3 Hal yang Terjadi Kalau Anda Kebanyakan Konsumsi Vitamin C

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apa yang orangtua Anda sarankan bila Anda mengalami tanda-tanda akan terkena flu atau batuk? Bukankah Anda disarankan untuk segera mengonsumsi vitamin C? Lalu apa yang akan Anda lakukan untuk mencerahkan kulit wajah Anda yang mulai terlihat kusam? Apakah Anda akan mulai menggunakan serum vitamin C? Vitamin C memang diketahui memiliki banyak manfaat, namun adakah dampak bila kebanyakan mengonsumsi vitamin C?

Vitamin C adalah vitamin yang biasa digunakan untuk mencegah dan mengatasi batuk dan pilek pada umumnya, mengatasi infeksi seperti  penyakit gusi, jerawat dan infeksi kulit, tuberkulosis, disentri, mencegah katarak, karies gigi, sembelit, bronkitis, dan masih banyak lagi. Vitamin C juga dibutuhkan untuk perkembangan dan fungsional banyak bagian di dalam tubuh. Selain itu, vitamin C juga memiliki peran penting dalam pemeliharaan sistem imun tubuh manusia.

Vitamin ini bisa didapatkan dari banyak sumber. Namun para peneliti lebih menyarankan untuk mengonsumsinya secara langsungi melalui sayur-sayuran dan buah-buahan dibandingkan melalui suplemen.

Apa dampak dari kebanyakan mengonsumsi vitamin c?

Bagi kebanyakan orang, mengonsumsi sebuah jeruk atau segelas jus stroberi mungkin cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin C tubuh selama satu hari. Dosis berlebihan vitamin C dalam tubuh sendiri akan dengan mudah terbuang bersama dengan pengeluaran urin nantinya, karena sifatnya yang mudah terlarut dalam cairan.

Namun bagi orang dewasa, akan sangat disarankan untuk melakukan diet konsumsi vitamin C sebesar 65 hingga 90 miligram atau maksimal 2000 miligram per hari, termasuk 35 miligram bagi seorang perokok aktif.

Kebanyakan mengonsumsi vitamin C juga ternyata mampu mengurangi efektivitas beberapa pengobatan tertentu serta memberi dampak kebalikan dari manfaatnya. Misalnya, pada dosis tertentu, vitamin C dapat digunakan untuk mencegah penyakit katarak. Namun mengonsumsi vitamin C dalam dosis yang berlebihan, justru dapat meningkatkan risiko Anda terpapar katarak. Beberapa dampak kebanyakan mengonsumsi vitamin C lain adalah:

1. Gangguan saluran pencernaan

Kebanyakan mengonsumsi vitamin C dapat mengganggu saluran pencernaan. Perilaku ini juga berpotensi menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan dan diare. Kondisi berkelanjutan dapat menimbulkan gejala seperti muntah-muntah hingga menyebabkan Anda dehidrasi, merasa lemas, berkurangnya volume urin yang dikeluarkan tubuh, hingga menurunkan tekanan darah dan ketidakseimbangan mineral yang terkandung dalam tubuh.

2. Batu ginjal

Vitamin C dihancurkan dalam tubuh menjadi suatu substansi yang dikenal dengan sebutan oksalat. Beberapa oksalat mungkin bisa dikeluarkan bersama dengan pengeluaran urin, namun kandungan oksalat yang tinggi dalam urin dapat memicu terjadinya batu ginjal.

3. Hemokromatosis

Hemokromatosis adalah salah satu penyakit genetik di mana tubuh menyerap terlalu banyak zat besi dari makanan yang masuk ke dalam tubuh. Penyakit ini sering kali menyerang hati, jantung, dan pankreas. Kelebihan kandungan vitamin C dalam tubuh dapat memperburuk kondisi hemokromatosis. Hal ini dikarenakan vitamin C berperan dalam penyerapan zat besi yang terjadi dalam tubuh.

Bagaimana menangani overdosis vitamin C?

Selain dengan melakukan diet vitamin C, beberapa literatur mengungkapkan bahwa meningkatkan volume minum air putih akan membantu menangani overdosis vitamin C. Sedangkan untuk menangani gejala overdosis vitamin C, biasanya berfokus pada gejala yang ditimbulkan. Contohnya, jika gejala yang ditimbulkan adalah diare, maka langkah yang akan diambil untuk menangani kondisi tersebut adalah dengan pemberian obat anti-diare.

BACA JUGA:

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Bahaya Merokok Terhadap Daya Tahan Tubuh Manusia

    Kenapa perokok lebih gampang sakit? Merokok ternyata memiliki dampak berbahaya terhadap daya tahan tubuh. Lalu apa yang bisa dilakukan?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Berhenti Merokok, Hidup Sehat 20 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

    6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

    Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Segudang Manfaat Daun Sirih Hijau dan Merah yang Sayang Dilewatkan

    Anda pasti sudah akrab dengan manfaat daun sirih untuk hentikan mimisan. Meski begitu, masih ada banyak lagi khasiat daun sirih untuk kesehatan. Penasaran?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

    11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

    Ternyata menonton film sedih bukan cuma membuat kita menangis, tapi ada juga manfaat lainnya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    penyakit kuku dan masalah pada kuku

    Penyakit pada Kuku yang Perlu Diwaspadai

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Tiara Putri
    Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
    mencium bau

    Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    memotong kuku

    Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    sakit kepala setelah makan

    Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit