Bibir merona merah alami membuat penampilan Anda tampak segar dan sehat. Nah, perubahan warna pada bibir bisa menandakan ada sesuatu yang salah pada kesehatan Anda. Misalnya saja, timbul bercak hitam di bibir. Apa artinya ini?
Bibir merona merah alami membuat penampilan Anda tampak segar dan sehat. Nah, perubahan warna pada bibir bisa menandakan ada sesuatu yang salah pada kesehatan Anda. Misalnya saja, timbul bercak hitam di bibir. Apa artinya ini?

Bibir yang sehat adalah bibir yang berwarna merah dan tampak lembap. Perubahan pada warna bibir, misalnya menjadi pucat atau gelap, dapat menandakan ada sesuatu yang salah pada kesehatan Anda.
Berikut ini beberapa penyebab munculnya bercak hitam di bibir.
Bercak hitam di bibir yang muncul tiba-tiba bisa jadi timbul sebagai reaksi alergi lipstik atau lip balm (pelembab bibir).
Reaksi alergi ini dikenal sebagai kontak pigmen cheilitis. Penderitanya mungkin akan mengalami gejala seperti bibir gatal, bengkak, dan sensasi terbakar pada bibir.
Cara mengatasi
Hentikan penggunaan produk lipstik yang memicu alergi. Selain itu, pastikan produk kecantikan yang Anda gunakan tidak kedaluwarsa.
Bintik hitam di bibir biasanya akan memudar secara perlahan dalam 12 bulan, tapi mungkin tidak dapat hilang sepenuhnya.

Melasma adalah penyakit kulit yang ditandai dengan munculnya bercak gelap pada kulit, termasuk pada bibir.
Kondisi ini dapat terjadi karena paparan radiasi UV dari sinar matahari maupun karena gangguan pada hormon.
Selain itu, mengonsumsi obat-obatan antikejang dapat menyebabkan terjadinya melasma.
Cara mengatasi
Bintik hitam ini dapat hilang dengan sendirinya dengan mengurangi paparan sinar matahari.
Jika tidak kunjung hilang, dokter biasanya akan meresepkan obat seperti azelaic acid atau cysteamine untuk memudarkan bercak hitam di kulit.
Angiokeratoma adalah kerusakan pada jaringan kulit yang ditandai dengan munculnya lesi atau benjolan keras pada kulit. Penyakit ini lebih sering muncul pada orang tua.
Ukuran dan bentuk bercak hitam yang timbul karena kondisi ini bisa bervariasi. Umumnya, angiokeratoma menunjukan warna merah gelap atau hitam.
Cara mengatasi
Meskipun kondisi ini biasanya tidak berbahaya, dokter harus berhati-hati memeriksa setiap angiokeratoma untuk memastikan bahwa itu bukan cikal bakal kanker.
Bercak hitam angiokeratoma bisa dihapus dengan dengan laser, proses pembekuan (cryotherapy), atau dengan melakukan pengangkatan lesi kulit melalaui prosedur pembedahan.
Studi dalam jurnal Tanaffos mengungkapkan bahwa perokok biasanya memiliki kadar melanin yang lebih tinggi dibandingkan dengan nonperokok.
Hal ini disebabkan oleh kandungan bahan nikotin didalam rokok yang bisa berdampak pada aktivitas produksi melanin.
Melanin merupakan pigmen yang memberi warna pada kulit, rambut, mata, dan bibir. Produksi melanin yang tinggi dapat membuat kulit mengalami pigmentasi (lebih gelap warnanya).
Cara mengatasi
Salah satu cara menghilangkan bercak hitam di bibir adalah dengan berhenti merokok.
Selain itu, melakukan terapi laser juga bisa menjadi salah satu solusi untuk membantu mengembalikan warna kulit bibir Anda.
Kelebihan zat besi juga bisa menyebabkan muncul bercak hitam di bibir. Kondisi ini disebut juga dengan hemokromatosis.
Hemokromatosis adalah penyakit yang menyebabkan tubuh menyimpan terlalu banyak zat besi dari makanan sehari-hari.
Salah satu gejalanya adalah timbulnya bercak hitam keabuan pada kulit, termasuk kulit bibir karena terjadi penumpukan melanin di dalam kulit.
Cara mengatasi
Untuk mengatasi masalah ini, Anda perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter Anda.
Dokter mungkin menguras sebagian darah Anda dengan prosedur phlebotomy atau Anda diminta untuk mendonorkan darah secara teratur. Ada juga pemberian obat khusus untuk menurunkan kelebihan zat besi.
Jika bercak hitam di bibir terasa bersisik atau berkerak, Anda mungkin mengalami actinic keratosis atau bintik matahari.
Kondisi ini terjadi akibat paparan sinar matahari atau sinar UV yang berlebihan.
Keratosis aktinik biasanya muncul secara bertahap di kulit dan paling banyak muncul pada area yang terkena sinar matahari, seperti bibir, telinga, dan tangan.
Cara mengatasi
Keratosis biasanya dapat hilang dengan sendirinya, tapi mungkin akan muncul kembali ketika terkena paparan sinar matahari.
Jika tidak segera ditangani, keratosis dapat berkembang menjadi kanker. Oleh karena itu, biasanya dokter akan melakukan pengangkatan sebagai langkah pencegahan.
Selain itu, dokter juga mungkin menyarankan perawatan seperti cryotherapy, pemberian krim topikal, dan terapi laser.

