Ketika sedang menstruasi, beberapa wanita memilih menghentikan aktivitas karena rasa nyeri perut yang begitu mengganggu. Namun pertanyaannya, apakah nyeri haid ini wajar atau tanda dari kondisi yang memerlukan penanganan medis? Kenali ciri-ciri nyeri haid yang berbahaya dalam penjelasan berikut.
Ciri-ciri nyeri haid yang berbahaya
Nyeri haid saat sedang mengalami menstruasi merupakan rasa sakit yang wajar dialami wanita setiap bulan.
Penyebab nyeri haid yang normal terjadi akibat adanya kontraksi otot-otot rahim yang diperlukan untuk meluruhkan lapisan rahim.
Namun, ada kalanya rasa sakit tersebut merupakan gejala dari masalah pada organ reproduksi.
Sayangnya, nyeri yang muncul ini sering kali terabaikan karena dianggap sebagai rasa sakit biasa.
Nah, untuk membantu Anda mengenali nyeri haid yang normal dan tidak, berikut ciri-ciri rasa sakit saat menstruasi yang perlu diperhatikan.
- Rasa sakit yang parah hingga bisa mengganggu aktivitas Anda setiap bulannya.
- Rasa sakit terus memburuk seiring waktu.
- Nyeri menstruasi yang parah baru terjadi setelah usia Anda 25 tahun, yakni biasanya terjadi antara usia 30 – 45 tahun.
- Nyeri berlangsung lama dan bahkan terus berlanjut meski periode menstruasi sudah selesai.
- Rasa sakit terus terjadi meski Anda sudah menerapkan cara meredakan nyeri haid, termasuk dengan obat-obatan.
Anda juga perlu mewaspadai ciri-ciri atau tanda-tanda yang mungkin muncul bersamaan dengan nyeri haid berlebihan.
Inilah tanda dan gejala yang bisa menyertai nyeri haid berbahaya.
- Darah haid keluar secara berlebihan atau keluar darah dari vagina di antara periode menstruasi Anda.
- Nyeri juga terjadi saat Anda berhubungan intim.
- Nyeri saat buang air besar dan kecil selama periode menstruasi.
- Haid tidak teratur.
- Sembelit.
- Nyeri menjalar hingga ke kaki.
- Kesulitan mengosongkan kandung kemih.
- Keputihan yang tidak normal.
- Demam atau menggigil.
Apa saja penyebab dari nyeri haid yang berbahaya?
Nyeri haid yang tidak biasa beserta dengan menstruasi yang tidak teratur bisa terjadi akibat penggunaan alat kontrasepsi IUD (spiral).
Akan tetapi, jika Anda tidak menggunakan alat kontrasepsi ini dan mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter kandungan.
Pasalnya, ciri-ciri nyeri haid di atas bisa menjadi tanda dari suatu penyakit yang bisa berbahaya untuk Anda.
Dalam dunia medis, nyeri haid akibat penyakit disebut juga dengan dismenore sekunder. Berikut adalah beberapa penyakit yang bisa menjadi penyebab dari nyeri haid berlebihan.
Endometriosis adalah kondisi di mana lapisan yang seharusnya ada di dinding rahim (endometrium) justru keluar dan tumbuh di luar organ terdekat.
Biasanya, lapisan ini tumbuh di ovarium, tuba falopi, atau jaringan yang melapisi panggul Anda.
Selain rasa nyeri yang parah saat haid, jaringan yang tumbuh di ovarium bisa menimbulkan kista ovarium yang disebut endometrioma.
Jaringan yang ada di sekitarnya juga dapat teriritasi sehingga menimbulkan jaringan parut dan perlengketan, yaitu jaringan dan organ di panggul yang saling menempel.
Bukan cuma itu, penderita endometriosis juga sering mengalami masalah kesuburan (infertilitas) dan berisiko mengalami kanker ovarium.
Nyeri menstruasi yang disertai dengan perdarahan yang berlebihan bisa menjadi tanda dari fibroid rahim.
Meski ciri-ciri nyeri haid ini umumnya tak berbahaya, fibroid rahim bisa menyebabkan komplikasi berupa penurunan sel darah merah (anemia) akibat kehilangan darah.
Mengutip Mayo Clinic, pada kondisi yang jarang, transfusi darah mungkin diperlukan karena kondisi kehilangan darah tersebut.
Fibroid rahim adalah pertumbuhan tumor jinak di rahim yang umumnya muncul saat masa subur wanita.
Ukuran tumor jinak ini bisa sebesar biji atau bahkan lebih besar hingga merusak rahim dan membuatnya tampak membesar.
Adenomiosis adalah kondisi ketika jaringan yang mirip dengan lapisan rahim (endometrium) tumbuh ke dinding otot rahim Anda.
Kondisi ini mengakibatkan rahim menebal dan membesar sehingga menstruasi Anda akan terasa menyakitkan. Perdarahan menstruasi yang berlebihan juga dapat terjadi.
Mirip dengan fibroid rahim, penyakit penyebab nyeri haid yang satu ini memang umumnya tidak menimbulkan komplikasi yang berbahaya.
Namun, nyeri menstruasi bisa memburuk bila dibiarkan. Penderitanya juga bisa kesulitan memiliki anak lagi. Saat hamil, kondisi ini meningkatkan risiko keguguran dan kelahiran prematur.
Cara mengatasi menstruasi berlebihan adalah dengan mengonsusmi obat-obatan, seperti pil KB atau obat NSAID
4. Penyakit radang panggul

Radang panggul adalah infeksi serius yang terjadi pada organ di area panggul wanita. Misalnya rahim, tuba falopi, dan/atau ovarium.
Kondisi ini terjadi ketika bakteri yang ada di vagina menyebar dan masuk ke organ-organ reproduksi di atas.
Biasanya, bakteri ini datang dari penyakit menular seksual yang tidak terobati, seperti gonore atau klamidia.
Akibat penyakit tersebut, wanita yang mengalaminya tak hanya mengeluhkan nyeri abnormal ketika menstruasi, tapi juga mengalami demam, muntah, sakit saat berhubungan intim, serta keputihan yang tidak normal.
Adapun nyeri haid akibat penyakit radang panggul bisa berbahaya karena dapat menimbulkan sakit panggul kronis, kehamilan ektopik, hingga masalah kesuburan.
Pada beberapa wanita, serviksnya lebih sempit dibandingkan kondisi normal atau bahkan tertutup sama sekali. Kondisi ini disebut juga dengan stenosis serviks.
Sempitnya bagian leher rahim ini membuat aliran menstruasi terhambat. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tekanan di dalam rahim yang akan terasa menyakitkan saat haid.
Selain nyeri haid, stenosis serviks bisa menyebabkan amenore (tidak haid), hematometra (penumpukan darah di rahim), hingga munculnya lesi ketika menjalani persalinan.
Selain itu, kondisi ini bisa menyebabkan masalah kesuburan dengan menghambat aliran air mani ke dalam rahim.
Ironisnya, stenosis serviks juga bisa mempersulit penggunaan prosedur inseminasi intrauterin (IUI) dan bayi tabung sehingga Anda akan sulit mendapat keturunan.
Mengingat potensi berbahaya yang bisa timbul, selalu waspadai ciri-ciri atau gejala nyeri haid yang tidak biasa. Periksakan diri ke dokter jika kondisi-kondisi di atas terjadi pada Anda.
Kesimpulan
- Ciri nyeri haid berbahaya antara lain nyeri parah yang mengganggu aktivitas, rasa sakit terus memburuk seiring waktu, berlangsung lama, dan tidak sembuh setelah konsumsi obat-obatan.
- Nyeri menstruasi yang tidak biasa disebabkan oleh masalah pada sistem reproduksi, seperti endometriosis, fibroid rahim, adenomiosis, penyakit radang panggul, atau stenosis serviks.