backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

6

Tanya Dokter
Simpan

Waspada Ciri-Ciri Nyeri Haid yang Berbahaya dan Penyebabnya

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 10/03/2023

Waspada Ciri-Ciri Nyeri Haid yang Berbahaya dan Penyebabnya

Ketika sedang menstruasi, beberapa wanita memilih meninggalkan semua aktivitasnya karena rasa nyeri pada perut yang begitu mengganggu. Namun pertanyaannya, apakah nyeri haid ini wajar atau tanda dari penyakit berbahaya? Lalu, apa ciri-ciri nyeri haid yang berbahaya?

Ciri-ciri nyeri haid yang berbahaya

manfaat air jahe untuk nyeri haid

Nyeri haid saat sedang mengalami menstruasi merupakan rasa sakit yang wajar dialami wanita setiap bulan.

Hal ini terjadi akibat adanya kontraksi otot-otot rahim yang diperlukan untuk meluruhkan lapisan rahim.

Artinya, penyebab nyeri haid pada area perut ini sebenarnya normal. Namun, ada kalanya rasa sakit tersebut merupakan gejala dari masalah pada organ reproduksi yang bisa berbahaya.

Sayangnya, nyeri yang muncul ini sering kali terabaikan karena dianggap sebagai rasa sakit biasa.

Nah, untuk membantu Anda mengenali nyeri haid yang normal dan tidak, berikut adalah ciri-ciri rasa sakit saat menstruasi yang berbahaya dan perlu diperhatikan.

  • Rasa sakit yang parah hingga bisa mengganggu aktivitas Anda setiap bulannya.
  • Rasa sakit terus memburuk seiring waktu.
  • Nyeri menstruasi yang parah baru terjadi setelah usia Anda 25 tahun, yakni biasanya terjadi antara usia 30—45 tahun.
  • Nyeri berlangsung lama dan bahkan terus berlanjut meski periode menstruasi sudah selesai.
  • Rasa sakit terus terjadi meski Anda sudah menerapkan cara meredakan nyeri haid, termasuk dengan obat-obatan.

Selain rasa sakit itu sendiri, Anda juga perlu mewaspadai ciri-ciri atau tanda-tanda lain yang mungkin muncul bersamaan dengan nyeri haid.

Ciri-ciri tambahan inilah yang semakin memperkuat bahwa kondisi nyeri menstruasi Anda tidak normal dan bisa berbahaya.

Ciri-ciri yang menyertai nyeri haid berbahaya

  • Darah haid keluar secara berlebihan atau keluar darah dari vagina di antara periode menstruasi Anda.
  • Nyeri juga terjadi saat Anda berhubungan intim.
  • Nyeri saat buang air besar dan kecil selama periode menstruasi.
  • Haid tidak teratur.
  • Sembelit.
  • Nyeri menjalar hingga ke kaki.
  • Kesulitan mengosongkan kandung kemih.
  • Keputihan yang tidak normal.
  • Demam atau menggigil.

Apa saja penyebab dari nyeri haid yang berbahaya?

nyeri haid

Nyeri haid yang tidak biasa beserta dengan menstruasi yang tidak teratur bisa terjadi akibat penggunaan alat kontrasepsi IUD (spiral).

Akan tetapi, jika Anda tidak menggunakan alat kontrasepsi ini dan mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter kandungan.

Pasalnya, ciri-ciri nyeri haid di atas bisa menjadi tanda dari suatu penyakit yang bisa berbahaya untuk Anda.

Dalam dunia medis, nyeri haid akibat penyakit disebut juga dengan dismenore sekunder. Berikut adalah beberapa penyakit yang bisa menjadi penyebab dari nyeri haid yang berbahaya.

1. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi di mana lapisan yang seharusnya ada di dinding rahim (endometrium) justru keluar dan tumbuh di luar organ terdekat.

Biasanya, lapisan ini tumbuh di ovarium, tuba falopi, atau jaringan yang melapisi panggul Anda.

Selain rasa nyeri yang parah saat haid, jaringan yang tumbuh di ovarium bisa menimbulkan kista ovarium yang disebut endometrioma.

