Benarkah Santan Bikin Tekanan Darah Naik?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda punya tekanan darah tinggi? Orang yang mempunyai tekanan darah tinggi harus mengontrol asupan makannya, terutama yang bergaram karena garam merupakan salah satu penyebab tekanan darah naik. Bagaimana dengan santan? Banyak orang dengan tekanan darah tinggi juga menghindari makanan bersantan. Mereka takut tekanan darah bisa naik setelah makan makanan bersantan. Tapi, apakah hal ini benar?

Kandungan nutrisi dalam santan

Santan terbuat dari perasan daging buah kelapa. Memang, kelapa merupakan salah satu buah yang sangat bermanfaat, sampai-sampai air perasan dagingnya saja bisa dibuat menjadi santan. Santan ini kemudian bisa menjadi salah satu bahan untuk berbagai masakan dan kue, misalnya nasi uduk, opor ayam, rendang, klepon, kue apem, dan masih banyak lagi.

Air perasan kelapa ini terkenal bisa memberi dampak buruk bagi kesehatan. Tapi, apa sih sebenarnya kandungan dari santan? Ini dia.

Protein

Satu gelas air perasan kelapa (sekitar 250 ml) mengandung 5,5 gram protein. Protein ini merupakan kandungan yang baik karena diperlukan tubuh untuk memperbaiki jaringan yang rusak dan membangun jaringan.

Lemak

Lemak yang terkandung dalam air perasan kelapa adalah sebesar 57 gram per satu gelas. Jumlah yang cukup banyak. Ditambah, jenis lemak yang terkandung dalam santan kebanyakan adalah jenis lemak jenuh. Lemak jenuh ini didapat dari kandungan asam laurat dalam minyak kelapa yang ada pada santan.

Natrium dan kalium

Kedua jenis mineral yang sangat berhubungan dengan tekanan darah ini ternyata ada dalam air perasan kelapa. Dalam satu gelas air perasan kelapa, terkandung kalium sebanyak 631 mg. Ini merupakan jumlah yang cukup tinggi. Sedangkan, kandungan natriumnya cukup sedikit, yaitu hanya 36 mg atau kurang dari 2% dari kebutuhan yang direkomendasikan.

Zat besi, zinc, dan folat

Satu gelas air perasan kelapa mengandung 4 mg zat besi, 1,6 mg zink, dan 38 mcg  folat. Jumlah tersebut cukup bisa memenuhi kebutuhan tubuh Anda akan nutrisi tersebut. Di mana, ketiganya merupakan nutrisi penting bagi tubuh.

Apa benar santan bisa bikin tekanan darah naik?

Jika dilihat dari kandungan natrium dalam santan, tampaknya santan tidak bisa menyebabkan tekanan darah naik karena kandungan natriumnya hanya sedikit. Justru, kandungan kalium dalam santan yang tinggi dapat mencegah Anda dari tekanan darah tinggi.

Namun, terlalu banyak mengonsumsi air perasan kelapa juga tidak baik karena kandungan lemaknya yang tinggi. Kandungan lemak yang tinggi dapat membuat asupan lemak dan kalori Anda berlebih, sehingga menyebabkan kenaikan berat badan. Hal ini tentu buruk bagi Anda yang punya hipertensi. Karena, berat badan berlebih merupakan salah satu faktor yang dapat membuat perburukan kondisi pasien hipertensi

Jika memang Anda mempunyai tekanan darah tinggi, Anda mungkin masih bisa mengonsumsi makanan yang mengandung santan. Namun, perhatikan jumlahnya. Jangan terlalu banyak!

Bagaimana dengan kolesterol?

Air perasan kelapa tampaknya tidak menyebabkan kadar kolesterol jahat Anda naik. Walaupun air perasan kelapa mengandung lemak jenuh yang tinggi, namun jenis asam lemak jenuh ini berbeda dari yang biasa ditemukan dalam produk hewani.

Asam lemak jenuh ini berbentuk asam laurat, di mana asam laurat akan diubah oleh tubuh menjadi monolaurin yang dapat bertindak sebagai antivirus dan antibakteri dalam tubuh. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition pun telah membuktikan bahwa asam laurat bermanfaat dalam meningkatkan kadar kolesterol baik dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perlukah Melakukan Medical Check Up secara Rutin?

Medical check up dapat membantu Anda mengetahui kondisi kesehatan yang dimiliki. Tes pemeriksaan apa saja yang biasa dilakukan dalam medical check up?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan, Tes Kesehatan 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kolesterol Ldl

Kolesterol LDL tinggi adalah kondisi ketika kolesterol "jahat" menumpuk pada dinding arteri, membuat keras dan sempit. Bagaimana menanganinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Jantung 2 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Eklampsia, Komplikasi Penyakit Preeklampsia yang Tidak Ditangani

Eklampsia adalah komplikasi dari preeklampsia. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta cara mencegah eklampsia di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 2 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

7 Minuman Penurun Kolesterol yang Baik untuk Kesehatan dan Nikmat Dikonsumsi

Ternyata tidak hanya makanan yang dapat menjadi penurun kolesterol, tapi minuman juga. Yuk, simak berbagai minuman sehat yang dapat menurunkan kolesterol.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung 31 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat kelapa untuk diet

Panduan Menjalankan Diet Kelapa untuk Menurunkan Berat Badan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
tekanan darah naik turun

Penyebab Tekanan Darah Naik Turun: Ketahui yang Normal dan yang Mengkhawatirkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat infeksi jamur

Seberapa Efektif Minyak Kelapa untuk Mengobati Infeksi Jamur Kulit?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
perbedaan mentega dan margarin

Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit