backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Mengenal Kista Gartner, Benjolan yang Ada di Dinding Vagina

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Nabila Azmi · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

Mengenal Kista Gartner, Benjolan yang Ada di Dinding Vagina

Kista Gartner mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Meskipun demikian, memahami apa itu kista Gartner penting untuk kesadaran akan kesehatan reproduksi wanita. Lantas, apa itu kista Gatner dan apakah kondisi ini berbahaya? Cek informasi lengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

Apa itu kista Gartner?

Kista gartner (gartner cyst) adalah kondisi di mana terjadi pembentukan kista pada dinding vagina, khususnya di bagian duktus Gartner.

Kista ini merupakan pembengkakan jaringan yang umumnya tidak berbahaya karena bersifat nonkanker dan sering kali tidak menimbulkan gejala yang signifikan. 

Dalam beberapa kasus, kista satu ini dapat terbentuk akibat sisa-sisa duktus yang aktif selama perkembangan janin dalam kandungan.

Walau begitu, benjolan di vagina ini biasanya menghilang setelah bayi lahir.

Kista Gartner di mana?

Letak kista Gartner, yaitu di dinding samping vagina. Letaknya berhubungan dengan duktus Gartner yang aktif selama perkembangan janin.

Apa saja tanda dan gejala kista Gartner?

vagina terasa panas

Gartner cyst umumnya berukuran kecil, yaitu kurang dari 2 cm, dan tidak menimbulkan gejala apa pun.

Namun, beberapa kista bisa membesar dan menimbulkan gejala, seperti berikut ini.

  • Vagina terasa tertekan.
  • Rasa tidak nyaman pada bagian perut bawah atau nyeri panggul.
  • Nyeri saat berhubungan intim.
  • Inkontinensia urine (kehilangan kendali saat buang air kecil).
  • Inkontinensia fekal (kehilangan kendali saat buang air besar).
  • Kesulitan selama persalinan normal atau pervaginam.

Penting untuk memeriksakan diri ke dokter jika Anda mengalami tanda-tanda di atas atau gejala lainnya yang mengkhawatirkan.

Apa penyebab kista Gartner?

Penyebab utama kista Gartner adalah sisa-sisa embriologi dari saluran Wolffian atau mesonefros.

Saluran ini ada saat embrio berkembang dan seharusnya menghilang setelah lahir, dilansir dari University Florida of Health

Namun, pada beberapa kasus, bagian dari saluran ini tetap ada dan dapat berkembang menjadi kista jika terisi cairan.

Umumnya, gartner cyst tidak menurun dari orangtua ke anak dan tidak terkait dengan faktor genetik. 

Walaupun demikian, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan seorang wanita mengalami kista ini. Berikut daftar faktor risikonya. 

1. Gangguan hormon

Bagi wanita yang punya masalah hormonal, seperti ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron, cenderung lebih berisiko mengalami kondisi ini.

Pasalnya, hormon ini berperan penting dalam regulasi fungsi tubuh, termasuk perkembangan dan pengaturan jaringan tubuh. 

2. Riwayat kehamilan berisiko

Selain masalah hormon, riwayat kehamilan yang kompleks lebih mungkin untuk membentuk kista Gartner. Sebagai contoh, keguguran berulang, kehamilan ektopik, dan komplikasi kehamilan lainnya.

Begini maksudnya, proses perkembangan janin yang tidak normal atau terganggu selama kehamilan dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya kista pada dinding vagina.

3. Infeksi pada sistem reproduksi

Infeksi pada sistem reproduksi, seperti infeksi pada vagina atau serviks, juga dapat berperan dalam terbentuknya Gartner cyst.

Kondisi infeksi ini dapat menyebabkan peradangan atau gangguan pada jaringan di sekitar duktus Gartner. Akibatnya terbentuklah kista di bagian vagina tersebut.

Bagaimana cara mengobati kista Gartner?

endourologi

Perawatan untuk kista Gartner bergantung pada sejumlah faktor, termasuk ukuran kista, gejala yang dialami, serta keinginan pasien untuk merawatnya.

Berikut adalah beberapa opsi perawatan yang mungkin direkomendasikan oleh dokter untuk mengatasi penyakit pada wanita ini.

1. Pengamatan dan pemantauan

Jika Gartner cyst kecil dan tidak menimbulkan gejala yang signifikan, dokter mungkin merekomendasikan pengamatan dan pemantauan terhadap perkembangan kista.

Ini dilakukan dengan pemeriksaan rutin dan pencitraan medis. Misalnya, ultrasonografi (USG) atau MRI untuk memantau ukuran dan perubahan kista dari waktu ke waktu.

2. Obat penghilang rasa sakit

Bagi wanita yang merasakan nyeri atau ketidaknyamanan akibat kista ini, dokter mungkin akan meresepkan obat penghilang rasa sakit.

Obat ini membantu mengurangi peradangan dan mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh kista.

3. Aspirasi kista

Aspirasi kista merupakan prosedur di mana dokter menggunakan jarum untuk mengeluarkan cairan dari kista.

Prosedur ini biasanya dilakukan jika kista Gartner besar menyebabkan gejala yang mengganggu. 

Namun, perlu diingat bahwa aspirasi kista hanya bersifat sementara dan kista dapat kembali terbentuk setelah prosedur ini dilakukan.

4. Pembedahan

Bila kista besar, memicu gejala yang parah, hingga dikhawatirkan bisa menjadi kanker, dokter mungkin akan menyarankan pembedahan.

Operasi ini bertujuan mengangkat kista sepenuhnya untuk mengurangi kemungkinan kista muncul kembali. 

Alternatifnya, dokter melakukan prosedur yang disebut marsupialisasi untuk mengeluarkan cairan di dalamnya.

5. Tindak lanjut pemantauan

Setelah perawatan dilakukan, penting untuk menjalani tindak lanjut secara teratur dengan dokter untuk memastikan bahwa kista tidak kembali muncul.

Pemantauan rutin dengan pemeriksaan medis dan pencitraan seperti USG atau MRI dapat membantu dalam mendeteksi perkembangan yang tidak diinginkan secara dini.

Meskipun terdengar menakutkan, kista Gartner sebenarnya adalah kondisi yang umumnya tidak berbahaya dan bisa diatasi dengan perawatan yang tepat. 

Jadi, penting untuk selalu berkonsultasi kepada dokter jika mengalami gejala yang mencurigakan atau ketidaknyamanan. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan diagnosis dan perawatan yang sesuai.

Kesimpulan

  • Kista Gartner adalah kista yang terbentuk di dinding vagina, khususnya di bagian duktus Gartner.
  • Kista yang kecil umumnya tidak menimbulkan gejala apa pun, tetapi jika membesar, rasa nyeri di perut bagian bawah atau panggul serta sakit saat berhubungan intim mungkin akan terasa. 
  • Pada beberapa kasus, terbentuknya kista ini terjadi selama proses perkembangan janin di dalam rahim.
  • Meski umumnya tidak berbahaya, beberapa perawatan seperti konsumsi obat hingga pembedahan mungkin dibutuhkan jika kista terus membesar.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Nabila Azmi · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan