backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

Berkeringat di Malam Hari? Ini 11 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Widya Citra Andini · Tanggal diperbarui 08/11/2023

Berkeringat di Malam Hari? Ini 11 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Apakah Anda pernah merasa kepanasan dan berkeringat deras di malam hari, padahal saat itu udara sedang cukup bersahabat atau menggunakan AC di kamar? Kondisi ini memang cukup mengganggu, apalagi jika terjadi cukup sering. Apa penyebab berkeringat di malam hari dan bagaimana cara mengatasinya?

Mengapa tubuh bisa berkeringat di malam hari?

Tubuh yang berkeringat deras sewaktu tidur di malam hari tentunya membuat Anda merasa tak nyaman, terutama bila sudah terjadi berulang kali dan mengganggu waktu tidur.

Berkeringat saat tidur malam bisa berhubungan dengan beberapa penyakit atau kondisi medis. Di bawah ini adalah berbagai kondisi yang dapat menimbulkan keringat malam.

1. Menopause

Bagi wanita yang mengalami masa menopause mungkin akan sering mengalami keringat di malam hari. Kondisi ini dikenal dengan istilah hot flashes.

Penyebabnya yaitu penurunan kadar estrogen sehingga mengacaukan mekanisme tubuh dalam mengatur suhu. Kondisi ini dapat terjadi kapan pun, tetapi sering kali terjadi pada malam hari saat tidur.

Umumnya panas yang dialami wanita terjadi pada wajah, leher, dan dada. Selain kegerahan, gejala lain yang muncul yaitu kulit memerah, jantung berdetak lebih cepat, dan kesemutan pada ujung-ujung jari.

2. Gangguan tidur

Penyebab keringat di malam hari  juga bisa disebabkan karena gangguan tidur.

Hal ini didukung oleh salah satu penelitian dalam jurnal Sleep and Breath yang meneliti keringat saat malam hari pada beberapa kelompok. Kelompok tersebut adalah perempuan, obesitas, dan penderita obstructive sleep apnea.

Hasilnya, kelompok penderita obstructive sleep apnea mengalami keringat malam hari lebih banyak dibandingkan dengan kelompok kontrol.

3. Infeksi

Banyak penyakit infeksi yang menyebabkan tubuh berkeringat. Salah satu infeksi yang paling sering menyebabkan keringat malam ialah tuberkulosis atau TBC.

Akan tetapi, tak hanya itu saja, infeksi bakteri seperti radang katup jantung (endokarditis), peradangan pada tulang (osteomielitis), dan HIV juga bisa menyebabkan Anda berkeringat di malam hari.

4. Obat-obatan

trifluoperazine

Obat-obatan tertentu seperti antidepresan, steroid, serta pereda nyeri, termasuk aspirin dan parasetamol, adalah jenis obat yang bisa membuat Anda berkeringat tengah malam. 

Selain itu, obat diabetes, tekanan darah tinggi, dan pengobatan untuk kanker dapat menyebabkan berkeringat saat tidur malam.

5. Gangguan hormon

Gangguan yang terkait dengan perubahan hormon juga dapat menjadi faktor terjadinya keringat deras di malam hari. Perubahan kadar hormon dapat memengaruhi regulasi suhu tubuh sehingga menyebabkan keringat berlebih terutama di malam hari. 

Beberapa masalah hormon yang berhubungan dengan kondisi ini adalah hipertiroidisme, diabetes, peningkatan gula darah, dan kadar hormon seks yang tidak normal.

6. Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah kondisi saat gula darah di dalam tubuh terlalu rendah. 

Kondisi ini bisa menyebabkan berkeringat di waktu yang tidak seharusnya, termasuk di malam hari. Hipoglikemia bisa terjadi pada orang dengan diabetes yang menjalani pengobatan karena ada risiko kadar gula darahnya tidak stabil.

7. Hiperhidrosis

Hiperhidrosis  adalah kondisi di mana seseorang mengalami keringat berlebihan pada area tubuh tertentu, seperti tangan, kaki, ketiak, atau wajah tanpa alasan yang jelas meski lingkungan sekitar tidak terlalu panas.

Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh berkeringat kapan pun, termasuk saat tidur di malam hari.

8. Gangguan kecemasan

Mengalami kecemasan sesekali dalam hidup merupakan hal yang wajar. Namun, hal ini bisa jadi gangguan jika seseorang mengalaminya secara berlebihan dan terus-menerus. 

Kondisi ini disebut dengan gangguan kecemasan yang kerap menunjukkan gejala berupa merasa gugup, gelisah, sulit tidur, berkeringat di malam hari, merasa kelelahan, dan sebagainya.

9. Obesitas

Obesitas juga merupakan salah satu penyebab berkeringat di malam hari. Hal ini karena orang yang obesitas cenderung memiliki lapisan lemak tambahan yang dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh saat tidur.

Selain itu, obesitas dapat berhubungan dengan perubahan hormon dan metabolisme yang dapat memengaruhi proses regulasi suhu tubuh.

10. Kanker limfoma

Salah satu jenis penyakit kanker yang paling umum dan bisa menyebabkan gerah di malam hari adalah kanker limfoma. Kanker ini menyerang kelenjar getah bening serta limfosit atau salah satu jenis sel darah putih di tubuh.

Selain keringat tengah malam, kanker limfoma memunculkan gejala lain seperti penurunan berat badan yang sangat drastis dan demam tanpa sebab.

11. Leukemia

Leukemia jenis kanker yang memengaruhi sel-sel darah putih yang merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. Selama mengalami infeksi ini, tubuh secara otomatis melawan infeksi sehingga menjadi penyebab kegerahan di malam hari.

Selain itu, selama pengobatan leukemia banyak efek samping obat-obatan yang menyebabkan peningkatan suhu tubuh. Hal inilah yang menyebabkan keringat di malam hari mengucur deras.

Cara menangani berkeringat di malam hari

berkeringat di wajah dan kepala

Cara mengatasi keringat di malam hari dilakukan berdasarkan penyebabnya. Langkah berikut bisa Anda coba untuk mengurangi gerah di malam hari.

  • Pastikan kamar tidur bersuhu dingin.
  • Gunakan baju yang berbahan tipis dan mudah menyerap keringat.
  • Mandi sebelum tidur untuk mengurangi suhu tubuh saat tidur.
  • Hindari makanan pedas, kafein, dan alkohol sebelum tidur.
  • Terapkan teknik relaksasi, seperti yoga atau meditasi untuk mengurangi stres dan kecemasan.

Bila keringat di malam hari tak kunjung reda dan disertai dengan gejala lain segera pemeriksaan dengan dokter. Gejala tersebut berupa hal-hal seperti ini.

  • Keringat malam terjadi berulang kali dan semakin sering.
  • Mengganggu tidur Anda hingga harus berganti pakaian.
  • Disertai demam, penurunan berat badan, nyeri, atau gejala lainnya.
  • Baru terjadi setelah lewat berbulan-bulan atau bertahun-tahun dari masa menopause.

Dengan melakukan pemeriksaan, Anda akan mengetahui penyebab pasti dari kondisi tersebut dan mendapatkan perawatan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Widya Citra Andini · Tanggal diperbarui 08/11/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan