home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengapa Kulit Hitam Terjadi pada Pasien Gagal Ginjal?

Mengapa Kulit Hitam Terjadi pada Pasien Gagal Ginjal?

Penyakit ginjal, terutama gagal ginjal, dapat menimbulkan masalah kulit yang dipicu oleh berbagai hal, seperti pengobatan dan kondisi terkait. Salah satunya yaitu kulit menghitam. Lantas, mengapa kulit hitam kerap dijumpai pada penderita gagal ginjal?

Alasan kulit hitam terjadi pada penderita gagal ginjal

Tahukah Anda bahwa banyak pasien penyakit ginjal yang mengalami berbagai masalah kulit? Faktanya, sekitar 50 – 100% pasien gagal ginjal stadium akhir setidaknya menderita satu kelainan kulit, terutama kulit yang menghitam, alias hiperpigmentasi kulit.

di bawah ini sejumlah penyebab kulit hitam cenderung dialami oleh penderita gagal ginjal.

Penurunan fungsi ginjal

Umumnya, kulit hitam pada penderita gagal ginjal terjadi akibat penurunan fungsi ginjal. Akibatnya, racun menumpuk di dalam tubuh.

Pigmentasi (munculnya bercak berwarna kegelapan) juga dapat disebabkan oleh produksi melanin (zat pemberi warna) yang meningkat akibat fungsi ginjal yang tidak bekerja dengan baik.

Selain kulit yang mengitam, penderita gagal ginjal pun berisiko mengalami perubahan warna kulit lainnya, seperti:

  • pucat atau tampak abu-abu,
  • kuning,
  • Beberapa area tampak lebih gelap,
  • kuning dengan kulit yang lebih tebal, atau
  • kista dan bintik-bintik yang terlihat seperti komedo putih.

Baik kulit tebal yang menguning maupun kista pada kulit penderita gagal ginjal biasanya disertai dengan rasa gatal dalam waktu yang lama.

Efek samping dari dialisis

dialisis

Normalnya, penderita gagal ginjal tahap akhir perlu menjalani dialisis (cuci darah) agar tubuhnya dapat mengeluarkan racun. Meski membantu meredakan gejala gagal ginjal, metode ini memiliki efek samping, yaitu memicu perubahan kulit.

Hal ini dikarenakan dialisis melibatkan proses cuci darah ketika tubuh tidak mampu melakukannya. Proses ini ternyata bisa menyebabkan kulit hitam pada pasien gagal ginjal.

Bahkan, sekitar 25 – 70% pasien yang menjalani cuci darah menderita masalah pigmentasi kulit. Terlebih lagi, semakin lama Anda menderita penyakit ginjal, semakin besar risiko terkena gangguan pigmentasi kulit, seperti kulit berwarna gelap.

Waspada, Ini Gejala Gagal Ginjal yang Harus Segera Ditangani

Masalah kulit lainnya pada penderita gagal ginjal

Selain kulit hitam yang dijumpai pada penderita gagal ginjal, ada sejumlah kelainan kulit lainnya yang kerap dialami. Di bawah ini daftarnya yang umum diderita oleh pasien penyakit ginjal, melansir American Academy of Dermatology.

1. Kulit kering (xerosis)

Kulit kering menjadi salah satu masalah kulit yang biasa terjadi pada pasien gagal ginjal stadium akhir. Hal ini dikarenakan gagal ginjal dapat mengubah kelenjar keringat dan kelenjar minyak, sehingga kulit menjadi lebih kering.

Sementara itu, kulit kering dapat memicu infeksi dan memperlambat proses penyembuhan luka pada kulit.

2. Kulit gatal

Pada kasus yang jarang, kulit hitam pada penderita gagal ginjal sering disertai dengan rasa gatal. Nyatanya, sekitar 50 – 90% pasien yang menjalani dialisis mengalami pruritus, yaitu kondisi ketika kulit mengalami rasa gatal yang amat parah.

Rasa gatal ini biasanya akan semakin parah pada malam hari dan dapat terjadi di seluruh kulit maupun bagian-bagian tertentu, seperti perut, kepala, dan lengan.

3. Ruam kulit

Bila ginjal tidak dapat membuang racun dari tubuh, ruam pada kulit mungkin akan berkembang. Ruam dapat terjadi pada pasien gagal ginjal tahap akhir yang sering ditandai dengan:

  • benjolan kecil,
  • memiliki bentuk seperti kubah, dan
  • terasa sangat gatal.

Meski satu benjolan hilang, ruam baru bisa terbentuk. Terkadang, benjolan-benjolan kecil dapat menyatu dan membentuk benjolan yang lebih kasar dan menonjol.

4. Kulit terlalu kencang untuk dicubit

Bila kulit hitam dan terasa kencang terjadi pada pasien gagal ginjal, waspadalah. Kondisi ini sebenarnya efek samping yang cukup langka dan dapat dialami usai menjalani pemeriksaan MRI atau tes lain yang membutuhkan pewarna kontras.

Pewarna kontras berfungsi mendapatkan gambar yang lebih jelas di organ dalam tubuh, seperti pembuluh darah. Salah satu pewarna kontras yang dapat memengaruhi kesehatan ginjal yaitu gadolinium.

Gadolinium dapat memicu sejumlah masalah kulit seperti:

  • kulit terasa keras dan tampak berkilau hingga terlalu kencang untuk dicubit,
  • tidak dapat menekuk lutut, siku, atau bagian lain dari tubuh sepenuhnya, serta
  • adanya sensasi ikatan pada kulit.

Walaupun demikian, kondisi ini termasuk efek samping yang jarang terjadi. Itu sebabnya, pasien penyakit ginjal perlu memberitahu kondisinya agar dokter bisa menyesuaikan pemeriksaan ginjal yang dibutuhkan.

Kulit hitam dan masalah kulit lainnya pada penderita gagal ginjal memang cukup umum dijumpai. Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter bila Anda menjumpai masalah di atas agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Fields, D. (2019). Renal Disease and Skin Problems. News-Medical. Retrieved 23 July 2021, from https://www.news-medical.net/health/Renal-Disease-and-Skin-Problems.aspx 

Robles-Mendez, J., Vazquez-Martinez, O., & Ocampo-Candiani, J. (2015). Skin manifestations of chronic kidney disease. Actas Dermo-Sifiliográficas (English Edition), 106(8), 609-622. doi: 10.1016/j.adengl.2015.09.001. Retrieved 23 July 2021. 

Van de Velde-Kossmann, K. (2018). Skin Examination: An Important Diagnostic Tool in Renal Failure Patients. Blood Purification, 45(1-3), 187-193. doi: 10.1159/000485156. Retrieved 23 July 2021. 

Kidney Disease: 11 Ways It Can Affect Your Skin. (n.d). American Academy of Dermatology. Retrieved 23 July 2021, from https://www.aad.org/public/diseases/a-z/kidney-disease-warning-signs 

Skin Problems and Dialysis. (n.d). Davita Kidney Care. Retrieved 23 July 2021, from https://www.davita.com/treatment-services/dialysis/on-dialysis/skin-problems-and-dialysis

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 30/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan