home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Resesi Gingiva (Gusi Turun)

Resesi Gingiva (Gusi Turun)
Definisi|Tanda-tanda & gejala|Penyebab|Faktor-faktor risiko|Diagnosis dan pengobatan|Pengobatan di rumah

Definisi

Apa itu resesi gingiva (gusi turun)?

Resesi gingiva adalah suatu kondisi ketika gusi merosot ke bawah dari permukaan gigi, sehingga memperlihatkan permukaan akar gigi dan kemudian dikenal dengan istilah gigi turun. Kondisi ini adalah salah satu gejala dari penyakit gusi (periodontitis).

Gusi turun merupakan konsekuensi serius dari kesehatan mulut yang buruk yang dapat menyebabkan kehilangan gigi. Ada berbagai pengobatan yang tersedia untuk mengatasi penyakit gusi dan mulut ini, bergantung pada tingkat keparahan hilangnya jaringan.

Semakin dini resesi gingiva pada pasien didiagnosis dan diobati, maka semakin baik pula hasilnya.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Resesi gingiva adalah masalah yang umum pada orang dewasa di atas usia 40 tahun. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi pada usia remaja yang berusia sekitar 10 tahun.

Gusi turun dapat diatasi dengan mengurangi faktor risikonya. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala resesi gingiva (gusi turun)?

Tanda-tanda dan gejala umum dari gusi turun, meliputi:

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan pengobatan dini dapat mencegah memburuknya kondisi gusi dan gigi yang diakibatkan resesi gingiva. Konsultasikan dengan dokter sesegera mungkin untuk mencegah kondisi serius ini.

Jika Anda mengalami tanda atau gejala resesi gingiva yang disebutkan di atas atau memiliki pertanyaan apa pun, segera konsultasikan dengan dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Jadi, bisa saja gejala yang Anda alami dengan orang lain berbeda.

Sebaiknya Anda selalu mendiskusikan apa langkah penanganan yang tepat dan terbaik dengan dokter sesuai dengan gejala yang dirasakan.

Penyebab

Apa penyebab resesi gingiva (gusi turun)?

Dikutip dari California Dental Association (CDA), setidaknya tiga dan empat orang dewasa mengalami kondisi gusi turun dan tidak mengalami rasa sakit atau keluhan apapun.

Kebiasaan buruk dalam merawat kebersihan mulut tanpa disadari dapat memperparah kondisi ini. Berikut sejumlah faktor yang dapat menyebabkan gusi turun:

1. Penyakit gusi (periodontitis)

Periodontitis atau penyakit gusi disebabkan adanya infeksi bakteri gusi yang menghancurkan jaringan gusi dan tulang penyokong yang menahan gigi untuk tetap pada tempatnya. Penyakit gusi sebagian besar merupakan penyebab utama dari resesi gingiva.

2. Gen

Sebagian orang bisa jadi lebih rentan terhadap penyakit gusi yang berhubungan dengan gen. Sebuah studi menunjukkan bahwa 30% populasi dapat dengan mudah terkena penyakit gusi, terlepas dari seberapa baik mereka merawat gigi.

3. Menyikat gigi terlalu keras

Melakukan perawatan gigi dengan tidak hati-hati, misalnya menyikat gigi terlalu keras atau dengan cara yang salah dapat menyebabkan enamel pada gigi menipis dan akhirnya menyebabkan gusi turun.

4. Kurang merawat gigi

Menyikat gigi secara tidak tepat, jarang flossing, dan tidak berkumur dengan obat kumur antibakteri dapat mempermudah plak untuk berubah menjadi kalkulus (tartar) alias karang gigi.

Karang gigi yang sudah mengeras ini hanya dapat dihilangkan oleh dokter gigi, salah satunya melalui proses scaling. Membiarkan karang gigi terlalu lama bisa menyebabkan gusi turun.

5. Perubahan hormon

Fluktuasi kadar hormon wanita seumur hidup, seperti pubertas, kehamilan, dan menopause, dapat membuat gusi menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap resesi gingiva.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko resesi gingiva (gusi turun)?

Beberapa kebiasaan dan faktor risiko dari resesi gingiva meliputi:

  • Pengerasan plak yang menumpuk (tartar)
  • Merokok
  • Riwayat keluarga terkait penyakit gusi
  • Diabetes
  • HIV/AIDS
  • Obat-obatan tertentu yang menyebabkan mulut kering.

Kondisi mulut kering (xerostomia) dapat disebabkan kebiasaan merokok atau obat-obatan tertentu, seperti antihistamin, dekongestan, dan obat nyeri otot.

