7 Penyebab Langit-Langit Mulut Bengkak, dari Sepele hingga Parah

    7 Penyebab Langit-Langit Mulut Bengkak, dari Sepele hingga Parah

    Sama halnya seperti gusi dan lidah bengkak, langit-langit mulut bisa membengkak sehingga menyulitkan Anda ketika bicara dan mengunyah makanan. Berikut ini merupakan beberapa kondisi dan penyakit yang menjadi penyebabnya.

    Penyebab langit-langit mulut bengkak

    Jika Anda mengamati lebih seksama, langit-langit mulut tersusun dari lempengan tulang pada bagian depannya dan lempengan lunak di bagian belakang.

    Seluruh area langit-langit mulut berfungsi sebagai pembatas antara rongga mulut dan hidung. Saat terjadi masalah pada gigi atau mulut, area ini bisa terkena dampaknya.

    Nah, berikut berbagai kondisi yang dapat menjadi penyebab langit-langit mulut bengkak.

    1. Sariawan

    sariawan langit-langit mulut

    Mungkin Anda lebih sering mengalami sariawan di lidah, bibir, atau gusi. Namun, bukan tidak mungkin sariawan muncul pada area mulut yang tidak biasa, seperti langit-langit mulut.

    Gejala yang dialami pun sama seperti sariawan pada umumnya, yakni berupa luka terbuka disertai rasa sakit, lecet, hingga bengkak di langit mulut.

    Meski akan membuat Anda risih saat makan ataupun berbicara, sariawan biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam hitungan hari.

    2. Trauma atau cedera

    Hobi mengonsumsi makanan dan minuman panas atau makan makanan yang keras bisa menjadi penyebab umum dari timbulnya luka pada mulut.

    Luka tersebut lama-kelamaan akan meradang dan membentuk suatu benjolan yang terasa sakit.

    Pada kasus lainnya, langit-langit mulut bengkak bisa dengan mudah terjadi akibat tusukan benda tajam dari alat makan atau iritasi karena penggunaan gigi palsu.

    Kondisi cedera ini akan mengakibatkan terbentuknya jaringan parut pada langit-langit mulut. Akibatnya, area tersebut menjadi lebih sensitif dan gampang nyeri.

    3. Dehidrasi

    mulut kering

    Meski sering dianggap sepele, kurangnya asupan cairan tubuh ternyata tidak hanya mengakibatkan dehidrasi dan mulut kering.

    Bila tidak segera ditangani, dehidrasi parah dapat menyebabkan masalah lebih lanjut, seperti bengkak pada dinding atau langit mulut.

    Bukan hanya karena kurang minum, dehidrasi juga dapat terjadi akibat konsumsi obat-obatan tertentu, minum alkohol terlalu banyak, atau berkeringat secara berlebihan (hiperhidrosis).

    Dehidrasi bisa membuat kadar elektrolit dalam tubuh menjadi tidak seimbang. Kondisi ini membuat tubuh sangat lemas yang bisa disertai dengan kejang pada otot.

    4. Papiloma skuamosa

    Papiloma skuamosa merupakan jaringan abnormal nonkanker yang bisa terbentuk pada bagian atas mulut. Kondisi ini bisa membuat langit-langit mulut tampak lebih bengkak dari biasanya.

    Umumnya, papiloma skuamosa timbul akibat infeksi HPV di mulut. HPV (human papillomavirus) paling sering menular lewat hubungan seksual, terutama saat seks oral atau berciuman.

    Benjolan ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, deteksi sedini mungkin penting agar Anda bisa mendapatkan penanganan dan mencegah komplikasinya.

    5. Infeksi jamur

    Infeksi jamur di mulut atau kandidiasis oral umumnya ditandai dengan benjolan kemerahan atau putih dalam mulut, tak terkecuali pada langit-langit mulut.

    Kandidiasis paling sering disebabkan oleh jamur dari marga Candida, seperti Candida albicans, Candida glabrata, dan Candida tropicalis.

    Banyak pengidap infeksi jamur mulut tidak segera memeriksakan diri ke dokter. Meski bisa ditangani, kondisi ini sangat mudah menular dan bisa berbahaya bagi sebagian orang.

    Segera hubungi dokter bila Anda mengalami gejala berupa rasa sakit pada mulut, mulut mudah berdarah saat tergores makanan atau sikat gigi, atau kesulitan mengunyah makanan.

    5. Mukokel

    cara menghilangkan mucocele, cara menghilangkan mucocele tanpa operasi

    Mukokel merupakan sejenis kista yang terbentuk pada selaput mulut. Benjolan yang juga disebut kista mukosa ini terbentuk akibat iritasi atau peradangan pada kelenjar ludah.

    Bila diperhatikan baik-baik, mukokel terlihat seperti benjolan yang dipenuhi dengan lendir atau cairan karena berisi air ludah di dalamnya.

    Sebagian besar kasus mukokel muncul karena adanya luka atau cedera ringan. Cedera tersebut pada akhirnya menjadi penyebab langit-langit mulut bengkak.

    Kista mukosa ini umumnya tidak terasa sakit dan akan sembuh sendiri dalam beberapa minggu.

    7. Tumor kelenjar ludah

    Selain kista, tumor juga bisa memengaruhi kelenjar ludah yang berada pada langit-langit mulut.

    Tumor kelenjar ludah biasanya ditandai dengan kemunculan benjolan. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa sakit pada wajah, telinga, dan kepala, serta menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.

    Pada beberapa kasus, tumor bisa bersifat jinak dan tidak menyebar ke bagian lain. Akan tetapi, tumor juga bisa bersifat ganas dan berkembang menjadi kanker kelenjar ludah.

    Kebanyakan kasus langit-langit mulut bengkak tidak memerlukan perawatan medis. Bengkak akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu.

    Namun, sebaiknya segera kunjungi dokter bila rasa sakit tidak hilang setelah Anda minum obat pereda nyeri, bengkak tidak hilang lebih dari seminggu, atau muncul gejala lainnya.

    Dokter akan mendiagnosis melalui pemeriksaan fisik dan tes medis. Jika diperlukan, dokter juga dapat melakukan biopsi untuk memeriksa sampel jaringan mulut di laboratorium.

    Setelah penyebabnya diketahui, dokter akan menentukan jenis perawatan yang tepat berdasarkan kondisi atau penyakit yang Anda alami.

    Kesimpulan

    • Langit-langit mulut bengkak umumnya disebabkan oleh kondisi ringan yang dapat hilang dengan sendirinya, seperti sariawan, trauma, dehidrasi, dan mukokel.
    • Pembengkakan yang serius bisa terjadi akibat infeksi jamur, papiloma skuamosa, tumor, hingga kanker mulut yang perlu penanganan langsung dari dokter.
    • Perawatan untuk dinding mulut yang bengkak meliputi pemberian obat dengan resep, operasi, terapi radiasi (radioterapi), hingga kemoterapi.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

    General Practitioner · Klinik Chika Medika


    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 01/11/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan