home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Chancroid (Ulkus Mole)

Penyakit chancroid (ulkus mole)|Gejala chancroid|Penyebab chancroid|Faktor risiko chancroid|Diagnosis chancroid|Pengobatan chancroid|Pencegahan chancroid
Chancroid (Ulkus Mole)

Penyakit chancroid (ulkus mole)

Chancroid (ulkus mole) adalah penyakit infeksi bakteri yang terjadi di area genitalia, baik pada laki-laki maupun perempuan.

Bakteri penyebab infeksi ini adalah Haemophilus ducreyi. Bakteri tersebut menyerang jaringan-jaringan di bagian luar vagina dan penis sehingga menimbulkan luka atau bintil-bintil kecil.

Penyakit ini juga dikenal dengan istilah kankroid.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Penyakit chancroid atau ullkus mole dapat menyerang pasien pada usia berapa pun.

Kondisi ini dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko yang Anda miliki. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala chancroid

Gejala penyakit ulkus mole ini dapat bervariasi pada pria dan wanita. Biasanya, gejalanya mulai muncul 1 hari sampai beberapa minggu setelah berhubungan seksual.

Gejala umum dari ulkus mole adalah sebagai berikut:

Gejala chancroid (ulkus mole) pada pria

Adanya benjolan kecil dan merah pada penis yang berubah menjadi luka terbuka dalam 1-2 hari.

Ulkus (luka) dapat terbentuk pada setiap area alat kelamin, termasuk penis dan skrotum.

Gejala chancroid (ulkus mole) pada wanita

Umumnya muncul 4 benjolan merah atau lebih pada labia, di antara labia dan anus, atau pada paha.

Labia adalah lipatan kulit yang menutupi alat kelamin wanita. Setelah benjolan “matang” menjadi luka terbuka, wanita dapat mengalami sensasi terbakar atau nyeri selama buang air kecil atau besar.

Ciri-ciri bintil chancroid (ulkus mole)

Ada beberapa ciri khas bintil yang mungkin menandakan Anda terinfeksi penyakit ulkus mole, yakni:

  • Bintil berukuran kecil hingga sedang, biasanya mulai dari 0,3-5 sentimeter (cm).
  • Pada bagian tengah bintil ada ujung yang agak lancip berwarna abu-abu kekuningan.
  • Bintil mudah berdarah apalagi saat disentuh.
  • Muncul rasa nyeri di selangkangan (tepatnya di sekitar bawah perut sampai atas paha).
  • Bila sudah parah, terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di pangkal paha yang menimbulkan luka bernanah.

Kemungkinan ada gejala lain yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran mengenai suatu gejala tertentu, konsultasikan segera pada dokter.

Kapan harus periksa ke dokter?

Anda harus memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala sebagai berikut:

  • Mengalami gejala chancroid yang disebutkan di atas.
  • Pernah melakukan kontak seksual dengan orang yang Anda ketahui memiliki penyakit menular seksual (penyakit kelamin).
  • Pernah melakukan kegiatan seksual yang berisiko tinggi, misalnya berhubungan seks dengan orang yang terkena penyakit kelamin.

Jika Anda mengalami gejala atau pertanyaan, silakan konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

Tubuh setiap orang merespons kondisi dengan cara yang berbeda-beda.

Maka itu, cara terbaik untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda yakni dengan memeriksakan diri ke dokter bila mengalami gejala tertentu.

Penyebab chancroid

Penyebab chancroid adalah bakteri yang disebut Haemophilus ducreyi.

Bakteri ini menyerang jaringan dan menghasilkan luka terbuka yang terkadang disebut sebagai chancroid (kankroid) atau ulkus.

Luka ini muncul di dekat atau tepat pada bagian luar organ reproduksi, baik pada pria maupun wanita.

Luka (ulkus) bisa berdarah atau mengeluarkan cairan menular yang dapat menyebarkan bakteri selama hubungan seks oral, anal, atau vaginal (penetrasi).

Kankroid juga dapat menyebar dari kontak kulit ke kulit dengan orang yang terinfeksi.

Infeksi ini biasanya ditemukan di Afrika dan Asia, tetapi dalam jumlah yang sangat sedikit.

Kebanyakan orang yang mengalami penyakit ulkus mole biasanya baru melakukan perjalanan ke daerah yang umum dengan penyakit ini.

Faktor risiko chancroid

Bakteri penyebab chancroid atau ulkus mole bisa ditularkan melalui seks, entah itu lewat penetrasi penis ke dalam vagina, seks anal, maupun seks oral.

Penyakit ulkus mole juga bisa ditularkan melalui kontak fisik antara orang yang mengidap penyakit ini dengan orang yang sehat.

