home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kenapa Vitamin C Dosis Tinggi Bahaya untuk Ginjal?

Kenapa Vitamin C Dosis Tinggi Bahaya untuk Ginjal?

Vitamin C berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, kelebihan konsumsi vitamin C bisa bahaya untuk ginjal. Ini karena fungsi ginjal yaitu mengeluarkan kelebihan nutrisi dari tubuh, termasuk vitamin C. Simak informasi lengkapnya di sini.

Kenapa kelebihan vitamin C bahaya untuk ginjal?

batu ginjal akibat overdosis vitamin c

Vitamin C termasuk jenis vitamin yang penting bagi tubuh. Senyawa antioksidan dari vitamin C membantu melindungi sel-sel tubuh dari efek radikal bebas, yang dapat memicu timbulnya penyakit kronis.

Tubuh tidak mampu memproduksi dan menyimpan vitamin C sendiri, sehingga Anda umumnya akan memenuhi kebutuhan nutrisi ini melalui asupan makanan dan suplemen oral.

Konsumsi makanan yang mengandung vitamin C, seperti jeruk, kiwi, stroberi, tomat, brokoli, paprika, dan kentang, sebenarnya sudah cukup memenuhi kebutuhan harian tubuh.

Menambahkan suplemen oral bisa saja membuat tubuh Anda kelebihan vitamin C. Pada kondisi inilah ginjal akan berfungsi menyaring dan membuang kelebihan nutrisi melalui urine.

Sebuah studi dalam American Journal of Kidney Diseases memaparkan pengaruh penggunaan suplemen vitamin C (asam askorbat) dosis tinggi secara terus-menerus terhadap ginjal.

Penelitian pada 2017 yang melibatkan partisipan 156.735 wanita dan 40.536 pria ini, menunjukkan adanya peningkatan risiko penyakit batu ginjal, terutama pada partisipan pria.

Vitamin C bisa menimbulkan risiko bahaya untuk ginjal Anda, karena organ tubuh ini akan bekerja dengan mengubah nutrisi dari suplemen vitamin C menjadi oksalat.

Saat kalsium bergabung dengan oksalat dalam urine, kondisi ini bisa memicu pembentukan batu kalsium oksalat. Jenis batu ini yang sering ditemukan pada penderita batu ginjal.

Beberapa batu ginjal berukuran kecil mungkin larut dengan urine saat Anda buang air kecil. Jika ukurannya cukup besar, hal ini bisa memicu gangguan pada ginjal dan saluran kemih.

Menurut National Kidney Foundation, ada sejumlah gejala yang umumnya Anda rasakan saat mengalami batu ginjal, seperti:

  • sakit parah pada kedua sisi punggung bawah,
  • rasa sakit yang samar di sekitar ginjal,
  • sakit perut yang tidak kunjung hilang,
  • urine berdarah (hematuria),
  • mual atau muntah,
  • demam dan menggigil, dan
  • urine berbau tidak enak atau terlihat keruh.

Batu ginjal akan mulai terasa sakit ketika menyebabkan iritasi dan penyumbatan. Kondisi ini bisa berkembang dengan cepat hingga menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

Minum air rutin, obat pereda nyeri, dan terapi medis tertentu umumnya akan dokter berikan apabila Anda memiliki batu ginjal, tetapi tidak menujukkan gejala serius.

Namun pada gejala yang parah, dokter spesialis urologi akan menentukan diagnosis dan perawatan medis yang tepat sesuai dengan kondisi yang Anda alami.

Berapa banyak kebutuhan vitamin C harian?

kelebihan vitamin c

Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan RI tahun 2019 mengatur kebutuhan vitamin C harian dalam setiap tahapan usia.

Kebutuhan vitamin C harian untuk laki-laki dewasa berusia di atas 18 tahun, yakni sekitar 90 mg per hari. Sementara wanita dewasa hanya membutuhkan sekitar 75 mg per hari.

Lain halnya dengan kebutuhan vitamin C anak-anak sekitar 40 – 45 mg per hari dan remaja sekitar 50 – 75 mg per hari. Pada Ibu hamil dan menyusui, kebutuhan zat gizi mikro ini meningkat mulai dari 85 – 120 mg per hari.

Suplemen vitamin C yang tersedia di pasaran memiliki dosis tinggi, mulai dari 500 mg hingga 1.000 mg. Ini artinya, suplemen bisa memberikan 10 kali atau lebih dari kebutuhan harian Anda.

Selain itu, para ahli juga menyarankan batas atas dosis vitamin C yaitu 2.000 mg per hari. Overdosis vitamin C dalam jangka panjang bisa menyebabkan penyakit batu ginjal.

Selain risiko vitamin C yang merusak ginjal, kelebihan asupan nutrisi ini juga bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, antara lain:

  • mual dan muntah,
  • diare,
  • maag,
  • kram perut atau kembung,
  • kelelahan dan kantuk,
  • insomnia,
  • sakit kepala, dan
  • kulit memerah.

Secara umum, kebanyakan orang mampu memenuhi kebutuhan vitamin C harian melalui asupan diet sehat. Memilih suplemen vitamin C dosis rendah pun bisa jadi alternatif lainnya.

Namun, jika Anda khawatir akan bahaya vitamin C untuk kesehatan ginjal, konsultasikan ke dokter atau ahli gizi untuk menentukan dosis dan aturan penggunaan yang sesuai.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kidney Stones. National Kidney Foundation. (2020). Retrieved 3 August 2021, from https://www.kidney.org/atoz/content/kidneystones 

Skerrett, P. (2013). High-dose vitamin C linked to kidney stones in men – Harvard Health. Harvard Health. Retrieved 3 August 2021, from https://www.health.harvard.edu/blog/high-dose-vitamin-c-linked-to-kidney-stones-in-men-201302055854 

Vitamin C. Mayo Clinic. (2020). Retrieved 3 August 2021, from https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-vitamin-c/art-20363932

How much vitamin C is too much?. Mayo Clinic. (2020). Retrieved 3 August 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/vitamin-c/faq-20058030 

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Retrieved 3 August 2021, from http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf

Jiang, K., Tang, K., Liu, H., Xu, H., Ye, Z., & Chen, Z. (2019). Ascorbic Acid Supplements and Kidney Stones Incidence Among Men and Women: A systematic review and meta-analysis. Urology journal, 16(2), 115–120. https://doi.org/10.22037/uj.v0i0.4275 

Ferraro, P. M., Curhan, G. C., Gambaro, G., & Taylor, E. N. (2016). Total, Dietary, and Supplemental Vitamin C Intake and Risk of Incident Kidney Stones. American journal of kidney diseases : the official journal of the National Kidney Foundation, 67(3), 400–407. https://doi.org/10.1053/j.ajkd.2015.09.005

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 12/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro