home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bakteri di Mulut yang Membahayakan Kesehatan

Bakteri di Mulut yang Membahayakan Kesehatan

Kebanyakan orang belum menyadari bahayanya bakteri yang ada di dalam mulut. Bakteri-bakteri tersebut sebenarnya tak akan bermasalah jika jumlahnya seimbang dan hidup harmonis. Tapi, begitu muncul gangguan seperti karies (gigi berlubang), penyakit penyangga gigi (periodontal), atau terdapat infeksi, maka kondisi ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih serius.

Seperti yang dinyatakan oleh Dr. Walter Loesche, ilmuwan di University of Michigan, rata-rata manusia menelan air liur sebanyak 1 liter (1.000 ml) per harinya. Dalam 1 ml terkandung 100 juta mikroba, berarti akan terdapat 100 miliar mikroba dalam 1.000 ml air liur yang kita telan. Perlu kita ketahui bahwa mikroba yang hidup di mulut ada sebanyak 20 miliar pada awalnya, dan akan berlipat ganda dalam 24 jam sebanyak 5 kali lipat, yaitu menjadi 100 miliar setiap harinya.

Apa saja yang dapat meningkatkan jumlah bakteri dalam mulut?

Dr. Loesche mengatakan bahwa jika kita tidak menggosok gigi, mikroorganisme oral yang mulanya berjumlah 20 miliar akan menjadi 100 miliar. Jumlah itu bukan merupakan jumlah yang pasti, bisa jadi bakteri berkembang semakin banyak. Di bawah ini merupakan hal-hal yang dapat memicu perkembangan bakteri:

  1. Suhu
  2. Potensial REDOX atau anaerobiosis (bentuk kehidupan yang berkelanjutan tanpa adanya oksigen)
  3. pH (tingkat asam basa)
  4. Nutrisi (endogen & eksogen (diet))
  5. Pertahanan tubuh (bawaan & akusisi)
  6. Genetika tubuh (perubahan respon imun, dll.)
  7. Zat antimikroba & inhibitor (penghambat)

Jenis-jenis bakteri mulut yang membahayakan

Dari sekian banyak bakteri di dalam mulut, ada yang merupakan bakteri baik dan bakteri jahat. Berikut ini adalah jenis-jenis bakteri negatif yang paling utama:

  • Phorphyromonas: P. gingivalis, patogen periodontal utama
  • Pevotella: P. intermedia, pantogen periodontal
  • Fusobacterium: F. nucleatum, periodontal pathogen
  • Antinobacillus/Aggregatibacter: A. actinomycetemcomitans, tergabung dalam periodontitis agresif
  • Treponema: T. denticola, kelompok penting dalam kondisi periodontal akut, seperti ANUG
  • Neisseria
  • Veillonella

Apa saja penyakit yang dapat muncul akibat bakteri di mulut?

Periodontitis

Periodontitis merupakan infeksi rongga mulut yang sering dijumpai di masyarakat. Periodontitis dianggap sebagai penyakit nomor dua di dunia setelah pembusukan gigi. Periodontitis sebagian besar disebabkan oleh iritasi bakteri patogen spesifik seperti phorphyromonas gingivalis, prevotella intermedia, bacteriodes forsytus, dan actinobacillus actinomycetemcomitans.

Tingkat keparahan dan peningkatan kemunculan periodontitis dapat meningkat pada orang yang mengidap diabetes dan akan lebih buruk apabila diabetes kurang terkontrol. Periodontitis dapat memperburuk diabetes dengan mengurangi kontrol glikemik (pengontrol peningkatan gula darah).

Penyakit jantung

Orang yang memiliki risiko periodontitis juga akan berisiko terkena penyakit jantung. Namun, jika orang tersebut sudah terkena periodontitis, maka ia akan berisiko 2 kali lipat terkena penyakit jantung. Peran infeksi dan peradangan pada aterosklerosis (kondisi penyempitan pembuluh darah) semakin jelas.

Peradangan periodontitis kronis adalah salah satu infeksi pada manusia yang paling umum dengan sebanyak 10-15% populasi mengalami kelanjutan dari penyakit periodontal, yaitu penyakit jantung. Dalam konteks penyakit jantung, individu dengan periodontitis dilaporkan memiliki peningkatan risiko penyakit, termasuk koroner, stroke, infark miokard (serangan jantung) ,dan aterosklerosis. Selanjutnya penelitian menunjukkan bahwa beban bakteri P.gingivalis, A.actinomycetemcomitans, T.denticola, dan Tannarella forythia dalam sampel plak subgingiva dapat dikaitkan dengan penebalan intima-media (disfungsi pembuluh koroner jantung).

Kondisi kronis peradangan dan beban terhadap mikroba juga dapat membuat seseorang menjadi rentan terkena penyakit jantung yang disebabkan infeksi lain oleh bakteri Chlamydia pneumoniae.

BACA JUGA:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Oral Bacteria: How many? How fast? http://www.rdhmag.com/articles/print/volume-29/issue-7/columns/the-landers-file/oral-bacteria-how-many-how-fast.html

Mouth Infection http://emedicine.medscape.com/article/1081424-overview

Cardiovascular Disease and The Role of Oral Bacteria http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3084572/

Systemic Disease Caused by Oral Infection http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC88948/

Link Between Oral & General Health http://www.dentalhealth.ie/dentalhealth/causes/general.html

Hasyyati, Ashri. 2014. Mikrobiologi Dalam Rongga Mulut Penyebab Munculnya Penyakit Periodontitis. Banda Aceh: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Foto Penulis
Ditulis oleh Adinda Rudystina pada 27/06/2016
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x