5 Hal Penyebab Gusi Berwarna Pucat, Perlukah Khawatir?

    5 Hal Penyebab Gusi Berwarna Pucat, Perlukah Khawatir?

    Gusi yang sehat seharusnya memiliki gradasi warna merah muda, tampak sedikit lebih terang di sekitar struktur gigi, dan menjadi lebih gelap di dasar mulut. Apabila warna gusi berubah menjadi pucat, ini mungkin menandakan masalah kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh.

    Apa saja masalah penyebab masalah gusi yang satu ini?

    Berbagai penyebab gusi pucat yang perlu diperhatikan

    Memucatnya warna gusi bisa disebabkan oleh beragam faktor, dari kurangnya asupan zat gizi tertentu hingga masalah kesehatan yang perlu Anda periksakan lebih lanjut. Berikut beberapa kondisi yang dapat mengubah warna gusi.

    1. Anemia

    anemia

    Anemia terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah sehat yang membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh. Ketika satu organ tubuh tidak mendapatkan cukup darah mengandung, warnanya akan memucat. Begitu juga dengan gusi.

    Selain gusi pucat, anemia juga bisa ditandai dengan berbagai gejala lainnya, seperti:

    • rasa lelah berlebihan,
    • kulit pucat atau kekuningan,
    • sakit kepala,
    • pusing atau kepala terasa ringan,
    • tangan dan kaki dingin,
    • denyut jantung tidak teratur, dan
    • napas pendek.

    Anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi, folat, atau vitamin B12. Selain itu, berbagai masalah kesehatan yang juga bisa menjadi penyebab anemia yakni perdarahan yang berlebihan, gangguan hati dan limpa, hipotiroidisme, dan kelainan genetik.

    Konsumsi makanan yang kaya akan zat besi, seperti sayuran berdaun hijau gelap dan daging, bisa membantu mengatasi anemia.

    Namun, untuk lebih jelasnya, sebaiknya periksakan kondisi kesehatan Anda ke dokter. Dokter mungkin juga akan meresepkan obat penambah darah untuk Anda.

    2. Leukoplakia

    Leukoplakia penyebab gusi pucat

    Leukoplakia merupakan bercak putih yang muncul di bagian dalam mulut, termasuk gusi. Biasanya, bintik putih ini membuat gusi terlihat memucat. Tak jarang, bercak putih pada mulut juga bisa bercampur dengan bercak merah yang tidak dapat hilang jika dibersihkan.

    Dokter belum mengetahui secara pasti penyebabnya. Akan tetapi, berbagai faktor yang meningkatkan risiko leukoplakia yakni merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, serta kebersihan mulut dan gigi yang kurang terjaga dengan baik.

    Leukoplakia tidak selalu berbahaya, tetapi kondisi ini juga bisa menjadi pertanda kanker jika gusi yang pucat muncul bersama bercak berwarna merah dan putih sekaligus.

    Oleh karena itu, jangan menganggap sepele perubahan warna pada gusi dan area sekitar mulut. Segera konsultasikan ke dokter untuk mencari tahu penyebabnya.

    3. Menopause

    Saat menopause, tubuh mengalami perubahan hormon yang cukup drastis. Perubahan hormonal ini biasanya dapat menurunkan aliran darah hingga menyebabkan gusi pucat, kering, atau mudah berdarah.

    Menopause juga membuat gusi lebih rentan mengalami infeksi gusi dan komplikasinya. Infeksi gusi yang terjadi selama masa menopause disebut dengan menopause gingivostomatitis.

    Biasanya, kondisi ini dapat diatasi dengan bantuan terapi hormon. Jika gingivostomatitis terjadi akibat jamur, Anda mungkin akan diresepkan krim antijamur oles seperti nistatin atau clotrimazole.

    4. Lichen planus oral

    mengobati nanah pada gusi

    Lichen planus oral merupakan penyakit yang menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan iritasi di dalam mulut. Kondisi ini juga menyebabkan pembentukan bercak berbentuk benang putih yang sedikit timbul dan berkembang di seluruh lapisan lendir gusi.

    Dokter mendiagnosis penyakit ini melalui biopsi, yakni prosedur pengambilan sebagian kecil jaringan dari area yang terserang.

    Lichen planus oral yang erosif biasanya akan menyebabkan luka terbuka yang bisa diobati dengan menggunakan obat kortikosteroid oles atau minum.

    Karena tidak ada pengobatan khusus untuk lichen planus oral, dokter gigi biasanya menyarankan pola hidup sehat demi mengurangi keparahan gejala.

    Mengonsumsi makanan yang sehat, menjaga kebersihan gigi dan mulut, berolahraga secara teratur, hingga berhenti merokok menjadi berbagai kebiasaan yang perlu Anda terapkan setiap harinya.

    5. Kekurangan vitamin K

    Vitamin K merupakan vitamin yang membantu proses pembekuan darah. Jika Anda kekurangan vitamin K, perdarahan yang Anda alami bisa menjadi tak terkendali sehingga mengakibatkan berbagai gejala yang mirip anemia, salah satunya gusi pucat.

    Gejala-gejala yang muncul jika Anda mengalami kekurangan vitamin K antara lain:

    • memar,
    • kulit pucat,
    • muntah,
    • kejang, dan
    • feses berwarna gelap.

    Tubuh selalu memberikan sinyal yang menggambarkan kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan. Oleh karena itu, jangan sepelekan sekecil apa pun petunjuk yang diberikan tubuh, termasuk gusi yang berubah warna menjadi pucat.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Pale gums: Causes, symptoms, treatment, and warning signs. (2022). Retrieved 21 June 2018, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/321914

    Pale Gums: Causes, Treatment, Prevention, and More. (2022). Retrieved 21 June 2018, from https://www.healthline.com/health/pale-gums

    What Your Mouth Says About Your Health. (2022). Retrieved 21 June 2018, from https://www.webmd.com/oral-health/ss/slideshow-teeth-gums

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui Apr 18
    Ditinjau secara medis oleh drg. Farah Nadiya