home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Seberapa Sering Harus ke Dokter Jika Punya Gigi Sensitif?

Seberapa Sering Harus ke Dokter Jika Punya Gigi Sensitif?

Gangguan kesehatan pada gigi atau mulut bisa menjadi situasi yang sangat menyebalkan. Tak hanya menimbulkan nyeri, biasanya aktivitas jadi terganggu hingga Anda sulit untuk makan dan tidur. Salah satu gangguan yang cukup sering dialami adalah ketika gigi menjadi sensitif. Anda pun jadi ingin segera menemukan cara untuk mengobati gigi sensitif, kan?

Melakukan pemeriksaan dan mendapat pertolongan dari ahlinya atau dokter gigi merupakan cara yang paling efektif. Namun seberapa sering kunjungan ke dokter gigi harus dilakukan?

Kapan dan seberapa sering harus ke dokter untuk atasi gigi sensitif?

dokter gigi

Menjaga kebersihan mulut dan gigi serta rutin melakukan kunjungan ke dokter gigi merupakan modal dasar untuk menghindari gigi sensitif. Hanya saja, sebagian orang kesulitan untuk memenuhi anjuran ini.

Ketika gigi sensitif menimbulkan gejala yang sangat mengganggu, sebenarnya tidak ada salahnya Anda pergi ke dokter untuk mendapat pertolongan.

Berdasarkan Journal of The American Dental Association, dokter dapat membantu mengidentifikasi penyebab dan menyarankan beberapa langkah perawatan. Bergantung pada penyebabnya, salah satu cara yang mungkin akan direkomendasikan dokter untuk mengobati gigi sensitif adalah dengan menganjurkan untuk menggunakan pasta gigi khusus.

Pasta gigi khusus gigi sensitif mengandung senyawa yang dapat membantu mencegah terjadinya iritasi lebih lanjut pada saraf di dalam gigi. Anda akan merasakan manfaatnya setelah beberapa waktu sebelum sensitivitas mulai berkurang.

Sekarang ini pasta gigi sensitif juga aman digunakan secara rutin sebagai pasta gigi harian Anda. Jadi apabila Anda ingin bantu melindungi gigi dan tidak mau merasakan lagi ngilu akibat gigi sensitif, Anda bisa beralih ke pasta gigi khusus gigi sensitif.

Anda mungkin dianjurkan juga untuk berhenti menggunakan jenis obat kumur (mouthwash) yang mengandung senyawa asam terlalu tinggi dan menggantinya dengan kandungan yang lebih bersahabat dengan gigi.

Selain itu, dokter juga dapat melakukan tindakan medis lainnya berdasarkan pengamatan terhadap kondisi gigi Anda. Beberapa di antaranya:

  • Mengaplikasikan fluorida pada area sensitif untuk memperkuat enamel gigi dan mengurangi rasa ngilu.
  • Penambalan, pemasangan crown gigi, inlay gigi, dan beberapa metode lain mungkin dilakukan untuk memperbaiki gigi yang rusak atau untuk menutup area yang menjadi penyebab gigi sensitif.
  • Operasi cangkok gingiva atau gusi mungkin akan direkomendasikan dokter untuk mengganti jaringan yang hilang.
  • Jika ngilu sudah semakin parah dan pengobatan lain tidak efektif lagi, dokter mungkin akan menganjurkan prosedur root canal atau perawatan saluran akar gigi.

Tips untuk mencegah gigi menjadi sensitif atau agar tidak kambuh lagi

menyikat gigi sensitif yang benar mampu mencegah jumlah gigi sensitif bertambah

Gigi sensitif merupakan kondisi yang bisa disebabkan oleh kebiasaan buruk dalam menjaga kesehatan dan kebersihan gigi. Alangkah baiknya Anda selalu memperhatikan kesehatan gigi setiap hari untuk mencegah berbagai risiko gangguan kesehatan termasuk gigi sensitif.

Terdapat beberapa faktor penyebab gigi sensitif. Namun risikonya dapat ditekan dengan mengikuti protokol kebersihan mulut dan gigi yang dianjurkan.

Memang, mencegah selalu lebih baik dibandingkan mengobati karena untuk mengatasi gigi sensitif tidak lah mudah. Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini sebagai langkah pencegahan dan menjadikannya kebiasaan baru, mulai dari sekarang.

  • Menyikat gigi dua kali dalam sehari secara perlahan menggunakan sikat dengan bulu halus dan pasta gigi khusus gigi sensitif, termasuk pasta gigi sensitif yang memiliki kandungan herbal.
  • Perhatikan ukuran dan bentuk sikat gigi juga, pastikan sesuai dengan ukuran dan bentuk mulut agar mudah menjangkau semua area.
  • Mengganti sikat gigi setiap tiga atau empat bulan sekali; atau lebih cepat ketika sudah rusak.
  • Bersihkan ruang antara gigi dengan benang gigi atau dikenal dengan metode flossing.
  • Jadwalkan kunjungan ke dokter gigi secara rutin untuk mendapat perawatan dan pemeriksaan secara profesional

Anda dapat mencoba berbagai langkah perawatan lain untuk mengobati gangguan kesehatan gigi secara mandiri dengan memanfaatkan akurasi sumber informasinya terlebih dulu. Namun, jangan lupa untuk berkonsultasi ke dokter apabila mengalami gangguan kesehatan gigi yang tidak berangsur pulih.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

American Dental Association. (2013). Preventing and treating tooth sensitivity. The Journal of the American Dental Association144(9), 1084. https://doi.org/10.14219/jada.archive.2013.0238

Mayo Clinic. (2019). Treatments for sensitive teeth. Retrieved September 2, 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/expert-answers/sensitive-teeth/faq-20057854

University of Utah Health Hospitals and Clinics. (2017). The Perils of Sensitive Teeth. Retrieved September 2, 2020, from https://healthcare.utah.edu/healthfeed/postings/2017/12/senstive-teeth.php

American Dental Association. (2003). Sensitive Teeth: Cause and Treatment. Retrieved September 2, 2020, from https://www.ada.org/~/media/ADA/Science%20and%20Research/Files/patient_33.pdf?la=en

Foto Penulis
Ditulis oleh Roby Rizki pada 30/09/2020
Ditinjau oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x