home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bahaya Meludah Sembarangan Bagi Kesehatan Orang di Sekitar

Bahaya Meludah Sembarangan Bagi Kesehatan Orang di Sekitar

Melihat orang yang sering meludah sembarangan di jalanan bukanlah pemandangan yang ingin dilihat bagi banyak orang begitu mereka menginjakkan kaki ke luar rumah. Dari sudut pandang medis, meludah bukan hanya sekedar masalah sosial, namun bisa menimbulkan potensi bahaya bagi lingkungan.

Banyak penyakit menular yang bisa berpindah dari satu orang ke orang lain melalui kontak dengan air liur dan dahak, seperti seperti saat batuk atau bersin. Itu sebabnya Singapura memberikan denda yang tidak main-main bagi mereka yang berani sembarangan meludah di tempat umum — hingga hampir 10 juta rupiah!

Berbagai penyakit yang bisa disebarkan akibat sering meludah sembarangan

Risiko penularan organisme menular kepada orang lain melalui air liur termasuk kecil, ungkap Michael Benninger, MD, dilansir dari Cleveland Clinic. Ini karena air liur memiliki antibodi dan enzim yang menurunkan risiko penularan.

Namun, kuman dan bakteri yang hadir dalam liur seseorang bisa tetap hidup dalam waktu lama bahkan setelah diludahkan, yang bisa meningkatkan risiko penularan. Sejumlah virus dan bakteri dapat bertahan hingga 6 jam di udara dan lebih dari 24 jam jika kondisi lingkungan tumbuh kembang yang optimal. Belum lagi jika mempertimbangkan ketahanan tubuh orang-orang di sekitar yang tentu beragam.

Kebiasaan sering meludah sembarangan harus tetap dipertimbangkan sebagai salah satu faktor risiko penyebaran penyakit, terutama di wilayah-wilayah yang masih rentan penularan penyakit menular. Menurut para ahli kesehatan, dahak dari pasien yang terinfeksi dapat menyebarkan penyakit pernapasan yang ditularkan lewat udara seperti tuberkulosis, pneumonia, dan influenza (termasuk flu burung, MERS, SARS, dan flu babi). Kuman-kuman ini bisa saja berpindah dari ludah di jalanan dan masuk ke hidung, tenggorokan, dan paru-paru orang sekitarnya.

Tuberkulosis bisa disebarkan lewat ludah dan dahak yang dibuang sembarangan

Ambil contoh tuberkulosis atau TB, Sampai saat ini Indonesia masih menjadi negara penyumbang TB terbesar ketiga di Asia setelah Cina dan India. Sebanyak 0,24% penduduk Indonesia menderita penyakit ini. TB menjadi infeksi penyebab kematian nomor satu di Indonesia.

Tuberkulosis ditularkan melalui droplet air dari batuk atau dahak yang diludahkan penderita. Droplet yang mengandung kuman ini kemudian dihirup oleh orang lain. Bakteri TB dapat bertahan dalam udara bebas selama 1-2 jam, tergantung dari ada tidaknya paparan sinar matahari, kelembapan, dan ventilasi. Pada kondisi gelap dan lembap, kuman TB dapat bertahan berhari-hari, bahkan sampai berbulan-bulan.

Faktanya, banyak orang yang sebenarnya sudah pernah mengalami paparan dengan kuman TB selama hidupnya. Namun hanya 10% orang yang terinfeksi TB akan menderita penyakit ini. Dan meski pada kebanyakan orang dengan sistem imun yang kuat infeksi TB dapat sembuh sendiri tanpa meninggalkan sisa, tak jarang pula infeksi ini bisa sembuh dengan masih meninggalkan jejak. Setidaknya 10 persen di antara eks-pasien TB bisa kembali kambuh di masa depan dikarenakan kuman yang sempat “tertidur” dalam tubuh jadi kembali aktif menular.

Selain TB dan beragam jenis flu, sering meludah di jalanan juga dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit lainnya, seperti mononeucleosis (mono) yang disebarkan oleh virus Epstein-Barr, herpes tipe 1, hepatitis B dan C, serta cytomegalovirus. Penyakit-penyakit ini dapat menyebar lewat kontak dengan air liur dan dahak milik si penderita.

Ayo, jangan egois! Stop kebiasaan meludah di tempat umum!

Banyak dari kuman penyakit ini pula yang dapat bertahan hidup dalam tubuh eks-penderita dalam kondisi nonaktif, dan bisa hidup kembali suatu saat nanti begitu dipicu oleh satu dan lain hal. Sebuah faktor yang seringnya terabaikan saat Anda cuek meludah di jalanan tanpa memerhatikan perasaan orang lain.

Hmm.. Dengan begini, apakah nantinya Indonesia juga akan ikut Singapura menerapkan hukum denda untuk orang-orang yang sering meludah sembarangan, ya?

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Spitting to blame for spread of disease http://www.dnaindia.com/health/report-spitting-to-blame-for-spread-of-disease-2052005

Does Saliva Have Health Risks? 3 Ways Germs Can Spread https://health.clevelandclinic.org/2016/06/does-saliva-have-health-risks-3-ways-germs-can-spread/

Communicable Diseases That Are Spread Through Saliva http://www.livestrong.com/article/168769-communicable-diseases-that-are-spread-through-saliva/

Saliva and Viral Infections https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26662485

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Tanggal diperbarui 27/05/2017
x