Alergi Kosmetik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu alergi kosmetik?

Kosmetik, mulai dari bedak hingga parfum, memang dapat meningkatkan kepercayaan diri penggunanya. Namun, tidak semua produk kosmetik cocok dipakai oleh semua orang. 

Bagi beberapa orang mungkin akan mengembangkan reaksi alergi setelah menggunakan kosmetik tertentu. Ada banyak hal yang menyebabkan kondisi ini, seperti bahan kimia dan baru pertama kali menggunakan kosmetik. 

Seberapa umum kondisi ini?

Umumnya, wanita diperkirakan rata-rata memakai setidaknya tujuh jenis kosmetik setiap hari dan reaksi alergi terhadap produk ini cukup umum. 

Prevalensi alergi kosmetik pada populasi umum memang tidak diketahui. Namun, penelitian menunjukkan hingga 10% populasi akan mengalami sejumlah reaksi kulit terhadap kosmetik sepanjang hidupnya. 

Angka tersebut mungkin lebih tinggi karena ada banyak gejala alergi pada kulit yang ringan dan diobati tanpa bantuan dari dokter. 

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda dan gejala alergi kosmetik?

Gejala alergi kulit terutama untuk kosmetik mungkin akan berbeda pada setiap orang. Beberapa orang mungkin akan mengembangkan gejala beberapa saat setelah penggunaan kosmetik.

Sementara itu, tidak sedikit pula yang mengalami tanda-tanda alergi beberapa hari atau bertahun-tahun usai pemakaian. 

Ciri-ciri alergi produk kosmetik atau skin care (perawatan kulit) cukup beragam, tergantung pada tingkat keparahan dan area yang terpapar, seperti:

  • gatal-gatal,
  • ruam,
  • kulit mengelupas dan melepuh,
  • wajah dan kelopak mata membengkak,
  • iritasi pada mata, hidung, dan mulut (konjungtivitis), dan
  • terdapat nanah pada benjolan.

Selain beberapa gejala yang telah disebutkan, alergi terhadap produk perawatan kulit juga dapat memengaruhi sistem pernapasan. Pasalnya, kosmetik tersedia dalam berbagai jenis, termasuk parfum dan lipstik

Gejala alergi parfum

Bagi para penderita alergi parfum mungkin akan mengalami beberapa gejala di bawah ini mengingat produknya berbentuk uap dan dapat dihirup. Kondisi ini lebih sering terjadi pada pasien asma, rinitis alergi, dan infeksi saluran pernapasan akibat virus. 

  • Sesak napas.
  • Merasa tercekik.
  • Batuk berdahak.
  • Pilek dan hidung tersumbat.
  • Sakit kepala.
  • Sesak di bagian dada.

Gejala alergi lipstik

Tidak hanya pada kulit wajah dan bagian tubuh lainnya, pengguna produk kosmetik pada bibir, seperti lipstik, juga bisa mengalami reaksi alergi. 

Alergi lipstik, lip balm, dan produk bibir lainnya dapat menyebabkan peradangan di bibir (cheilitis). Jika seseorang memiliki alergi terhadap lipstik, ada kemungkinan bibir mereka mengalami reaksi:

  • bibir terasa gatal dan kering,
  • daerah mulut terlihat kemerahan, dan
  • bibir membengkak.

Kapan saya harus ke dokter?

Jika alergi semakin parah dan tidak segera ditangani, Anda berisiko mengalami reaksi alergi yang cukup parah, yaitu syok anafilaksis. Jika Anda mengalami beberapa tanda di bawah ini, segera periksakan diri ke dokter atau ruang gawat darurat. 

  • Sesak napas.
  • Sulit menelan.
  • Pusing dan nyeri dada.
  • Mual dan muntah.
  • Merasa lemas.

Penyebab

Apa saja penyebab alergi kosmetik?

Penyebab alergi kulit kulit akibat penggunaan kosmetik dan skin care cukup beragam. Namun, kebanyakan kasus menunjukkan bahwa alergi terhadap produk perawatan kulit ini disebabkan oleh bahan kimia yang menjadi alergen. 

Lantas, bahan kimia apa saja yang dapat menimbulkan reaksi kulit setelah menggunakan kosmetik?

Paraben

Paraben adalah salah satu zat kimia yang paling sering ditemui dalam produk kosmetik, terutama lipstik. Anda mungkin dapat mengenalinya dengan methyl-, ethyl-, propyl-, dan parahydroxybenzoate. 

Bagi Anda yang memiliki kulit sensitif tentu perlu berhati-hati dengan produk yang mengandung paraben. Penggunaan kosmetik yang mengandung paraben dapat menimbulkan reaksi alergi berupa dermatitis. 

Kemunculan gejala alergi terkadang tidak terjadi dalam satu kali pemakaian. Namun, reaksi alergi dapat muncul akibat penggunaan kosmetik secara berulang-ulang. 

Berikut ini beberapa produk yang sering menggunakan paraben sebagai bahan kimia utamanya:

  • foundation, bedak, dan concealer,
  • kosmetik untuk area mata, seperti eye-liner,
  • lipstik,
  • penghapus riasan wajah,
  • sunscreen (tabir surya), dan
  • losion dan krim pelembap kulit.

Benzoil peroksida

Alergi benzoil peroksida sebenarnya bukan hal yang umum terjadi. Hal ini dikarenakan tidak sedikit orang yang sulit membedakan gejala alergi dengan efek samping dari benzoil peroksida. 

Menurut Food and Drugs Administration di Amerika Serikat (setara BPOM di Indonesia) terdapat 131 laporan reaksi alergi serius akibat benzoil peroksida dalam obat jerawat. 

Laporan ini berasal dari konsumen dan produsen yang terjadi di tahun 1969 hingga Januari 2013. Pada umumnya, gejala alergi akan bertambah parah sampai penggunanya berhenti memakai obat atau kosmetik yang mengandung alergen. 

Zat pewangi tertentu

Beberapa orang mungkin tidak sadar bahwa kosmetik yang mereka gunakan mengandung zat pewangi yang dapat menimbulkan sejumlah reaksi alergi. Faktanya, lebih dari 5000 wewangian yang berbeda terkandung dalam kosmetik dan skin care

Sebagai contoh, zat pewangi yang ada di parfum, bedak, dan lipstik dapat menyebabkan alergi. Untuk menyebabkan reaksi alergi pada kulit, sejumlah kecil zat pewangi perlu menembus kulit dan menempel pada protein kulit. 

Apabila hal ini terjadi, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi dan menganggap zat pewangi sebagai ancaman. Akibatnya, tubuh pun menunjukkan gejala alergi. 

Beberapa jenis zat pewangi memang dapat langsung mengikat protein kulit. Namun, ada pula sebagian jenis wewangian yang perlu diubah terlebih dahulu secara kimiawi sebelum menempel pada protein kulit. 

Transformasi ini terjadi pada kulit dan pewangi yang bereaksi. Sebagai contoh, saat terpapar udara, sinar matahari, atau bagian bawah kulit setelah bereaksi dengan enzim kulit. 

Hal ini yang membuat zat pewangi pada kosmetik menjadi salah satu penyebab dermatitis kontak alergi yang cukup umum. 

Bahan kimia lainnya

Selain beberapa senyawa kimia yang disebutkan di atas, ada zat lainnya yang dapat menimbulkan reaksi alergi, yaitu:

  • Oxybenzone,
  • 4-isopropyl-dibenzoylmetana,
  • PABA (asam para-aminobenzoic),
  • Ester,
  • Avobenzone, dan
  • Cinnamates.

Faktor risiko

Apa faktor yang meningkatkan risiko terkena alergi kosmetik?

Pada dasarnya, siapa saja dapat mengalami alergi terhadap kosmetik. Namun, ada sejumlah kelompok yang berisiko terkena alergi ini, di antaranya:

  • Wanita, karena produk kosmetik lebih banyak digunakan wanita dibanding pria.
  • Memiliki riwayat keluarga yang mengalami alergi kosmetik, terutama sunscreen.
  • Mempunyai kulit sensitif.
  • Penderita dermatitis atopik.
  • Menggunakan kosmetik atau skin care pada kulit yang rusak atau luka terbuka.

Perlu diingat bahwa tidak memiliki satupun faktor risiko yang disebutkan tidak berarti Anda terbebas dari alergi. Oleh sebab itu, Anda tetap perlu berhati-hati dalam memilih kosmetik dan skin care demi menghindari alergi. 

Obat dan pengobatan

Apa saja obat dan perawatan alergi kosmetik?

Salah satu hal yang perlu dilakukan dalam mengatasi alergi kosmetik adalah berhenti menggunakan produk tersebut ketika timbul reaksi alergi. 

Anda mungkin kesulitan untuk memastikan produk mana yang menjadi penyebabnya, terutama ketika menggunakan beberapa produk. 

Oleh sebab itu, cara terbaik dalam mengobati alergi kosmetik adalah berhenti memakai semua produk sampai reaksinya membaik. Umumnya, hal ini membutuhkan waktu sekitar satu minggu. 

Berikut ini ada beberapa pilihan yang dapat digunakan sebagai obat alergi kulit untuk produk skin care, seperti lipstik, sunscreen, dan lainnya. 

  • Krim dan salep steroid topikal ringan, seperti hidrokortison.
  • Antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri sekunder.
  • Krim cetomacrogol untuk melembapkan kulit yang kering.
  • Antihistamin.

Sebelum menggunakan obat-obatan yang disebutkan, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu ke dokter. Jika Anda menggunakan obat-obatan yang dijual bebas, pastikan ikuti aturan pakai. 

Bagaimana mendiagnosis kondisi ini?

Alergi kosmetik biasanya dideteksi dengan melakukan tes tempel kulit (skin patch test). 

Diagnosis mungkin akan melibatkan tes kulit alergi terhadap beberapa bahan kimia yang berbeda. Hal ini dikarenakan akan ada banyak zat kimia yang mungkin menjadi alergen dalam kosmetik. 

Pengobatan rumahan

Perubahan gaya hidup apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi alergi kosmetik?

Selain konsumsi obat dan melakukan perawatan yang dianjurkan dokter, pengobatan rumahan tidak kalah penting untuk mengatasi alergi kosmetik. Berikut ini ada beberapa cara alami yang membantu meringankan gejala alergi, berdasarkan jenis kosmetik. 

Alergi lipstik

  • Kompres bibir dengan es batu yang dibalut dengan kain selama beberapa menit.
  • Kompres area yang bengkak dengan kantung teh yang didinginkan di kulkas.
  • Oleskan lidah buaya yang membantu mengurangi pembengkakan.

Alergi kosmetik lainnya

  • Baca daftar kandungan produk kosmetik.
  • Oleskan sampel kosmetik yang baru dibeli di pergelangan tangan dan amati selama 1-2 hari.
  • Pilih produk yang mengandung sedikit bahan.
  • Cari produk yang berlabel hipoalergenik, bebas pewangi, dan non-komedogenik.

Bila memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat bagi Anda. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
manfaat ampas teh bagi kecantikan

7 Cara Memanfaatkan Ampas Teh untuk Kecantikan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit