Bakteri di Mulut yang Membahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kebanyakan orang belum menyadari bahayanya bakteri yang ada di dalam mulut. Bakteri-bakteri tersebut sebenarnya tak akan bermasalah jika jumlahnya seimbang dan hidup harmonis. Tapi, begitu muncul gangguan seperti karies (gigi berlubang), penyakit penyangga gigi (periodontal), atau terdapat infeksi, maka kondisi ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih serius.

Seperti yang dinyatakan oleh Dr. Walter Loesche, ilmuwan di University of Michigan, rata-rata manusia menelan air liur sebanyak 1 liter (1.000 ml) per harinya. Dalam 1 ml terkandung 100 juta mikroba, berarti akan terdapat 100 miliar mikroba dalam 1.000 ml air liur yang kita telan. Perlu kita ketahui bahwa mikroba yang hidup di mulut ada sebanyak 20 miliar pada awalnya, dan akan berlipat ganda dalam 24 jam sebanyak 5 kali lipat, yaitu menjadi 100 miliar setiap harinya.

Apa saja yang dapat meningkatkan jumlah bakteri dalam mulut?

Dr. Loesche mengatakan bahwa jika kita tidak menggosok gigi, mikroorganisme oral yang mulanya berjumlah 20 miliar akan menjadi 100 miliar. Jumlah itu bukan merupakan jumlah yang pasti, bisa jadi bakteri berkembang semakin banyak. Di bawah ini merupakan hal-hal yang dapat memicu perkembangan bakteri:

  1. Suhu
  2. Potensial REDOX atau anaerobiosis (bentuk kehidupan yang berkelanjutan tanpa adanya oksigen)
  3. pH (tingkat asam basa)
  4. Nutrisi (endogen & eksogen (diet))
  5. Pertahanan tubuh (bawaan & akusisi)
  6. Genetika tubuh (perubahan respon imun, dll.)
  7. Zat antimikroba & inhibitor (penghambat)

Jenis-jenis bakteri mulut yang membahayakan

Dari sekian banyak bakteri di dalam mulut, ada yang merupakan bakteri baik dan bakteri jahat. Berikut ini adalah jenis-jenis bakteri negatif yang paling utama:

  • Phorphyromonas: P. gingivalis, patogen periodontal utama
  • Pevotella: P. intermedia, pantogen periodontal
  • Fusobacterium: F. nucleatum, periodontal pathogen
  • Antinobacillus/Aggregatibacter: A. actinomycetemcomitans, tergabung dalam periodontitis agresif
  • Treponema: T. denticola, kelompok penting dalam kondisi periodontal akut, seperti ANUG
  • Neisseria
  • Veillonella

Apa saja penyakit yang dapat muncul akibat bakteri di mulut?

Periodontitis

Periodontitis merupakan infeksi rongga mulut yang sering dijumpai di masyarakat. Periodontitis dianggap sebagai penyakit nomor dua di dunia setelah pembusukan gigi. Periodontitis sebagian besar disebabkan oleh iritasi bakteri patogen spesifik seperti phorphyromonas gingivalis, prevotella intermedia, bacteriodes forsytus, dan actinobacillus actinomycetemcomitans.

Tingkat keparahan dan peningkatan kemunculan periodontitis dapat meningkat pada orang yang mengidap diabetes dan akan lebih buruk apabila diabetes kurang terkontrol. Periodontitis dapat memperburuk diabetes dengan mengurangi kontrol glikemik (pengontrol peningkatan gula darah).

Penyakit jantung

Orang yang memiliki risiko periodontitis juga akan berisiko terkena penyakit jantung. Namun, jika orang tersebut sudah terkena periodontitis, maka ia akan berisiko 2 kali lipat terkena penyakit jantung. Peran infeksi dan peradangan pada aterosklerosis (kondisi penyempitan pembuluh darah) semakin jelas.

Peradangan periodontitis kronis adalah salah satu infeksi pada manusia yang paling umum dengan sebanyak 10-15% populasi mengalami kelanjutan dari penyakit periodontal, yaitu penyakit jantung. Dalam konteks penyakit jantung, individu dengan periodontitis dilaporkan memiliki peningkatan risiko penyakit, termasuk koroner, stroke, infark miokard (serangan jantung) ,dan aterosklerosis. Selanjutnya penelitian menunjukkan bahwa beban bakteri P.gingivalis, A.actinomycetemcomitans, T.denticola, dan Tannarella forythia dalam sampel plak subgingiva dapat dikaitkan dengan penebalan intima-media (disfungsi pembuluh koroner jantung).

Kondisi kronis peradangan dan beban terhadap mikroba juga dapat membuat seseorang menjadi rentan terkena penyakit jantung yang disebabkan infeksi lain oleh bakteri Chlamydia pneumoniae.                        

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

    Adakah dampak kesehatan tertentu jika kita makan makanan yang sama tiap harinya? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan tersebut?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Tips Makan Sehat, Nutrisi 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Tiba-Tiba Susah Kentut? Tak Perlu Pusing, Begini Cara Mengatasinya

    Pernah merasakan tidak bisa kentut? Tentu rasanya sangat mengganggu dan membuat perut terasa sakit. Tenang, atasi masalah susah kentut dengan cara alami ini

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

    9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

    Setiap rumah pasti ada semutnya. Apalagi rumah yang kotor. Jangan panik dulu, air lemon ternyata bisa jadi cara mengusir semut di rumah yang terjamin ampuh.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kebersihan Diri, Hidup Sehat 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

    Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    gula darah turun

    Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
    Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    mencium bau badan

    Kenapa, Sih, Kita Tidak Bisa Mencium Bau Badan Sendiri?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    ciri dan gejala infeksi parasit

    Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
    tidak enak badan

    6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit