Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Proses Pasang Kawat Gigi dan Hal Lain yang Perlu Anda Ketahui

    Proses Pasang Kawat Gigi dan Hal Lain yang Perlu Anda Ketahui

    Gigi yang kurang rapi tak hanya membuat wajah jadi kurang menarik, tetapi juga bisa memicu berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut. Nah, behel atau kawat gigi bisa menjadi solusi yang Anda pilih. Berikut ini proses pasang kawat gigi yang penting diketahui.

    Tahapan proses pasang kawat gigi

    Pasang behel atau kawat gigi menjadi salah satu solusi untuk merapikan gigi yang berantakan.

    Gigi berantakan alias maloklusi dapat terjadi ketika kondisi gigi bengkok, berjejal, tumpang tindih, maupun tonggos (overbite).

    Selain berpengaruh pada penampilan, gigi berantakan juga dapat membuat Anda kesulitan berbicara, menggigit, dan mengunyah makanan.

    Untuk mengatasi masalah ini, dokter gigi umumnya menyarankan pasien untuk melakukan proses pasang kawat gigi dengan tahapan seperti berikut.

    1. Konsultasi ke dokter gigi

    rontgen gigi

    Sebelum pasang kawat gigi, Anda harus melakukan konsultasi ke dokter gigi terlebih dahulu.

    Pada kunjungan yang pertama, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada gigi Anda. Dokter biasanya juga melakukan rontgen gigi atau dental X-ray untuk melihat kondisi gigi Anda.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter gigi akan menilai manakah perawatan gigi yang tepat dan berapa lama prosedur akan dilakukan untuk kasus Anda.

    Setelah itu, Anda bisa membuat janji temu berikutnya untuk proses pasang kawat gigi.

    2. Prosedur pemasangan kawat gigi

    Sebelum kawat gigi dipasang, permukaan gigi Anda terlebih dahulu dibersihkan, dihaluskan, dan dikeringkan. Hal ini bertujuan agar kawat gigi dapat melekat dengan baik.

    Sebuah bahan perekat berupa resin komposit yang sewarna dengan gigi akan diletakkan pada permukaan gigi. Setelahnya, dokter akan mempersiapkan kawat gigi Anda.

    Bracket pada kawat gigi juga akan diberikan bahan perekat, lalu dilekatkan pada gigi yang telah ditentukan sebelumnya. Ini berfungsi sebagai “jangkar” bagi kawat gigi.

    Dokter akan membersihkan kelebihan bahan perekat. Lalu, gigi dan kawat gigi disinari dengan cahaya berkekuatan tinggi agar keduanya melekat dan tidak mudah lepas.

    Proses pasang kawat gigi ini umumnya membutuhkan waktu sekitar 20–30 menit, tergantung dari tingkat keparahan kondisi gigi Anda.

    3. Perawatan setelah pasang kawat gigi

    Setelah pemasangan kawat gigi, Anda mungkin akan merasa sedikit nyeri dan tidak nyaman.

    Hal ini disebabkan oleh behel yang menarik gigi Anda dan menimbulkan rasa nyeri, terutama 4–6 jam setelah prosedur selesai.

    Rasa nyeri akan bertahan hingga 3–5 hari dan mulai berkurang beberapa hari setelahnya. Dokter akan memberikan obat pereda nyeri untuk mengatasi kondisi ini.

    Selain itu, Anda juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang lunak agar tidak merasakan nyeri yang berlebihan.

    4. Kontrol rutin

    perawatan gigi ke dokter

    Setelah sekian lama menjalani proses pasang behel, Anda perlu kontrol rutin ke dokter gigi.

    Kawat gigi mungkin menjadi longgar seiring berjalannya waktu. Akibatnya, kawat gigi tidak lagi memiliki kekuatan yang cukup untuk mengubah posisi gigi Anda.

    Kontrol rutin untuk melihat perkembangan gigi dan mengencangkan kawat gigi sebaiknya Anda lakukan setiap 3–10 minggu, tergantung jenis kawat gigi yang digunakan.

    Umumnya, kawat gigi modern punya daya tahan yang lebih baik sehingga tidak memerlukan kontrol rutin yang terlalu sering.

    5. Pelepasan kawat gigi dan perawatan setelahnya

    Setelah dokter gigi memastikan bahwa perawatan telah selesai, kawat gigi akan dilepas.

    Bahan perekat yang telah mengeras secara perlahan akan dipecahkan dengan hati-hati. Sisa resin komposit yang masih melekat pada permukaan gigi juga dibersihkan.

    Dokter juga mengharuskan Anda untuk memakai retainer. Alat ini berfungsi untuk mencegah pergerakan gigi lebih lanjut yang bisa memperparah kondisinya.

    Retainer mungkin harus digunakan untuk waktu yang cukup lama, tergantung dari rencana perawatan dan berapa lama penggunaan kawat gigi Anda.

    Kapan waktu terbaik untuk memasang kawat gigi?

    Umumnya, kawat gigi mulai dipasang saat semua gigi susu anak sudah tanggal. Anda bisa mulai berkonsultasi ke dokter gigi ketika anak berusia tujuh tahun.

    Konsultasi bukanlah agar anak langsung menjalani proses pasang kawat gigi. Ini bertujuan untuk mengetahui masalah gigi sehingga dokter dapat menentukan jenis perawatan yang paling sesuai dan efektif.

    Gigi permanen pada umumnya akan tumbuh sempurna pada usia 8–14 tahun. Pada saat inilah pemasangan behel dapat dilakukan.

    Waktu terbaik untuk pasang behel tergantung tingkat keparahan dan penyebab gigi berantakan.

    Dengan kata lain, sebenarnya tidak ada waktu atau usia pasti untuk memasang behel. Sebagian anak bahkan sudah mulai menggunakan behel pada usia enam tahun.

    Apakah orang dewasa juga bisa memakai behel gigi?

    Orang dewasa dapat memasang dan melakukan perawatan menggunakan kawat gigi dengan berbagai alasan, mulai dari kondisi medis hingga sebagai kosmetik.

    Menurut American Association of Orthodontists, seperti dikutip dari Harvard Health, paling tidak satu dari lima orang menjalani proses pasang kawat gigi saat berusia di atas 18 tahun.

    Namun, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan bila berniat untuk memasang behel.

    • Gigi orang dewas tidak akan tumbuh lagi sehingga sebagian perubahan struktur gigi tidak bisa dicapai tanpa operasi.
    • Proses pembenahan atau perawatan dengan kawat gigi dapat berlangsung lebih lama dibandingkan pada anak-anak. Meski proses pembenahan berbeda-beda bagi setiap orang, rata-rata orang dewasa membutuhkan waktu selama dua tahun.
    • Jika penggunaan behel disertai perawatan gigi lainnya, Anda perlu menemui dokter gigi lebih sering agar tidak terjadi efek samping, seperti penyakit gusi.

    Hal-hal penting lainnya sebelum pasang behel gigi

    cara merawat gigi dikawat

    Pemasangan behel memang bisa menyebabkan rasa tidak nyaman. Namun, metode perawatan gigi ini bisa membantu Anda mengatasi berbagai masalah gigi dan rongga mulut.

    Berikut ini hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum pasang behel gigi.

    1. Rata-rata orang memakai behel selama dua tahun

    Umumnya, orang memakai kawat gigi selama dua tahun. Namun, durasi pemakaian behel bisa berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi gigi Anda.

    Jika Anda mengalami kelainan dentoskeletal, seperti kesulitan mengigit atau gangguan sendi temporomandibular (TMJ), dokter bisa melakukan prosedur bedah mulut terlebih dahulu.

    Operasi berfungsi untuk mengembalikan keseimbangan wajah dan fungsi mulut. Namun, prosedur ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan pemulihannya lebih lama.

    2. Usahakan untuk tidak ganti dokter gigi

    Lamanya durasi penggunaan behel menyebabkan Anda berisiko ganti dokter gigi. Sebelum itu, pertimbangkan dulu untuk rutin kontrol ke dokter gigi yang sama dalam jangka panjang.

    Sebagian besar dokter gigi mungkin tidak terlalu keberatan untuk melanjutkan perawatan yang telah Anda jalani bersama dokter sebelumnya.

    Namun, ada pula dokter gigi yang mewajibkan untuk memulai terapi lagi dari awal. Ini tentu membuat proses pasang behel gigi memakan biaya yang tidak murah.

    3. Behel plastik transparan belum tentu baik

    Banyak pasien, terutama anak-anak dan remaja, menginginkan behel plastik transparan atau Invisalign. Namun, tidak semua pasien dianjurkan memakai jenis behel ini.

    Akan lebih baik bila Anda mengikuti saran dokter gigi daripada memaksakan pakai behel plastik yang transparan.

    Pasalnya, bila dipaksakan, penggunaan Invisalign mungkin jadi tidak maksimal. Anda pun harus kembali ke jenis behel yang sesuai dengan kebutuhan gigi Anda.

    4. Nyeri setelah pasang behel itu wajar

    Rasa sakit saat dan setelah pasang behel gigi mungkin menghantui benak Anda. Bagaimanapun, Anda pasti akan merasa tidak nyaman dengan kawat gigi baru.

    Proses pemasangan behel sendiri dapat menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman. Efek ini terasa akibat tekanan dari kawat untuk memperbaiki atau merapikan gigi Anda.

    Dokter gigi akan memberikan resep obat pereda nyeri untuk membantu mengurangi rasa sakit.

    Rasa sakit dan tidak nyaman ini akan hilang dalam beberapa minggu. Anda pun akan mulai merasa nyaman dengan kawat gigi setelahnya.


    Sering sakit gigi atau punya gigi sensitif?

    Yuk gabung Komunitas Gigi Mulut agar kamu bisa tanya dokter atau berbagi cerita bersama member lainnya.


    health-tool-icon

    Kalkulator BMI (IMT)

    Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Dental braces. Mayo Clinic. Retrieved 4 April 2022, from https://www.mayoclinic.org/braces/img-20007702

    Braces and orthodontics. NHS UK. (2022). Retrieved 4 April 2022, from https://www.nhs.uk/conditions/braces-and-orthodontics/

    The Basics of Braces. Nemours KidsHealth. (2016). Retrieved 4 April 2022, from https://kidshealth.org/en/parents/braces.html

    Are you too old for braces?. Harvard Medical School. (2009). Retrieved 4 April 2022, from https://www.health.harvard.edu/healthbeat/are-you-too-old-for-braces

    Orthodontics at Any Age. Canadian Dental Association. (2022). Retrieved 4 April 2022, from http://www.cda-adc.ca/en/oral_health/procedures/orthodontics/

    Top things to do before you get braces. Orthodontics Australia. (2021). Retrieved 4 April 2022, from https://orthodonticsaustralia.org.au/top-things-to-do-before-get-braces/

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui Jun 27
    Ditinjau secara medis oleh drg. Farah Nadiya