Jaringan yang ada di sekitarnya juga dapat teriritasi yang bisa menimbulkan jaringan parut dan perlengketan, yaitu ketika jaringan dan organ di panggul saling menempel.

Bukan cuma itu, penderita endometriosis juga sering mengalami masalah kesuburan (infertilitas) dan berisiko mengalami kanker ovarium.

2. Fibroid rahim

Nyeri menstruasi yang disertai dengan perdarahan yang berlebihan bisa menjadi tanda dari fibroid  rahim.

Meski ciri-ciri nyeri haid ini umumnya tak berbahaya, fibroid rahim bisa menyebabkan komplikasi berupa penurunan sel darah merah (anemia) akibat kehilangan darah.

Melansir Mayo Clinic, pada kondisi yang jarang, transfusi darah mungkin diperlukan karena kondisi kehilangan darah tersebut.

Fibroid rahim itu sendiri adalah pertumbuhan tumor jinak di rahim yang umumnya muncul saat masa subur wanita.

Ukuran tumor jinak ini bisa sebesar biji atau bahkan lebih besar hingga merusak rahim dan membuatnya tampak membesar.

3. Adenomiosis

Adenomiosis adalah kondisi ketika jaringan yang mirip dengan lapisan rahim (endometrium) tumbuh ke dinding otot rahim Anda.

Kondisi ini mengakibatkan rahim menebal dan membesar sehingga menstruasi Anda akan terasa menyakitkan. Perdarahan menstruasi yang berlebihan juga dapat terjadi.

Adenomiosis lebih sering terjadi pada wanita usia 40—50 tahun, memiliki endometriosis, pernah melahirkan, serta punya riwayat operasi rahim, termasuk kuret.

Mirip dengan fibroid rahim, penyakit penyebab nyeri haid yang satu ini memang umumnya tidak menimbulkan komplikasi yang berbahaya.

Namun bila dibiarkan, nyeri menstruasi bisa memburuk. Penderitanya juga bisa kesulitan memiliki anak lagi. Saat hamil, kondisi ini meningkatkan risiko keguguran dan kelahiran prematur.

4. Penyakit radang panggul

Radang panggul adalah infeksi serius yang terjadi pada organ di area panggul wanita. Misalnya rahim, tuba falopi, dan/atau ovarium.

Kondisi ini terjadi ketika bakteri yang ada di vagina menyebar dan masuk ke organ-organ reproduksi di atas.

Biasanya, bakteri ini datang dari penyakit menular seksual yang tidak terobati, seperti gonore atau klamidia.

Akibat penyakit tersebut, wanita yang mengalaminya tak hanya mengeluhkan nyeri abnormal ketika menstruasi, tapi juga mengalami demam, muntah, sakit saat berhubungan intim, serta keputihan yang tidak normal.

Adapun nyeri haid akibat penyakit radang panggul bisa berbahaya karena dapat menimbulkan sakit panggul kronis, kehamilan ektopik, hingga masalah kesuburan.

5. Stenosis serviks

Pada beberapa wanita, serviksnya lebih sempit dibandingkan kondisi normal atau bahkan tertutup sama sekali. Kondisi ini disebut juga dengan stenosis serviks.

Sempitnya bagian leher rahim ini membuat aliran menstruasi terhambat. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tekanan di dalam rahim yang akan terasa menyakitkan saat haid.

Selain nyeri haid, stenosis serviks juga bisa menyebabkan amenore (tidak haid), hematometra (penumpukan darah di rahim), hingga munculnya lesi ketika menjalani persalinan.

Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan masalah kesuburan dengan menghambat aliran air mani ke dalam rahim.

Ironisnya, stenosis serviks juga bisa mempersulit penggunaan prosedur inseminasi intrauterin (IUI) dan bayi tabung sehingga Anda akan sulit mendapat keturunan.

Mengingat potensi berbahaya yang bisa timbul, selalu waspadai ciri-ciri atau gejala nyeri haid yang tidak biasa. Periksakan diri ke dokter jika kondisi-kondisi di atas terjadi pada Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 10/03/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan