home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Teknik Relaksasi untuk Redakan Amarah

3 Teknik Relaksasi untuk Redakan Amarah

Relaksasi adalah salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mengurangi ketegangan dan kecemasan. Pada saat tubuh dan pikiran rileks, sering kali secara otomatis, stress yang menjadi penyebab otot-otot tegang akan terabaikan. Tak heran jika salah satu penggunaan relaksasi adalah untuk mengontrol emosi, terutama amarah.

Yang terjadi saat kita marah

Mungkin tak kita sadari, tapi terdapat beberapa perubahan yang mungkin terjadi saat kita akan marah, di antaranya:

  • Denyut nadi terasa mengencang
  • Jantung terasa berdetak lebih keras
  • Rahang terasa lebih kaku
  • Sekujur tubuh terasa memanas
  • Perasaan gelisah
  • Kecepatan berbicara yang lebih cepat

Semakin seseorang memikirkan tentang kemarahannya, semakin ia menjadi marah. Saat Anda sadar akan tanda peringatan awal kemarahan Anda, sebaiknya Anda mengambil waktu jeda, untuk menghindarkan diri Anda dari hal-hal yang mampu menyulut emosi Anda. Waktu jeda ini kemudian dapat Anda isi juga dengan melakukan relaksasi.

Apa saja teknik relaksasi untuk redakan amarah?

Relaksasi untuk redakan amarah terdiri dari beberapa teknik yang dapat dilakukan, di antaranya:

1. Teknik relaksasi otot

Seperti namanya, teknik relaksasi otot digunakan untuk membantu menurunkan ketegangan otot. Teknik ini juga membantu kita lebih memahami tubuh, sehingga diharapkan kita mampu mengendalikannya. Perlu diperhatikan bahwa penderita gangguan otot atau nyeri punggung bawah tidak disarankan untuk melakukan teknik ini. Teknik relaksasi otot bisa dilakukan dengan:

  • Tense up and letting go
    Teknik ini dilakukan dengan menegangkan otot sekitar 5 hingga 10 detik, kemudian melemaskannya selama kurang lebih 30 detik.
  • Letting go
    Berbeda dengan tense up and letting go, teknik ini justru dilakukan hanya dengan cara melemaskan otot tanpa menegangkannya terlebih dahulu.

2. Teknik relaksasi pernapasan

Menurut National Safety Council, teknik pernapasan ini adalah salah satu teknik relaksasi termudah, mengingat bernapas adalah salah satu aktivitas yang sering kita lakukan. Teknik ini selain dapat menurunkan kecemasan dan mengurangi stres, juga mampu meningkatkan proses pernapasan dalam tubuh. Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam teknik ini antara lain:

  • Tenangkan diri Anda
  • Tarik napas melalui hidung selama 3 hitungan, lalu tahan selama 5 hingga 10 detik
  • Hembuskan udara tadi melalui mulut secara perlahan

3. Teknik imajinasi terbimbing

Sama seperti namanya, teknik ini dilakukan dengan berkhayal atau membayangkan sesuatu. Selain mengelola stres, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa teknik ini juga mampu mengurangi kesulitan tidur yang dialami oleh beberapa kalangan usia, seperti lanjut usia (lansia).

Pada teknik ini, Anda dilatih untuk fokus hanya kepada imajinasi yang menyenangkan, dan menggunakan imajinasi-imajinasi tersebut untuk menghilangkan imajinasi yang negatif. Teknik ini dapat dipandu oleh diri sendiri maupun orang lain.

Relaksasi tak melulu menutup mata

Seorang ahli psikologi, Lucia Peppy Novianti, menyarankan untuk melakukan relaksasi secara rutin pada pagi hari saat bangun atau malam hari sebelum tidur, guna mendapatkan hasil relaksasi untuk redakan amarah yang lebih optimal. Membiasakan relaksasi mampu menguraikan ketegangan-ketegangan pikiran maupun otot. Sering kali, emosi yang meledak-ledak terjadi karena diri dan pikiran terlalu lama dalam kondisi tegang. Duduk atau membaringkan badan dengan santai, mengatur napas dan mencoba merasakan apa yang terjadi pada tubuh mulai dari ujung kaki hingga ujung kepala, serta memutar musik lembut, juga bisa membantu dalam proses relaksasi.

Laporan dari Joanna Briggs Institute bahkan mengungkapkan bahwa musik dapat digunakan untuk menurunkan rasa cemas, membantu rileks, dan meningkatkan rasa bahagia. Hal ini dikarenakan musik dapat membantu otot lebih rileks. Beberapa musik bernada lembut dan mengandung lirik yang memotivasi juga mampu mengubah suasana hati pendengarnya. Selain musik, relaksasi juga dapat dilakukan dengan cara lain, seperti melompat, mengusap punggung, pijat tubuh, menghirup aroma sedap, dan masih banyak lagi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20302677-T30393-Efektivitas%20penerapan.pdf diakses pada 16 Januari 2017
http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20285357-T%20Rudi%20Harmono.pdf diakses pada 16 Januari 2017
Rizan Perdana Kusuma. Efektivitas Teknik Relaksasi Imajinasi Terbimbing dan Terapi Musik [download]
I Nengah Sumirta. Relaksasi Nafas Dalam Pengendalian Marah Klien [download]
https://nccih.nih.gov/health/stress/relaxation.htm diakses pada 16 Januari 2017

Foto Penulis
Ditulis oleh Theresia Evelyn pada 17/01/2017
x