Sakau
Sakauw, sering susah tdr badan serasa gregetan saat mah tdr
Punya pertanyaan seputar kesehatan?
Tanya dokter secara gratis
Posting berbagi
Diskusi Menarik
Terbaru
Populer
Usia saya 25th. Saya terkadang merasakan sedih berlebihan, merasa saya yang paling sengsara, sedih, susah atau sejenisnya. Saya juga sering memendam semua perasaan saya dri dulu sampai saat ini, terkadang saya juga tidak bisa mengontrol emosi saya, saat ini saya merasakan marah, sedih, dan perasaan yg serupa lalu ketika saya seperti ini saya biasanya akan teriak² atau memukul benda di dekat saya dengan keras agar menimbulkan suara dan membuat saya sedikit lega, saya juga terkadang sering berpikir ingin melukai atau menyiksa seseorang sampai saya merasa puas dan orang tersebut memohon kepada saya untuk diakhiri hidupnya. Saya juga merasa bahwa saya dimanfaatkan oleh calon suami saya, saya juga merasa ingin mengakhiri hidup saya di depan mata calon suami saya agar dia merasakan kehilangan di depan matanya agar dia yg saya tinggalkan bukan saya yg ditinggalkan agar dia merasakan kehilangan saya. Saya tidak tau ini apa sebetulnya. Bnyak yg ingin saya katakan tapi saya rasa tidak cukup,
... Lihat LainnyaHalo dok! Saya adalah seorang mahasiswi. Dulu sebelum memasuki perkuliahan saya ada jeda sekitar 5 bulan dan mencoba untuk mengimplementasikan skill english saya. Seseorang merekomendasikan anonimous app gitu ternyata itu adalah dating app. Fyi saja itu app bisa berinteraksi dengan bahasa atau juga english. Namun, ternyata setelah saya menggunakan saya tidak interact denga orang ln tapi interaksi dengan orang indo. Pernah sampai move di line tapi setelah perkuliahan aktif saya delete itu app. Not my expected, saya install lagi waktu di akhir semester 1 dan siklus nya download delete download delete sampai semester 5, download ketika stres atau sedang perlu validasi dan delete saat sadar kalau itu app isinya orang segapung. Saya sangat terganggu dengan kecanduan ini karena saya lebih memilih main di app ini daripada belajar UTS atau mengerjakan laporan praktikum atau laporan kerja praktik. Saya sadar saya perlu pertolongan. Tapi saya sangat malu untuk bercerita hal ini dengan orang t
... Lihat LainnyaSuami saya didiagnosa psikiaternya f31.2 awal bulan lalu. Setelah sebelumnya, ia menderita anxiety disorder. Setelah enam tahun lalu berhenti mengkonsumsi narkoba. Kecemasannya mulai muncul saat menghadapi beberapa momen pahit dalam hidupnya.
Ia berinisiatif untuk mengatasi kecemasannya empat tahun lalu. Dan mulai mengkonsumsi obat dari psikiater secara rutin selama empat tahun ini.
Namun keadaannya bukan semakin membaik, justru diagnosanya semakin naik menjadi bipolar. Puncaknya dua minggu lalu, ia rawat inap di rumah sakit jiwa, karena sudah mengalami gejala psikosomatik, seperti delusi dan memiliki keinginan untuk menyakiti dirinya sendiri.
Selama dirawat di sana, memang delusi/halusinasinya sudah menghilang, namun depresinya masih terus saja membayang di sepanjang harinya.
Saya sebagai pasangan turut membantu pemulihannya dengan meminimalkan stressor yang bisa mengganggu suami saya.
Saat ini ia sudah keluar dari rumah sakit. Namun fase depresinya b
... Lihat LainnyaI’ve been reading about different approaches to overcoming harmful habits, and one that often comes up is a Nasha Mukti Kendra. These centers focus on creating a supportive environment where individuals can work on their physical, mental, and emotional well-being while moving away from dependency. They usually combine counseling, healthy routines, and community support to encourage long-term recovery.
Has anyone here had experience—directly or indirectly—with how such centers work? What aspects of their approach do you think make the biggest difference in helping someone rebuild their life?

Anda sekarang bisa mulai memposting cerita dan komentar.
Dapatkan saran dari dokter, pakar, dan duta komunitas.
Bagikan pengalaman Anda dengan orang lain yang mungkin membutuhkan.
Terus aktif dan jadilah Duta Komunitas dengan mengumpulkan poin