Cara Aman Mengobati Luka dan Lecet di Vagina

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Luka di vagina, walaupun hanya setitik kecil dan terlihat tidak berbahaya, akan mengakibatkan rasa sakit yang tidak nyaman. Apa saja penyebab vagina wanita mengalami luka dan lecet di daerah intim? Adakah cara untuk mengobati luka di vagina?

Penyebab luka di vagina

Bagi wanita yangaktif  secara seksual, mungkin Anda pernah mengalami lecet dan luka di vagina. Memang, luka pada bagian intim tersebut tidak terkesan serius, bagaikan lecet biasa. Namun, ketidaknyamanan yang dihasilkan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Contohnya sekadar berjalan, duduk, hingga berhubungan seks dengan pasangan pun akan berkurang kenikmatannya.

Ada beberapa hal yang menyebabkan munculnya luka di vagina, berikut adalah contohnya:

1. Menopause dan kurangnya rangsangan

Saat Anda berada di masa menopause, hormon estrogen dalam tubuh akan mulai menurun sehingga cairan vagina yang keluar pun berkurang. Dinding vagina yang kering, dapat menimbulkan luka dan lecet saat terkena gesekan penis berulang kali.  

Sedangkan ketika kondisi wanita cukup terangsang, vagina secara alami akan menghasilkan cairan yang melumasi rongganya selama melakukan hubungan seksual. Maka cairan vagina dapat mengurangi gesekan yang dapat mengganggu atau merobek dinding vagina

2. Posisi seks yang berisiko

Beberapa posisi hubungan seksual, cenderung berisiko menyebabkan luka di vagina. Disarankan bagi para wanita, ketika berhubungan seks melakukan posisi yang bisa mengontrol sejauh mana kedalaman penis masuk. Misalnya, dengan posisi woman on top, risiko luka di vagina lebih kecil, karena wanita bisa lebih mudah mengontrol gesekan penis yang masuk.

3. Vagina gatal atau infeksi jamur

Saat terasa gatal di daerah kemaluan, banyak wanita yang tidak sadar menggaruk demi menghilangkan rasa gatal di vagina. Sayangnya, menggaruk sangat tidak dianjurkan karena akan menyebabkan luka dan lecet di sekitarnya. Rasa gatal tersebut biasanya disebabkan adanya infeksi, bisa karena adanya jamur atau bakteri. Sebaiknya gatal karena infeksinya segera disembuhkan agar tidak semakin menyebar ke area kulit yang lainnya.

Bagaimana cara menyembuhkan luka di vagina?

1. Jangan melakukan douche vagina

Melakukan douche pada vagina (menyemprotkan cairan pembersih ke area kelamin), bisa mengganggu keseimbangan bakteri alami yang berguna melindungi selaput lendir dan menjaga kesehatan vagina Anda.

Tiap vagina wanita pada dasarnya punya cara sendiri untuk membersihkan dirinya. Jadi, Anda tidak perlu melakukan douche untuk membuat vagina bersih. Cukup dengan membasuh atau membilas dengan air saja sambil dikeringkan. Lagi pula, douching tidak bisa menghilangkan infeksi ata bakteri gatal yang menyebabkan luka di vagina.

2. Hindari berhubungan seks selama vagina masih lecet

Sangat tidak dianjurkan untuk melakukan hubungan seks pada saat kondisi vagina Anda terluka. Dikhawatirkan, gesekan penis dan vagina akan membuat luka vagina semakin terbuka dan melebar.

3. Jangan menggaruk atau memasukkan sesuatu ke dalam vagina

Menggaruk vagina dapat membuat rongga vulva atau vagina Anda semakin terasa perih. Memang menggaruk bisa menghilangkan rasa gatal, tapi hal tersebut hanya bertahan sementara. Hindari juga menggunakan tampon atau menstrual cup, di mana kedua produk wanita tersebut posisinya harus dimasukkan ke dalam vagina. Lebih baik gunakan pembalut untuk sementara waktu sampai luka di vagina membaik.

4. Bersihkan vagina

Bukan berarti dengan adanya vagina yang bisa membersihkan diri sendiri, lantas Anda tidak menjaga kebersihan vagina. Kebersihan vagina yang dianjurkan di sini adalah dengan membasuh vagina dengan air, dan memastikan untuk mengeringkannya sebelum memakain pakaian dalam.

Jika ingin menggunakan sabun, gunakan sabun yang mengandung bahan hypoallergenic, khusus untuk vagina. Ingat, bersihkan bagian luar vagina saja, tidak perlu dibersihkan sampai ke dalam lubang vagina.

5. Ambil penanganan medis dan periksakan ke dokter

Luka setitik di bagain kulit tubuh saja, kadang menimbulkan rasa nyeri yang tidak nyaman. Apalagi luka di bagian vagina, kadang Anda akan merasakan nyeri yang berlebih. Untuk menghilangkan rasa nyeri tersebut, Anda bisa meminum obat label analgetik, atau pereda nyeri seperti paracetamol.

Jika Anda merasa luka di vagina Anda semakin parah dan tidak kunjung membaik. Segera lakukan pengecekan dan konsultasikan ke dokter, guna mendapatkan diagoosis dan penanganan medis yang tepat sesegera mungkin.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

5 Hal Wajib yang Anda Bersihkan setelah Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit