Hubungan suami istri
Mengapa dokter istri saya kalau di banyak orang saya sebagai suami selalu di rendahkan, dan kurang perhatian. Dan dalam hal sepele juga selalu mengancam untuk cerai.
Punya pertanyaan seputar kesehatan?
Tanya dokter secara gratis
Posting berbagi
Diskusi Menarik
Terbaru
Populer
Hallo dok, sedikit cerita. Saya menjalin hubungan dengan tunangan saya selama 3 tahun dan memutuskan untuk bertunangan. Namun akhirnya pasangan saya ingin berpisah dan sudah tidak bahagia dengan hubungan kami. Setelah bertunangan banyak sekali problem yang kami hadapi dan mengakibatkan kami sering bertengkar. Setelah putus dia memblokir semua akses komunikasi dengan saya. Saya mengetahui kabarnya lewat teman² saya, dan dia lebih bahagia. Sedangkan saya merasa hancur sampai sekarang, saya terkadang tertawa seperti sudah melupakan dia, dan kadang bisa menangis tiba² dan bahkan saya sampai memimpikan dia. Dan jika saya sudah menangis lagi, badan saya mulai gemetar, dada saya sakit dan bahkan tiba² bisa histeris. Apa yang sebenarnya saya alami?
Suami saya didiagnosa psikiaternya f31.2 awal bulan lalu. Setelah sebelumnya, ia menderita anxiety disorder. Setelah enam tahun lalu berhenti mengkonsumsi narkoba. Kecemasannya mulai muncul saat menghadapi beberapa momen pahit dalam hidupnya.
Ia berinisiatif untuk mengatasi kecemasannya empat tahun lalu. Dan mulai mengkonsumsi obat dari psikiater secara rutin selama empat tahun ini.
Namun keadaannya bukan semakin membaik, justru diagnosanya semakin naik menjadi bipolar. Puncaknya dua minggu lalu, ia rawat inap di rumah sakit jiwa, karena sudah mengalami gejala psikosomatik, seperti delusi dan memiliki keinginan untuk menyakiti dirinya sendiri.
Selama dirawat di sana, memang delusi/halusinasinya sudah menghilang, namun depresinya masih terus saja membayang di sepanjang harinya.
Saya sebagai pasangan turut membantu pemulihannya dengan meminimalkan stressor yang bisa mengganggu suami saya.
Saat ini ia sudah keluar dari rumah sakit. Namun fase depresinya b
... Lihat LainnyaMau tanya dok,,, 2 bulan terakhir sy menyadari seperti ada yg berubah dari prilaku dan mental sy. Sy seperti TDK tenang, fikiran buntu (seperti kosong). Sy jadi merasa terganggu pada suara" bising seperti org ramai atau musik. Sy sering gelisah, susah konsentrasi, tdk bergairah melakukan apapun. Sy hanya dikamar sampai dikatakan pemalas. Sehingga ini mengganggu aktivitas sy.
Halo dok, saya ingin bertanya, saat ini hubungan rumah tangga saya adalah pernikahan sirih, dulunya saya janda punya anak 2 , skrg saya sudah menikah siri dan sudah punya anak dengan pernikahan sirih saya 1, skrg umur anak bungsu saya sudah 3 tahun, dan belum memiliki akta kelahiran dsb.. setiap kali anak saya berobat ke puskesmas ditanya nomor nik nya tapi belum punya, saya sangat sedih. Alasannya anak saya tidak bisa buat akta kelahiran karna kami belum menikah KUA. Saya tidak tau saat saya bicara dengan suami saya dia merasa tertekan atau risih setiap saya bertanya kapan nikah KUA/Sidang isbad supaya jelas.. tapi beliau selalu risih saat ditanya seperti itu..Dan juga beliau ini sama saya berbeda daerah dan itu selalu jadi alasannya harus pindah jiwa dulu. Tapi dia masih ragu untuk pindah jiwa ke daerah saya .. bagaimana pendapatnya ya dok dengan masalah saya ini ?
Saya merasa ingin selalu mengakhiri hidup saya ini.
Karna saya sangat merasa sudah tidak dihargai sekali sebagai suami, semenjak saya sudah tidak bekerja lagi.
Saya ingin bercerai, namu selalu terbayang dipikiran anak saya masih kecil akan jadi korban psikologis kedepannya.
Hanya 1 di pikiran saya yang tanpa akan mengganggu psikologis anak adalah saya pergi menghilang, atau saya akhiri hidup saya.... Bagaimana solusinya agar saya dapat berfikir normal kembali???

Anda sekarang bisa mulai memposting cerita dan komentar.
Dapatkan saran dari dokter, pakar, dan duta komunitas.
Bagikan pengalaman Anda dengan orang lain yang mungkin membutuhkan.
Terus aktif dan jadilah Duta Komunitas dengan mengumpulkan poin