Sebanyak Apa Jumlah Keputihan yang Masih Normal Dalam Sehari?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Masalah keputihan adalah salah satu alasan para wanita memeriksakan diri ke dokter, begitu kata dr Michael Cackovic, seorang dokter kandungan di Ohio State Wexner Medical Center. Meskipun keputihan adalah hal yang normal terjadi pada seluruh wanita, terkadang ada beberapa tanda tak biasa yang membuat mereka takut terserang penyakit kelamin, salah satunya karena jumlah keputihan dalam sehari yang terlalu banyak.

Lantas, bagaimana cara membedakan keputihan normal dan tidak normal? Berapa jumlah keputihan dalam sehari yang masih dianggap normal? Semua jawabannya bisa Anda temukan lewat ulasan berikut ini.

Berapa banyak jumlah keputihan dalam sehari yang masih normal?

Saat Anda mengalami keputihan, ini sebenarnya pertanda bahwa Anda sedang memproduksi sel telur dari ovarium (indung telur). Proses ini disebut juga sebagai ovulasi atau pelepasan telur menuju tuba falopii. Jadi, keputihan adalah hal yang normal terjadi pada wanita setiap bulannya.

Keputihan maupun cairan lainnya yang berasal dari serviks umumnya memiliki fungsi utama yang sama, yaitu untuk menjaga keseimbangan pH normal pada vagina. Selain itu, cairan vagina juga dapat membantu melumasi vagina saat berhubungan seksual.

Menurut dr. Michelle Tham Mez, dokter kandungan di Icahn School of Medicine di Mount Sinai, wanita rata-rata memproduksi 1-4 mililiter (ml) cairan vagina atau keputihan dalam sehari, setara dengan satu sampai dua sendok makan, seperti dilansir dari Women’s Health. Jumlah keputihan tersebut dapat dikatakan normal selama tidak disertai dengan bau menyengat.

Meski demikian, sebenarnya tidak ada acuan pasti mengenai jumlah keputihan dalam sehari yang dianggap normal. Sebab, banyak atau sedikitnya jumlah keputihan dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya penggunaan pil KB, kehamilan, pengaruh diet, stres, atau aktivitas seksual.

Wanita yang sedang menopause atau pasca menopause tak jarang memiliki lebih banyak atau lebih sedikit keputihan. Ini karena kadar estrogen pada wanita menopause cenderung berubah-ubah sehingga turut memengaruhi jumlah keputihan.

Namun, bila Anda menemukan keputihan lebih dari 4 ml sehari, baiknya segera konsultasikan ke dokter. Pasalnya, keputihan berlebihan dapat menandakan adanya infeksi bakteri atau jamur pada vagina sehingga memerlukan pengobatan segera.

mengatasi keputihan berlebihan

Kenali ciri-ciri keputihan normal dan tidak normal

Untuk membedakan keputihan normal dan tidak normal, Anda bisa melihatnya dari warna, konsistensi, volume, dan bau. Keputihan yang normal biasanya berwarna putih atau transparan, tebal atau tipis, dan tidak berbau. Bila keputihan Anda cenderung berbau, jangan buru-buru panik dulu. Hal ini tidak akan jadi masalah selama baunya hanya samar-samar atau tidak terlalu menyengat.

Bau keputihan yang samar-samar berasal dari sel-sel leher rahim dan vagina yang mengelupas. Bila Anda menemukan keputihan berwarna sedikit kuning, hal ini pun cenderung normal karena adanya interaksi dengan udara.

Sementara itu, keputihan yang tidak normal akibat infeksi jamur ditandai dengan keputihan berwarna putih tebal, tekstur mirip keju, dan cenderung tidak berbau. Kondisi ini biasanya diikuti oleh gejala lainnya seperti gatal, iritasi, dan rasa sakit saat berhubungan seksual. Bila jumlah keputihannya sangat banyak dan cenderung berbau busuk, hal ini menjadi pertanda penyakit infeksi bakteri vagina.

Untuk mengatasi masalah keputihan yang berlebihan, cobalah untuk memperbaiki pola makan Anda dan perbanyak makan yogurt. Yogurt mengandung probiotik yang tidak hanya membantu menjaga bakteri baik di usus, tetapi juga mempertahankan bakteri alami pada vagina.

Selain itu, gunakan celana dalam berbahan katun dan gantilah sesering mungkin untuk menjaga vagina tetap kering. Hindari pemakaian sabun wangi, gel, antiseptik, serta douching karena bisa memengaruhi keseimbangan pH serta bakteri di dalam vagina. Juga, lakukan seks aman dengan menggunakan kondom untuk menghindari penyakit menular seksual.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

Telur mentah bisa ditemukan dalam berbagai minuman dan masakan. Tapi ternyata ada banyak risiko makan telur mentah, apalagi untuk orang-orang tertentu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Inilah Fungsi 4 Hormon Penting untuk Manusia Bertahan Hidup

Anda mungkin sudah tahu kalau hormon yang tak seimbang bisa menimbulkan masalah kesehatan. Tapi, tahukah Anda apa saja fungsi hormon esensial dalam tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Kesehatan, Informasi Kesehatan 11 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

10 Fakta Unik tentang Jantung Manusia

Tahukah Anda bahwa banyak serangan jantung terjadi di hari Senin pagi? Simak berbagai fakta jantung lainnya yang mungkin belum Anda tahu.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Jantung 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Makan Petai dan Jengkol Bikin Napas dan Kencing Jadi Bau?

Suka makan petai dan jengkol? Kalau begitu, Anda pasti sudah hapal dengan bau mulut dan bau urin yang menyengat setelahnya. Apa penyebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan, Informasi Kesehatan 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
payudara sakit tanda hamil

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
gemetar setelah minum kopi

Gemetar Setelah Minum Kopi? Mungkin Anda Overdosis Kafein

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
viagra

5 Fakta Unik Viagra, Bukan Sekadar Obat Kuat Pria

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Sarmoko, Apt.
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit