Hidup dengan diabetes? Anda tidak sendiri. Ikut komunitas kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Manfaat Ketan Hitam untuk Diabetes, Bantu Kendalikan Gula Darah

Manfaat Ketan Hitam untuk Diabetes, Bantu Kendalikan Gula Darah

Banyak pasien diabetes (diabetesi) yang mencoba berbagai cara untuk menurunkan gula darah, salah satunya dengan mengonsumsi makanan tertentu. Ketan hitam dipercaya menjadi salah satu makanan yang bermanfaat untuk diabetes tipe 2. Padahal, ketan merupakan kudapan manis yang justru bisa meningkatkan gula darah. Lantas, kenapa konsumsi ketan hitam berkhasiat untuk diabetes?

Benarkah ketan hitam bermanfaat untuk diabetes?

Khasiat ketan hitam untuk diabetes melitus berasal dari kandungan nutrisi pada bahan dasarnya yang tidak lain adalah beras hitam.

Beras hitam memang memiliki kandungan serat yang tinggi dibandingkan dengan beras putih.

Dalam 100 gram beras hitam terdapat 20,1 gram serat, jumlah ini 3,5 kali lipat lebih besar dari beras putih.

Selain itu, indeks glikemik beras hitam (42,3) lebih rendah dari beras putih (55).

Hal ini menunjukkan bahwa menyantap nasi hitam tidak berisiko menaikkan gula darah dengan cepat seperti nasi putih.

Menurut studi yang dirilis jurnal Biol Pharm Bull, beras hitam juga mengandung antosianin, yaitu senyawa antioksidan yang bersifat hipoglikemik sehingga bisa menurunkan gula darah.

Akan tetapi, Anda mungkin sulit memperoleh manfaat beras hitam untuk diabetes jika mengonsumsinya dalam bentuk ketan yang manis.

Ketan berasal dari pengolahan beras hitam yang dilengketkan. Dalam pembuatannya, beras biasanya direbus dan ditambahkan gula serta garam guna memunculkan rasa manis yang legit.

Asupan gula yang tinggi tentunya tidak baik untuk menjaga kadar gula darah tetap normal.

Ditambah lagi jika konsumsi makanan manis telah melebihi batas asupan karbohidrat harian.

Para diabetesi bisa mendapatkan keuntungan dari kandungan nutrisi beras hitam jika mengonsumsi ketan yang tidak terlalu manis atau tidak menggunakan gula sama sekali.

Pilihan Beras dan Sumber Karbohidrat Sehat Pengganti Nasi untuk Diabetes

Manfaat ketan hitam untuk diabetes

manfaat ketan hitam

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, beras hitam yang menjadi bahan dasar dari ketan hitam memiliki sejumlah nutrisi untuk membantu mengontrol gula darah pasien diabetes.

Berdasarkan kandungan nutrisinya, berikut adalah manfaat ketan hitam dalam mengatasi diabetes:

1. Mengendalikan gula darah

Kandungan serat dan pati resisten pada ketan hitam dapat memperlambat proses pemecahan karbohidrat pada makanan menjadi glukosa.

Oleh karena itu, konsumsi ketan hitam bisa mencegah kadar gula darah melonjak naik setelah makan. Terlebih, senyawa antosianin pada ketan hitam juga dikethaui bisa menurunkan kadar gula dalam darah.

Riset dalam jurnal Nutrient menunjukkan bahwa senyawa antosianin dapat memperbaiki kondisi resistensi insulin yang menjadi penyebab utama diabetes tipe 2.

Fungsi antosianin ini bisa mengendalikan rata-rata kadar gula darah harian.

Akan tetapi, penelitian pengaruh antosianin dalam regulasi gula darah masih sebatas dilakukan pada hewan atau percobaan di laboratorium.

Untuk memastikan manfaat ketan hitam ini, masih diperlukan penelitian pada manusia dalam skala yang besar.

2. Menjaga berat badan

Selain itu, kandungan serat membuat proses pencernaan ketan hitam di dalam usus menjadi lebih lama. Hal ini dapat memberikan efek kenyang yang lebih panjang.

Dengan begitu, Anda tidak ingin menambah asupan karbohidrat lain yang justru dapat menyebabkan penumpukan gula darah.

Dibandingkan dengan jenis beras lain, beras hitam yang menjadi bahan dasar ketan hitam memiliki kalori yang paling rendah.

Pada pasien diabetes yang mengalami kelebihan berat badan, khasiat ketan hitam ini juga membantu mengurangi asupan kalori yang berlebih.

Alhasil, Anda bisa menurunkan maupun menjaga berat badan agar tetap ideal meski memiliki diabetes.