Kekurangan cairan alias dehidrasi membuat bibir kering dan pecah-pecah yang lama kelamaan bisa mengelupas dan menimbulkan bekas luka seperti bercak hitam.
Cara mengatasi
Pastikan untuk minum setidaknya 8 gelas per hari. Jika Anda dituntut untuk sering beraktivitas di bawah sinar matahari, lindungi bibir Anda dengan lip balm yang mengandung tabir surya.
Setelah Anda menghidrasi kembali diri Anda, bintik hitam akan memudar sendirinya.
Beberapa jenis obat-obatan dapat menimbulkan efek samping berupa perubahan warna pada kulit, termasuk pada kulit bibir.
Obat-obatan yang mungkin dapat menyebabkan pigmentasi adalah obat NSAID, antikoagulan, antimikroba, antiretroviral, logam dan antiaritmia.
Cara mengatasi
Pigmentasi yang terjadi akibat mengonsumsi obat-obatan memang merupakan masalah yang kompleks bagi pasien. Dokter mungkin akan menentukan pengobatan lainnya yang tepat untuk Anda.
Sindrom ini merupakan kelainan langka yang menyebabkan penderitanya memiliki polip atau bintik berwarna gelap di berbagai bagian tubuh.
Pada anak-anak, biasanya bintik gelap dapat muncul di area mulut, bibir, hidung, mata, kaki, serta dubur. Sindrom ini disebabkan oleh mutasi gen SKT11.
Cara mengatasi
Hingga saat ini, belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit ini.
Namun, biasanya dokter akan menyarankan pembedahan jika polip di dalam tubuh berubah menjadi kanker atau menyebabkan penyumbatan.
Sindrom Laugier-Hunziker adalah sindrom langka yang tidak berbahaya. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak berwarna cokelat atau hitam di bibir dan di dalam mulut.
Penyebab pasti sindrom Laugier-Hunziker belum diketahui. Namun, sindrom ini diketahui merupakan penyakit keturunan atau genetik dengan pola pewarisan autosomal dominant.
Autosomal dominant berarti seseorang dengan sindrom Laugier-Hunziker memiliki peluang besar untuk mewariskannya kepada anak-anak mereka.
Cara mengatasi
Tidak diperlukan pengobatan untuk sindrom Laugier-Hunziker. Pasalnya, sindrom ini tidak memiliki hubungan dengan penyakit sistemik, sehingga hanya ada sedikit komplikasi.
Namun, terkadang bercak hitam yang muncul akibat kondisi ini seringkali membuat tidak percaya diri. Untuk kebutuhan estetika, dokter biasanya akan menganjurkan untuk melakukan prosedur laser.
Catatan akhir
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Actinic keratosis (2022). Retrieved 18 September 2023, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/actinic-keratosis/diagnosis-treatment/drc-20354975
Pigmented Contact Cheilitis (2023). DermNet, Retrieved 18 September 2023, from https://dermnetnz.org/topics/pigmented-contact-cheilitis
Yazdanparast, T., Hassanzadeh, H., Nasrollahi, S. A., Seyedmehdi, S. M., Jamaati, H., Naimian, A., Karimi, M., Roozbahani, R., & Firooz, A. (2019). Cigarettes Smoking and Skin: A Comparison Study of the Biophysical Properties of Skin in Smokers and Non-Smokers. Tanaffos, 18(2), 163–168.
Shetty, S., & Pai, S. (2017). Aesthetic Correction of Smoker’s Lip Using 1064 nm Q-switched Neodymium-doped Yttrium Aluminium Garnet Laser. Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery, 10(2), 118–119.
Melasama. (2023). Cleveland Clinic Retrieved 18 September 2023, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21454-melasma#symptoms-and-causes
Classic Hereditary Hemochromatosis. (2019). Retrieved 18 September 2023, from https://rarediseases.org/
Hassan, S. (2023, July 10). Drug-Induced Pigmentation. StatPearls – NCBI Bookshelf. Retrieved 20 September 2023, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542253
Professional, C. C. M. (n.d.). Peutz-Jeghers Syndrome. Cleveland Clinic. Retrieved 20 September 2023, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/
Peutz-Jeghers syndrome: MedlinePlus Genetics. (n.d.). Retrieved 20 September 2023, from https://medlineplus.gov/genetics/condition/peutz-jeghers-syndrome/
Montebugnoli, L., Grelli, I., Cervellati, F., Misciali, C., & Raone, B. (2010). Laugier-hunziker syndrome: an uncommon cause of oral pigmentation and a review of the literature. International Journal of Dentistry,
Laugier-hunziker syndrome | DermNet. (n.d.). Retrieved 20 September 2023, from https://dermnetnz.org/topics/laugier-hunziker-syndrome
Versi Terbaru
01/10/2023
Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)