home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Bakteri di Mulut yang Membahayakan Kesehatan

Bakteri di Mulut yang Membahayakan Kesehatan

Tahukah Anda bahwa di dalam mulut manusia, ada sekitar 6 miliar bakteri dengan ratusan spesies yang berbeda? Tidak perlu khawatir karena sebagian besar bakteri tersebut tidak selalu menyebabkan masalah kesehatan. Namun, jika tidak menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan baik, akan timbul berbagai gangguan kesehatan akibat bakteri. Untuk tahu selengkapnya mengenai bakteri yang ada di dalam mulut, simak di bawah ini.

Seperti apa perkembangan bakteri di mulut?

Menurut British Dental Journal, ada lebih dari 700 spesies bakteri yang berkoloni di mulut dan gigi manusia.

Rata-rata manusia menelan air liur sebanyak 1 liter (1.000 ml) per harinya. Dalam 1 ml terkandung 100 juta mikroba, berarti akan terdapat 100 miliar mikroba dalam 1.000 ml air liur yang kita telan.

Perlu kita ketahui bahwa mikroba yang hidup di mulut ada sebanyak 20 miliar pada awalnya, dan akan berlipat ganda dalam 24 jam sebanyak 5 kali lipat, yaitu menjadi 100 miliar setiap harinya.

Jika tidak rajin menggosok gigi, mikroorganisme oral yang mulanya berjumlah 20 miliar akan menjadi 100 miliar. Jumlah itu bukan merupakan jumlah yang pasti, bisa jadi bakteri berkembang semakin banyak.

Kebanyakan orang belum menyadari bahayanya bakteri yang ada di dalam mulut. Bakteri-bakteri tersebut sebenarnya tak akan bermasalah jika jumlahnya seimbang dan hidup harmonis.

Tetapi, begitu muncul gangguan seperti karies (gigi berlubang), penyakit gusi parah (periodontitis), atau terdapat infeksi, keberadaan bakteri di mulut bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih serius.

Di bawah ini merupakan hal-hal yang dapat memicu perkembangan bakteri:

  • Suhu
  • Potensial REDOX atau anaerobiosis (bentuk kehidupan yang berkelanjutan tanpa adanya oksigen)
  • pH (tingkat asam basa)
  • Nutrisi
  • Pertahanan tubuh
  • Kondisi genetik tubuh
  • Zat antimikroba & inhibitor (penghambat)

Jenis-jenis bakteri di mulut yang membahayakan

Dari sekian banyak bakteri, ada yang tergolong bakteri baik dan bakteri jahat. Berikut ini adalah jenis-jenis bakteri yang paling sering menimbulkan masalah kesehatan, khususnya di mulut:

  • Phorphyromonas: P. gingivalis, patogen periodontal utama
  • Pevotella: P. intermedia, pantogen periodontal
  • Fusobacterium: F. nucleatum, periodontal pathogen
  • Antinobacillus/Aggregatibacter: A. actinomycetemcomitans, tergabung dalam periodontitis agresif
  • Treponema: T. denticola, kelompok penting dalam kondisi periodontal akut, seperti ANUG
  • Neisseria
  • Veillonella

Apa saja penyakit yang dapat muncul akibat bakteri di mulut?

Dari beragam jenis bakteri tersebut, berbagai macam penyakit juga dapat timbul. Namun, jangan salah. Tidak hanya mulut yang bisa terkena penyakit karena bagian tubuh lain juga dapat terpengaruh oleh bakteri dari mulut.

Berikut adalah penyakit yang paling sering muncul akibat infeksi bakteri dari mulut:

1. Periodontitis

Periodontitis merupakan infeksi rongga mulut yang sering dijumpai di masyarakat. Periodontitis dianggap sebagai penyakit nomor dua di dunia setelah pembusukan gigi.

Periodontitis sebagian besar disebabkan oleh iritasi bakteri patogen spesifik seperti phorphyromonas gingivalis, prevotella intermedia, bacteriodes forsytus, dan actinobacillus actinomycetemcomitans.

Tingkat keparahan dan peningkatan kemunculan periodontitis dapat meningkat pada orang yang mengidap diabetes dan akan lebih buruk apabila diabetes kurang terkontrol.

Periodontitis dapat memperburuk diabetes dengan mengurangi kontrol glikemik (pengontrol peningkatan gula darah).

2. Penyakit jantung

Orang yang memiliki risiko periodontitis juga akan berisiko terkena penyakit jantung. Namun, jika orang tersebut sudah terkena periodontitis akibat bakteri di mulut, ia akan berisiko 2 kali lipat terkena penyakit jantung.

Peran infeksi dan peradangan pada aterosklerosis (kondisi penyempitan pembuluh darah) semakin jelas.

Peradangan periodontitis kronis adalah salah satu infeksi pada manusia yang paling umum dengan sebanyak 10-15% populasi mengalami kelanjutan dari penyakit periodontal, yaitu penyakit jantung.

Dalam konteks penyakit jantung, individu dengan periodontitis dilaporkan memiliki peningkatan risiko penyakit, termasuk koroner, stroke, infark miokard (serangan jantung) ,dan aterosklerosis.

Selanjutnya penelitian menunjukkan bahwa beban bakteri P. gingivalis, A. actinomycetemcomitans, T .denticola, dan Tannarella forythia dalam sampel plak subgingiva dapat dikaitkan dengan penebalan intima-media (disfungsi pembuluh koroner jantung).

Kondisi kronis peradangan dan beban terhadap mikroba juga dapat membuat seseorang menjadi rentan terkena penyakit jantung yang disebabkan infeksi lain oleh bakteri Chlamydia pneumoniae.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How, K. Y., Song, K. P., & Chan, K. G. (2016). Porphyromonas gingivalis: An Overview of Periodontopathic Pathogen below the Gum Line. Frontiers in microbiology, 7, 53. https://doi.org/10.3389/fmicb.2016.00053

Kilian, M., Chapple, I., Hannig, M., Marsh, P., Meuric, V., & Pedersen, A. et al. (2016). The oral microbiome – an update for oral healthcare professionals. British Dental Journal, 221(10), 657-666. https://doi.org/10.1038/sj.bdj.2016.865

Baker, J., & Edlund, A. (2019). Exploiting the Oral Microbiome to Prevent Tooth Decay: Has Evolution Already Provided the Best Tools?. Frontiers In Microbiology, 9. https://doi.org/10.3389/fmicb.2018.03323

Almeida, V., Azevedo, J., Leal, H., Queiroz, A., da Silva Filho, H., & Reis, J. (2020). Bacterial diversity and prevalence of antibiotic resistance genes in the oral microbiome. PLOS ONE, 15(9), e0239664. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0239664

Gao, L., Xu, T., Huang, G., Jiang, S., Gu, Y., & Chen, F. (2018). Oral microbiomes: more and more importance in oral cavity and whole body. Protein & Cell, 9(5), 488-500. https://doi.org/10.1007/s13238-018-0548-1

Li, X., Kolltveit, K. M., Tronstad, L., & Olsen, I. (2000). Systemic diseases caused by oral infection. Clinical microbiology reviews, 13(4), 547–558. https://doi.org/10.1128/CMR.13.4.547

Krishnan, K., Chen, T., & Paster, B. J. (2017). A practical guide to the oral microbiome and its relation to health and disease. Oral diseases, 23(3), 276–286. https://doi.org/10.1111/odi.12509

Oral health: A window to your overall health – Mayo Clinic. (2019). Retrieved September 27, 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/dental/art-20047475 

Mouth Microbes: The Helpful and the Harmful – National Institutes of Health. (2019). Retrieved September 27, 2021, from https://newsinhealth.nih.gov/2019/05/mouth-microbes 

Good dental health may help prevent heart infection from mouth bacteria – American Heart Association. (2021). Retrieved September 27, 2021, from https://newsroom.heart.org/news/good-dental-health-may-help-prevent-heart-infection-from-mouth-bacteria 

Bacteria – Microbiology Society. (n.d.). Retrieved September 27, 2021, from https://microbiologysociety.org/why-microbiology-matters/what-is-microbiology/bacteria.html 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri