home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Olahraga Apa yang Baik Dilakukan Oleh Penderita Penyakit Lupus?

Olahraga Apa yang Baik Dilakukan Oleh Penderita Penyakit Lupus?

Penyakit lupus adalah penyakit kronis yang membuat sistem kekebalan tubuh tak bisa mengenali jaringan tubuhnya sendiri sehingga menyerangnya dan membuat jaringan tubuh yang normal menjadi rusak. Orang yang mengalami penyakit ini cepat merasa lelah, karena itu banyak yang menghindari untuk melakukan olahraga rutin. Padahal, olahraga rutin sudah menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap orang, bahkan bagi orang yang sedang sakit sekalipun.

Apa manfaat olahraga untuk penderita penyakit lupus?

Bila Anda sering mendengar bahwa olahraga hanya akan membuat kondisi penderita melemah, tentu hal itu tak sepenuhnya benar. Faktanya, olahraga tidak sama sekali membuat penyakit lupus semakin buruk. Justru, banyak hal yang bisa didapatkan jika seorang dengan penyakit lupus melakukan olahraga rutin. Berikut adalah berbagai macam manfaat olahraga untuk penyakit lupus:

1. Membuat tulang lebih kuat dan tubuh fleksibel

Salah satu gejala yang sering dialami oleh penderita lupus adalah nyeri otot dan otot menjadi kaku, sehingga diperlukan olahraga untuk membuatnya lebih fleksibel dan meringankan gejala tersebut.

2. Meningkatkan dan menjaga kesehatan mental

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa sekitar 60% orang yang mengalami penyakit kronis juga memiliki gangguan mental, entah itu depresi ringan sampai berat. Oleh karena itu, olahraga disarankan untuk membuat mental kembali sehat. Penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine juga menyatakan hal yang sama yaitu 20 menit aktivitas fisik dalam seminggu dapat memperbaiki gangguan mental pada pasien penyakit kronis.

3. Menurunkan rasa lelah dan letih

Salah satu hal yang membuat pasien dengan penyakit lupus atau penyakit kronis lainnya menghindari olahraga karena kegiatan ini dianggap dapat membuat tubuh lelah dan letih. Padahal sebaliknya, sebanyak 70 penelitian menyatakan hal yang sama, yaitu olahraga yang dilakukan rutin justru ampuh mengatasi kelelahan. Tentunya, pada pasien penyakit kronis, aktivitas fisik harus direncanakan terlebih dahulu.

4. Mencegah berbagai efek samping dari pengobatan

Sebagian obat yang diberikan pada orang degan lupus, khususnya prednison, dapat menaikkan berat badan. Beberapa lainnya dapat membuat penderita mengalami peningkatan tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah. bahkan obat steroid juga dapat membuat nafsu makan bertambah. Semua efek samping tersebut tentu saja buruk bagi tubuh. oleh karena itu, diperlukan olahraga yang rutin untuk membuatnya terus terkendali.

olahraga setelah melahirkan

Jenis olahraga apa yang dapat dilakukan oleh penderita lupus?

Jenis olahraga untuk penyakit lupus sebenarnya disesuaikan dengan masing-masing kondisi penderita. Namun, American College of Rheumatology menyarankan, orang dengan lupus sebaiknya melakukan jenis olahraga:

  • Olahraga untuk meningkatkan fleksibilitas
  • Olahraga untuk menguatkan otot
  • Olahraga kardio

Beberapa tipe olahraga yang aman dilakukan oleh orang dengan lupus, yaitu:

  • Berenang atau olahraga air
  • Tai chi
  • Yoga
  • Senam aerobik dengan intensitas rendah

Tips melakukan olahraga untuk penyakit lupus

Jika Anda ingin melakukan olahraga, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mencegah kondisi tubuh bertambah buruk, yaitu:

Diskusikan dengan dokter. Setiap pasien lupus memiliki tingkat kekuatannya masing-masing, hal ini juga menentukan olahraga jenis apa yang dapat dilakukan dan seberapa sering aktivitas tersebut dapat diterapkan. Jadi, tanyakan pada dokter Anda kegiatan apa saja yang boleh dilakukan.

Mulai dengan perlahan. Tidak perlu terburu-buru untuk melakukannya. Mulailah dengan olahraga atau aktivitas fisik yang mudah, yang terpenting Anda tetap melakukannya rutin dan konsisten.

Dengarkan tubuh Anda. jika memang Anda merasakan kurang enak badan, maka tidak perlu dipaksakan untuk melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. Anda hanya harus tetap aktif saja, misalnya melakukan jalan santai atau berkebun, dan hal-hal lain yang membuat tubuh Anda bergerak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

WebMD. (2017). Exercises for Lupus. [online] WebMD. Available at: http://www.webmd.com/lupus/features/lupus-exercise#1  [Accessed 18 Jul. 2017].

Emedicine.medscape.com. (2017). Physical Medicine and Rehabilitation for Systemic Lupus Erythematosus: Overview, Treatment & Management. [online] Available at: http://emedicine.medscape.com/article/305578-overview?pa=kwPo2vg2AvsIMOOBokyH6wCOE546N3wi5EbaINTV1mqNqIZZhObaUnBLizcsv5CO1ljMHgjdVGeJi3ZXQ4jKYPEiL5fM42L%2B9xlMlua7G1g%3D#a1  [Accessed 18 Jul. 2017].

Healthline. (2016). Healthy Lifestyle Choices for Managing Lupus Symptoms. [online] Available at: http://www.healthline.com/health/lupus-support/lupus-lifestyle-changes  [Accessed 18 Jul. 2017].

Lupusresearchinstitute.org. (2017). Studies Show Exercise Benefit in Lupus | Lupus Research Institute. [online] Available at: http://lupusresearchinstitute.org/lupus-news/discoveries/12/06/26/studies-show-exercise-benefit-lupus  [Accessed 18 Jul. 2017].

Chris Iliades, M. (2017). The Benefits of Exercise in Lupus Management. [online] EverydayHealth.com. Available at: http://www.everydayhealth.com/lupus/lupus-benefits-of-exercise.aspx  [Accessed 18 Jul. 2017].


Foto Penulis
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 07/09/2017
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x