3. Mencegah komplikasi diabetes

Pasien diabetes berisiko tinggi untuk mengalami beberapa penyakit kronis lainnya, termasuk yang menyerang jantung seperti hipertensi, stroke, dan serangan jantung.

Selain antosianin, ketan hitam mengandung senyawa antioksidan lain yaitu flavonoid. Keduanya dapat berperan dalam menjaga kesehatan jantung.

Antosianin dan flaovonoid dapat meningkatkan produksi kolesterol baik (HDL) dan mengurangi jumlah kolesterol jahat (LDL) di dalam darah.

Khasiat khandungan ketan hitam ini bisa membantu melancarkan fungsi sistem kardiovaskular yang mana mencegah risiko komplikasi diabetes pada jantung.

3. Mengurangi risiko diabetes

Bagi Anda yang berisiko tinggi terkena diabetes atau mengalami pradiabetes, ketan hitam bisa menekan risiko terjadinya resistansi insulin yang menjadi penyebab diabetes tipe 2.

Menjadikan ketan hitam sebagai sumber karbohidrat harian bisa mencegah kadar gula naik tidak terkendali, asalkan memang dikonsumsi dalam batas wajar.

Senyawa antosianin dalam ketan hitam juga berperan menangkal serangan radikal bebas yang bisa menyebabkan kerusakan sel.

Kondisi ini bisa mengarah pada kemunculan penyakit kronis, salah satunya diabetes.

Awas, Ini Akibatnya Jika Gula Darah Anda Terlalu Tinggi

Hal yang perlu diperhatikan

Ketan hitam dan santan

Meskipun memiliki potensi manfaat untuk diabetes, jenis ketan yang satu ini lebih tepat digunakan sebagai pengganti nasi putih atau camilan diabetes dibandingkan sebagai obat diabetes.

Sampai saat ini belum ada obat medis atau bahan herbal jenis apapun yang dapat menyembuhkan penyakit diabetes.

Akan tetapi, pasien diabetes tetap bisa mengatasi penyakit ini dengan menjaga kadar gula darah tetap normal dengan pola hidup sehat.

Penting juga mewaspadai bahaya santan yang sering digunakan untuk melengkapi sajian ketan hitam. Pasalnya, konsumsi santan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat di dalam darah.

Menyantap ketan hitam dengan santan justru dapat meningkatkan risiko komplikasi diabetes, seperti penyakit jantung atau stroke.

Untuk konsumsi terbaik, makanlah ketan hitam tanpa menggunakan santan dan lengkapi juga dengan hidangan bernutrisi untuk diabetes lainnya.

Jika ingin mencoba manfaat dari ketan hitam untuk mengatasi diabetes Anda, sebaiknya konsultasikan terlebih dulu dengan dokter spesialis gizi klinis atau penyakit dalam.

Dokter akan membantu menentukan batasan konsumsi yang ideal sesuai dengan asupan karbohidrat harian Anda.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Anda atau keluarga hidup dengan diabetes?

Anda tidak sendiri. Ayo gabung bersama komunitas pasien diabetes dan temukan berbagai cerita bermanfaat dari pasien lainnya. Daftar sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Azzini, E., Giacometti, J., & Russo, G. (2017). Antiobesity Effects of Anthocyanins in Preclinical and Clinical Studies. Oxidative Medicine And Cellular Longevity, 2017, 1-11. https://doi.org/10.1155/2017/2740364

Belwal, T., Nabavi, S. F., Nabavi, S. M., & Habtemariam, S. (2017). Dietary Anthocyanins and Insulin Resistance: When Food Becomes a Medicine. Nutrients9(10), 1111. https://doi.org/10.3390/nu9101111

Kang, H., Lim, W., Lee, J., Ho, J., Lim, E., & Cho, H. (2017). Germinated Waxy Black Rice Ameliorates Hyperglycemia and Dyslipidemia in Streptozotocin-Induced Diabetic Rats. Biological & Pharmaceutical Bulletin, 40(11), 1846-1855. https://doi.org/10.1248/bpb.b17-00239

Nakayama, T., Nagai, Y., Uehara, Y., Nakamura, Y., Ishii, S., Kato, H., & Tanaka, Y. (2017). Eating glutinous brown rice twice a day for 8 weeks improves glycemic control in Japanese patients with diabetes mellitus. Nutrition & diabetes7(5), e273. https://doi.org/10.1038/nutd.2017.26

Deckard, A. (2017). 6 Proven Health Benefits of Anthocyanins – Healthy Focus. Retrieved 18 March 2021, from https://healthyfocus.org/health-benefits-of-anthocyanins/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 20/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.