Pasalnya, bakteri Haemophilus ducreyi tinggal dalam darah atau cairan yang ada dalam luka dan bintil kecil pengidapnya.

Berikut beberapa kelompok orang yang lebih rentan tertular ulkus mole:

Jika Anda aktif secara seksual, Anda kemungkinan berisiko terkena ulkus mole ini.

Diagnosis chancroid

Dokter mendiagnosis kankroid dengan memeriksa adanya ulkus, kelenjar getah bening yang bengkak, dan melakukan beberapa tes.

Tes lainnya dilakukan untuk mengetahui apakah ada kemungkinan Anda memiliki penyakit menular seksual lainnya.

Diagnosis kondisi ini dapat meliputi pengambilan sampel cairan yang keluar dari luka (ulkus). Sampel ini kemudian diperiksa lebih lanjut di laboratorium.

Dokter juga dapat memeriksa kelenjar getah bening di pangkal paha untuk melihat pembengkakan dan nyeri.

Pengobatan chancroid

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Meski infeksi ini dapat sembuh tanpa pengobatan, pemberian obat-obatan dapat membantu Anda agar lebih cepat pulih sekaligus meminimalkan bekas luka.

Terlebih karena terkadang luka bisa terasa menyakitkan dan keluar cairan selama beberapa bulan, maka sebaiknya Anda tetap menjalani pengobatan.

Dokter biasanya meresepkan antibiotik untuk membersihkan luka dengan cepat tanpa meninggalkan banyak bekas luka.

Berikut adalah beberapa pengobatan yang biasa digunakan untuk mengatasi chancroid (ulkus mole):

1. Obat-obatan

Dokter dapat meresepkan antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab luka. Antibiotik dapat membantu mengurangi kemungkinan munculnya jaringan parut seiring sembuhnya luka.

Beberapa antibiotik yang direkomendasikan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, CDC, termasuk ceftriaxone dan azithromycin.

2. Operasi

Dokter dapat mengeluarkan cairan dari abses besar (luka berisi nanah) dan menyakitkan di kelenjar betah bening dengan jarum atau melalui operasi.

Hal ini bertujuan mengurangi pembengkakan dan nyeri karena ulkus sembuh, tetapi dapat menyebabkan sedikit luka parut di tempat tersebut.

Tak perlu khawatir, kondisi dari jaringan parut tersebut dapat sembuh jika diobati dengan rutin.

Luka chancroid juga bisa sembuh tanpa bekas bila semua obat-obatan diminum atau digunakan sesuai dengan resep dokter.

Kondisi ulkus mole yang tidak diobati dapat menyebabkan munculnya jaringan parut permanen pada alat kelamin pria serta menyebabkan komplikasi dan infeksi serius pada wanita.

Komplikasi termasuk fistula uretra dan bekas luka di kulup penis pada pria yang tidak disunat.

Orang-orang dengan chancroid juga harus diperiksa untuk mengetahui adanya kemungkinan memiliki infeksi menular seksual lainnya, termasuk sifilis, HIV, dan herpes genital.

Pada orang dengan HIV, chancroid biasanya memerlukan waktu lebih lama untuk sembuh.

Pencegahan chancroid

Agar mempercepat penyembuhan dan mencegah penyakit chancroid (ulkus mole) kambuh, sebaiknya hindari gonta-ganti pasangan seksual maupun berhubungan seks tanpa kondom.

Bila Anda sudah memutuskan untuk tak pakai kondom dengan pasangan, pastikan Anda berdua sama-sama sudah melakukan tes bersih dan bebas dari penyakit menular seksual.

Berikut beberapa cara mencegah ulkus mole:

  • Setia pada 1 pasangan seksual dan menerapkan hubungan seks yang aman.
  • Menghindari aktivitas berisiko tinggi yang dapat menularkan kankroid atau infeksi menular seksual lainnya.
  • Memperingatkan semua orang yang pernah atau masih menjadi pasangan jika Anda terkena kondisi ini sehingga mereka dapat menjalani tes dan pengobatan.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan solusi terbaik mengenai kondisi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Chancroid: MedlinePlus Medical Encyclopedia. (2020). Retrieved 12 May 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/000635.htm

Chancroid – 2015 STD Treatment Guidelines. (2020). Retrieved 12 May 2020, from https://www.cdc.gov/std/tg2015/chancroid.htm

Chancroid | IDPH. (2020). Retrieved 12 May 2020, from https://www.dph.illinois.gov/topics-services/diseases-and-conditions/diseases-a-z-list/chancroid

Chancroid (soft chancre). (2020). Retrieved 12 May 2020, from https://www.health.ny.gov/diseases/communicable/chancroid/fact_sheet.htm

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Rena Widyawinata Diperbarui 08/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.