Mulut kering berarti mulut memiliki air liur kurang dari yang seharusnya. Tanpa cukup air liur, jaringan dalam mulut dapat menjadi lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan cedera.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Resesi gingiva dan bentuk penyakit gusi lainnya memerlukan diagnosis oleh dokter gigi. Pemeriksaan fisik dapat mengindikasikan masalah ini.

Probe juga dapat digunakan untuk mengukur kantong gusi. Probe merupakan alat berupa penggaris kecil.

Pemeriksaan penyakit gusi ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Menurut National Institute of Dental and Craniofacial Research, ukuran kantong gusi yang normal berkisar antara 1-3 milimeter. Jika ukurannya lebih besar, maka itu merupakan tanda dari penyakit gusi.

Anda bisa memeriksakan diri ke dokter gigi spesialis gusi dan tulang gigi atau periodontis jika mengalami masalah resesi gingiva. Biasanya, dokter akan menentukan pengobatan terbaik untuk menyelamatkan jaringan gusi dan gigi Anda.

Jika ditemukan adanya infeksi bakteri, Anda mungkin akan diresepkan antibiotik oleh dokter.

Apa saja pengobatan untuk resesi gingiva (gusi turun)?

Resesi gingiva ringan mungkin dapat diobati oleh dokter gigi dengan membersihkan secara mendalam area yang terkena.

Pembersihan mendalam disebut juga dengan scaling gigi dan root planning. Dengan scaling, plak dan tartar yang menumpuk pada gigi dan permukaan akar di bawah garis gusi dihilangkan dengan hati-hati.

Area akar yang terlihat kemudian akan diperhalus untuk membuat bakteri lebih sulit untuk menempel.

Jika tidak bisa diobati dengan pembersihan mendalam dikarenakan banyaknya bagian tulang yang hilang dan kantong gusi yang terlalu dalam, Anda mungkin membutuhkan operasi gusi untuk mengatasi resesi gingiva.

Berikut adalah beberapa prosedur bedah yang dilakukan untuk mengobati resesi gingiva.

1. Pengurangan kedalaman kantong

Dalam prosedur ini, dokter gigi atau periodontis (dokter gusi) akan melipat ke belakang jaringan gusi yang terkena, menghilangkan bakteri berbahaya dari kantong gusi, dan mengamankan jaringan gusi pada tempatnya di atas akar gigi. Dengan begitu kantong akan menghilang atau berkurang ukurannya.

2. Regenerasi

Jika tulang yang menyokong gigi telah hancur akibat resesi gingiva, prosedur untuk menumbuhkan kembali tulang dan jaringan yang hilang mungkin akan dilakukan. Seperti dalam pengurangan kedalaman kantong, dokter gigi akan melipat ke belakang jaringan gusi dan menghilangkan bakteri.

Bahan regeneratif, seperti selaput, jaringan cangkok, atau protein perangsang jaringan dapat digunakan. Bahan ini berfungsi untuk membantu tubuh secara alami menumbuhkan kembali tulang dan jaringan di area tersebut. Setelah bahan regeneratif ditempatkan, jaringan gusi dipasangkan kembali di atas akar gigi.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat dilakukan untuk mengatasi resesi gingiva?

Salah satu cara terbaik mencegah resesi gingiva adalah dengan melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter gigi minimal enam bulan sekali. Meskipun tidak merasakan gejala, dokter gigi bisa mengidentifikasi tanda-tanda awal dari penyakit gusi.

Misalnya karang gigi yang jadi salah satu hal yang bisa menyebabkan gusi turun. Pastikan Anda rutin kontrol ke dokter gigi untuk mencegah masalah ini.

Anda juga dapat mencegah masalah gusi dengan menjalankan kebiasaan baik untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut, di antaranya:

  • Hindari kebiasaan merokok
  • Pastikan asupan makanan sehat dan seimbang
  • Menyikat gigi dengan benar dan rutin, sebaiknya dua kali sehari
  • Lakukan perawatan gigi tambahan, seperti menggunakan obat kumur dan benang gigi (dental floss) untuk menghilangkan bakteri, sisa makanan, plak, dan tartar di sela-sela gigi

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah kepada dokter gigi Anda untuk mendapatkan solusi terbaik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Nidcr.nih.gov. 2020. [online] Available at: <https://www.nidcr.nih.gov/health-info/gum-disease/more-info> [Accessed 4 December 2020].

Cda.org. 2020. [online] Available at: <https://www.cda.org/Portals/0/pdfs/fact_sheets/receding_gums_english.pdf> [Accessed 4 December 2020].

The National Center for Biotechnology Information. 2016. Gingival recession: its causes and types, and the importance of orthodontic treatment. [online] Available at: <https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4944726/> [Accessed 4 December 2020].

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Rena Widyawinata
Tanggal diperbarui 01/01/2021
x