakukan biopsi serta menjalankan beberapa tes.

Bagaimana cara pencegahan luka pada mulut?

Memang tidak ada cara mutlak dalam mencegah kondisi ini. Namun tidak ada salahnya untuk mengambil langkah-langkah berikut untuk menghindari terjadinya luka pada mulut Anda.

Beberapa langkah pencegahan yang bisa membantu menghindari kondisi luka di mulut:

  • Mengunyah makanan secara perlahan
  • Hindari makanan dan minuman panas
  • Gunakan jenis sikat gigi yang lembut dan jaga kebersihan gigi secara teratur
  • Mengurangi stres
  • Makan makanan dengan gizi seimbang
  • Mengurangi atau menghilangkan penyebab iritasi makanan, seperti makanan pedas
  • Temui dokter gigi secara rutin
  • Minum suplemen vitamin, terutama vitamin B
  • Minum banyak air putih
  • Berhenti merokok atau menggunakan tembakau
  • Berhenti atau batasi konsumsi alkohol
  • Gunakan pelembab bibir SPF 15, khususnya ketika berada di luar dan di bawah sinar matahari

Bagaimana cara pengobatan luka di mulut?

Luka mulut yang ringan bisa hilang dengan sendirinya selama 10 hingga 14 hari, tetapi bisa pula bertahan hingga enam minggu.

Demi membantu mengurangi rasa sakit atau nyeri yang ditimbulkan, beberapa pengobatan rumahan yang sederhana berikut dapat membantu proses penyembuhannya.

  • Hindari makanan panas, pedas, asin, berbahan jeruk, dan tinggi gula
  • Hindari penggunaan tembakau dan minum alkohol
  • Berkumur dengan air garam
  • Makan es atau makanan dingin lainnya
  • Minum obat pereda nyeri, seperti acetaminophen (Tylenol)
  • Hindari meremas atau mengorek luka
  • Oleskan pasta encer soda kue yang dicampur air
  • Oleskan larutan hidrogen peroksida yang dicampur air

Jangan sungkan pula untuk aktif menanyakan kepada apoteker mengenai obat bebas, pasta, atau obat kumur yang bisa membantu penyembuhan luka di mulut Anda.

Jika Anda memutuskan untuk konsultasi langsung ke dokter, dokter akan meresepkan obat pereda nyeri, obat anti-inflamasi, atau gel steroid. Jika luka disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, dan jamur, dokter mungkin akan menyediakan obat untuk mengobati infeksi yang menjadi penyebabnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Medlineplus.gov. 2020. Mouth Sores: Medlineplus Medical Encyclopedia. [online] Available at: <https://medlineplus.gov/ency/article/003059.htm> [Accessed 18 December 2020].

Mayo Clinic. 2020. Cold Sore – Symptoms And Causes. [online] Available at: <https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cold-sore/symptoms-causes/syc-20371017> [Accessed 18 December 2020].

Mouthhealthy.org. 2020. Mouth Healthy. [online] Available at: <https://www.mouthhealthy.org/en/az-topics/l/leukoplakia> [Accessed 18 December 2020].

Agrawal, A., Singh, A., Verma, R. and Murari, A., 2014. Oral candidiasis: An overview. Journal of Oral and Maxillofacial Pathology, 18(4), p.81.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 19/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x