Apakah Radang Leher Rahim (Servisitis) Berbahaya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Serviks atau leher rahim adalah organ penting perempuan yang menghubungkan antara vagina dengan rahim. Ada beberapa masalah kesehatan yang dapat menyerang leher rahim. Salah satunya servisitis. Servisitis adalah penyakit radang leher rahim yang dapat menyerang kaum perempuan. Lantas, seberapa bahayakah penyakit ini bagi perempuan? Cari tahu jawabannya dalam ulasan berikut ini.

Penyakit servisitis, menular atau tidak?

Servisitis adalah kondisi peradangan, iritasi, atau luka pada leher rahim yang menyebabkan pembengkakan, berlendir, dan bernanah atau berdarah. Kondisi ini bisa menular bisa juga tidak, tergantung pada penyebabnya. Biasanya, penyebab servisitis adalah sebagai berikut:

  • Iritasi akibat penggunaan tampon
  • Menggunakan alat kontrasepsi (diafragma, tali dari intrauterin, dll)
  • Alergi bahan kimia, seperti spermisida atau karet lateks pada kondom
  • Memiliki tumor
  • Mengalami peradangan sistemik (ketidakseimbangan bakteri) akibat bakteri
  • Sedang melakukan terapi radiasi untuk perawatan kanker

Semua penyebab radang leher rahim tersebut biasanya tidak menyebabkan penyakit ini menular.

Sedangkan bila penyebabnya adalah penyakit kelamin menular seksual, seperti klamidia, gonore, atau virus herpes simpleks, maka kemungkinan menular melalui hubungan seks bisa terjadi.

Banyak wanita dengan servisitis tidak memiliki gejala apa pun dan kondisi ini dapat ditemukan setelah dilakukan pemeriksan atau tes kesehatan. Walaupun demikian, beberapa gejala umum dari servisitis adalah:

  • Keputihan yang berwarna kuning atau keabu-abuan
  • perdarahan saat berhubungan seks
  • nyeri saat berhubungan seks
  • sulit buang air kecil dan terasa sakit
  • nyeri panggul atau perut disertai demam

Bila Anda merasakan gejala-gejala yang telah disebutkan, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter. Sebab banyak kondisi atau penyakit lain yang juga menimbulkan gejala demikian. Melakukan pemeriksaan ke dokter, membantu Anda mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Bagaimana jika radang leher rahim tak diobati?

Peradangan yang terjadi pada leher rahim jika tidak diobati bisa menyebar ke luar leher rahim dan saluran telur dan akhirnya menyebabkan komplikasi. Namun komplikasi yang terjadi juga tergantung pada penyebabnya. Biasanya akan berakibat buruk pada fungsi dari sistem reproduksi.

Infeksi gonore dan klamidia yang biasanya didiagnosis bersamaan dengan servisitis, bila tidak diobati akan menyebabkan penyakit radang panggul. Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan pada kesuburan, nyeri panggul kronis, atau kehamilan ektopik. Kemungkinan lainnya adalah keguguran, ketuban pecah dini, dan kehamilan prematur jika infeksi terjadi selama kehamilan.

Kondisi lainnya yang mungkin terjadi termasuk aborsi spontan, ketuban pecah dini, dan kelahiran prematur jika infeksi hadir selama kehamilan. Sementara itu, infeksi akibat virus herpes simpleks yang tidak diobati akan menyebabkan kebutaan, bayi dengan berat lahir rendah, bayi dilahirkan dalam keadaan mati, meningitis, retardasi mental (penurunan kecerdasan bayi) atau kematian.

Sebenarnya, penyakit apa pun yang terjadi bukan hanya radang leher rahim bila tidak diobati bisa bertambah buruk. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan kebersihan terutama pada organ intim Anda.

Sebab bila terjadi gangguan pada organ tersebut, bisa memengaruhi kesuburan Anda nantinya. Terutama pada perempuan, yang harus ekstra menjaga kesehatan organ-organ vital dalam sistem reproduksi untuk mendukung kesehatan anak yang dilahirkan kelak.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tak Selalu Sama, Ini Tanda dan Gejala Klamidia pada Pria dan Wanita

Klamidia adalah penyakit kelamin yang ditularkan melalui kontak cairan genital (kelamin). Apa saja gejala klamidia yang perlu Anda curigai?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Seksual, Klamidia 27 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Langkah Pencegahan Supaya Terhindar dari Gonore

Pencegahan gonore penting dilakukan demi kesehatan reproduksi Anda dan pasangan. Apa saja upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah gonore?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Seksual, Gonore 26 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Apakah Infeksi Klamidia Bisa Benar-Benar Sembuh? Begini Jawabannya

Klamidia sering dianggap berbahaya karena tidak sedikit orang yang mengalaminya. Agar klamidia bisa sembuh, berikut pilihan obat yang bisa diminum.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Seksual, Klamidia 26 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Herpes Genital

Herpes genital adalah infeksi menular seksual akibat virus herpes simpleks. Apa penyebab dan seperti apa gejalanya? Cari tahu di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Seksual, Penyakit Menular Seksual 25 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

radang leher rahim

Mengenal Servisitis, Penyakit Radang Leher Rahim yang Mengintai Kaum Hawa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
Kondom wanita

Kondom Wanita Juga Efektif Cegah Kehamilan, Ini Cara Memakainya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 12 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Penyebab Vagina Gatal

11 Penyebab yang Membuat Vagina Anda Terasa Gatal

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit
penyebab kutil kelamin

Jangan Disepelekan, Ini Penyebab Tumbuhnya Kutil di Kelamin

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit