Cara Mengatur Gaya Hidup Sehat untuk Penderita Autoimun

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ketika sistem imun menyerang sel sehat dalam tubuh karena salah mengkategorikan sel, sehingga dapat merugikan sistem kekebalan tubuh, kondisi ini dinamakan autoimun.

Sistem imun normal berperan sebagai pelindung tubuh dari virus, bakteri, dan berbagai ancaman dari luar agar tubuh tetap bekerja secara normal. Biasanya sistem imun dapat membedakan mana sel-sel yang ada dalam tubuh dan mana sel asing.

Apa yang menyebabkan seseorang mengalami autoimun?

Sebuah penelitian di tahun 2014 menunjukan, wanita lebih rentan terkena penyakit sistem kekebalan tubuh. Dengan perbandingan 2 banding 1 atau sekitar 6.4% wanita dan 2.7% pria. Penyakit autoimun tertentu seperti sklerosis dan lupus diturunkan karena riwayat keluarga.

Dokter belum tahu pasti apa yang menyebabkan seseorang menderita kelainan pada sistem kekebalan tubuh ini. Namun, para peneliti mencurigai faktor-faktor seperti keturunan, menu makanan, dan lingkungan yang mungkin menyebabkan kondisi ini.

Penyakit autoimun yang umum dan gejalanya

Gejala awal dari penyakit autoimun memiliki kemiripin antara satu dan yang lainnya. Di antaranya seperti selalu merasa lelah, rasa sakit pada otot, pembengkakan, dan terjadi kemerahan di beberapa bagian tubuh.

Gaya hidup untuk pengidap autoimun

Anda dapat mulai mempertimbangkan perubahan gaya hidup agar tetap bisa menjalankan aktivitas normal meskipun mengidap autoimun. Perlu diingat, belum ada pengobatan untuk sembuh dari penyakit ini.

Berikut gaya hidup sehat yang bisa diterapkan bagi penderita autoimun.

Mulai mengatur pola makan

Makanan sehat tentu mengandung gizi dan nutrisi yang lebih baik. Nutrisi yang baik dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh dan meringankan gejala autoimun. Makanan dengan kandungan rendah lemak yang seimbang sangat direkomendasikan.

Usahakan untuk melengkapi menu makanan Anda dengan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan juga makanan yang tinggi kalsium. Lebih baik lagi jika Anda berkonsultasi dengan dokter mengenai perubahan pola makan agar sesuai dengan penyakit yang diderita.

Olahraga secara teratur

Olahraga sangat vital bagi kesehatan tubuh luar maupun dalam. Anda setidaknya perlu berolahraga 30 menit setiap hari atau setidaknya 5-6 hari dalam seminggu. Jangan lupa untuk menanyakan pada dokter gerakan apa saja yang diperbolehkan dan aman bagi Anda.

Mengatur stres

Lakukan kegitan atau hobi yang dapat membantu mengurangi stres. Beberapa kegiatan yang dapat Anda lakukan sepeti yoga, meditasi, dan masih banyak lagi. Jika memiliki hobi, Anda dijamin tidak akan kesulitan untuk meredakan stres.

Tidur yang cukup

Ketika Anda tidak mendapatkan durasi tidur yang cukup, hal ini akan mengakibatkan tubuh tidak dalam kondisi terbaik. Meningkatnya stres adalah salah satu contoh dari kurang tidur. Stres dapat mengikabatkan berbagai masalah pada tubuh dan satu di antaranya adalah autoimun.

Targetkan untuk setidaknya mendapatkan waktu tidur selama tujuh jam setiap malam agar pikiran dapat kembali segar dan tubuh bisa memperbaiki kerusakan jaringan yang terjadi selama Anda beraktivitas.

Mengatur waktu lebih baik

Kelelahan merupakan gejala sekaligus penyebab dari autoimun yang sering terjadi. Ketika merasa bugar, seseorang biasanya langsung melakukan semua pekerjaan dalam waktu sesingkat mungkin. Padahal hal ini dapat membuat Anda semakin kelelahan.

Lebih baik atur waktu dengan menjadwalkan aktivitas secara seimbang. Prioritaskan mana yang lebih penting dan mana tugas yang dapat ditunda untuk dikerjakan terakhir.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mendeteksi Gejala HIV & AIDS Sesuai Dengan Stadiumnya

Gejala pada tahap awal saat baru terinfeksi HIV berbeda dengan saat penyakit sudah memasuki stadium 4. Apa saja gejala HIV dan AIDS?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
HIV/AIDS, Kesehatan Seksual 28 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Alasan Mengapa Radang Tenggorokan Itu Tanda Sistem Imun yang Lemah

Ketahui alasan mengapa radang tenggorokan bisa menjadi salah satu tanda yang menunjukan bahwa sistem imun Anda sedang lemah dan tidak bekerja optimal.

Ditulis oleh: Roby Rizki
Kesehatan THT, Gangguan Tenggorokan 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengulik Agranulositosis, Defisiensi Sel Darah Putih yang Bisa Berakibat Fatal

Agranulositosis adalah kondisi langka ketika kadar granulosit menjadi sangat rendah. Ini bisa terjadi karena keturunan ataupun didapat saat dewasa.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Sel Darah Putih 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pengobatan asam urat di rumah

9 Cara Ampuh Mengobati Asam Urat di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
cara meningkatkan leukosit lewat makanan penambah sel darah putih

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
stroke ringan

Stroke Ringan (Transient Ischaemic Attack)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
anatomi tubuh manusia

Anatomi Tubuh Manusia: Mengenal Sistem-Sistem Organ Manusia

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit