backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

10 Penyebab Nyeri Suprapubik, Rasa Sakit di Area Perut Bawah

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

10 Penyebab Nyeri Suprapubik, Rasa Sakit di Area Perut Bawah

Pernahkah Anda merasakan nyeri atau tidak nyaman di area perut bagian bawah, tepatnya di atas tulang kemaluan? Kondisi ini disebut nyeri suprapubik dan bisa disebabkan oleh berbagai hal, dari masalah di saluran kemih hingga area panggul.

Gejala nyeri suprapubik

Nyeri tekan suprapubik adalah rasa tidak nyaman atau nyeri yang muncul di area suprapubik, yakni perut bagian bawah dan di atas tulang kemaluan.

Rasa sakit ini bisa disebabkan berbagai kondisi pada sistem kemih, reproduksi, atau pencernaan.

Jenis nyeri yang muncul bisa terasa tajam, konstan, atau hilang-timbul.

Gejala nyeri tekan suprapubik bisa bervariasi, tergantung pada penyebab yang mendasarinya. 

Dikutip dari Revive Research Institute, kondisi ini memiliki beberapa gejala umum seperti berikut ini.

  • Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil.
  • Sering buang air kecil.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Perubahan siklus menstruasi.
  • Terdapat darah dalam urine (hematuria).

Penyebab nyeri suprapubik

Berikut adalah beberapa penyebab umum nyeri tekan suprapubik.

1. Infeksi saluran kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi ketika kandung kemih, uretra, atau ureter mengalami infeksi. Hal ini dapat terjadi pada pria atau wanita. 

Gejala yang dialami penderita ISK berupa nyeri saat buang air kecil, nyeri suprapubik, ingin terus buang air kecil meski hanya sedikit, dan adanya darah dalam urine.

2. Kram menstruasi

Kram menstruasi atau dismenore adalah nyeri yang terjadi di perut bagian bawah selama periode haid.

Kondisi ini disebabkan oleh kontraksi rahim yang kuat untuk membantu meluruhkan lapisan rahim saat menstruasi.

Nyeri yang muncul bisa menjalar ke punggung bawah dan paha. Sensasi nyeri yang muncul biasanya dimulai 1 – 2 hari sebelum menstruasi dan berlangsung selama 2 – 3 hari pertama menstruasi.

3. Endometriosis

gangguan pada sistem ekskresi

Endometriosis yaitu kondisi di mana jaringan yang mirip dengan lapisan dalam rahim tumbuh di luar rahim.

Hal ini menyebabkan nyeri panggul kronis termasuk di daerah suprapubik.

Gejala lainnya yaitu berupa munculnya bercak di antara siklus menstruasi, perdarahan menstruasi yang sangat banyak, dan sakit saat berhubungan seksual.

4. Radang usus buntu

Radang usus buntu atau apendisitis adalah peradangan pada usus buntu (apendiks).

Gejala yang muncul berupa nyeri pada atas tulang kemaluan atau nyeri suprapubik, mual, muntah, sembelit, pembengkakan perut, dan demam ringan.

Kondisi ini merupakan kondisi medis darurat yang memerlukan perhatian segera.

Jika tidak diobati, usus buntu yang meradang dapat pecah, menyebabkan infeksi serius yang dapat mengancam jiwa.

5. Sistitis interstisial

Salah satu penyebab nyeri suprapubik adalah sistitis interstisial atau dikenal juga sebagai sindrom nyeri kandung kemih.

Gejala lain yang muncul yaitu ingin buang air kecil terus menerus, dan nyeri saat berhubungan seks.

Penyebab pasti sistitis interstisial belum diketahui. Namun, kerusakan lapisan pelindung kandung kemih, disfungsi sistem kekebalan, dan gangguan saraf diduga menjadi penyebabnya.

6. Kista ovarium

Kista ovarium adalah kondisi munculnya kantong berisi cairan yang tumbuh di dalam atau sekitar ovarium.

Kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan bisa diatasi, tetapi apabila pecah bisa menyebabkan sakit yang parah, salah satunya nyeri suprapubik.

Gejala kista ovarium yaitu nyeri di bagian bawah perut, merasa kenyang meski belum makan, demam, dan kelelahan.

7. Kehamilan

nyeri ulu hati saat hamil

Kehamilan biasanya menyebabkan nyeri panggul dan suprapubik saat rahim dan jaringan di sekitarnya tumbuh.

Namun, nyeri yang muncul di akhir masa kehamilan bisa berarti tanda akan melahirkan.

Pada awal kehamilan, nyeri yang disertai pendarahan dapat mengindikasikan kondisi berikut,

  • Keguguran, nyeri suprapubik yang terjadi sebelum minggu kedua puluh disertai pendarahan.
  • Kehamilan ektopik, kondisi yang terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di luar rahim.

8. Torsio testis

Torsio testis terjadi ketika testis berputar sehingga memutus aliran darah ke testis dan menyebabkan nyeri di area skrotum dan genital.

Gejala umum yang muncul yaitu nyeri, mual, muntah nyeri saat buang air kecil, dan demam.

Perlu diketahui kondisi ini termasuk darurat dan harus segera mendapatkan pertolongan medis.

9. Penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul adalah kondisi adanya infeksi pada organ reproduksi, seperti ovarium, saluran tuba, rahim, dan vagina.

Penyakit ini sering kali menyebar melalui hubungan seks tanpa kondom dengan seseorang yang terinfeksi infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore dan klamidia.

Gejala lain yang muncul berupa demam, keputihan berlebihan dan berbau, rasa terbakar saat buang air kecil, dan pendarahan saat berhubungan seks.

10. Osteitis pubis

Osteitis pubis terjadi ketika tulang rawan sendi kemaluan mengalami peradangan dan menimbulkan nyeri suprapubik.

Kondisi ini muncul karena komplikasi operasi panggul dan juga rutin berolahraga intensitas tinggi.

Selain nyeri di bawah perut, gejala lainnya yaitu terdapat bunyi klik atau letupan saat bangun dari posisi duduk, dan nyeri makin parah saat batuk, bersin, atau berlari.

Apa saja penyebab nyeri suprapubik?

Berikut ini beberapa penyebab nyeri tekan suprapubik.
  • Infeksi saluran kemih (ISK).
  • Kram menstruasi.
  • Endometriosis.
  • Radang usus buntu.
  • Sistitis interstisial.
  • Kista ovarium.
  • Kehamilan.
  • Torsio testis.
  • Penyakit radang panggul.
  • Osteitis pubis.

Cara mengatasi nyeri suprapubik

Mengatasi jenis nyeri ini tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Langkah pertama dan terpenting adalah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. 

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, mengajukan pertanyaan tentang gejala, dan mungkin melakukan tes tambahan seperti urinalisis, ultrasonografi, atau CT-scan.

Umumnya, berikut ini beberapa cara yang akan disarankan dokter untuk menangani nyeri suprapubik.

  • Pemberian antibiotik. Apabila nyeri disebabkan karena infeksi bakteri, dokter akan memberikan antibiotik.
  • Mengonsumsi air yang cukup untuk membantu membersihkan bakteri dari saluran kemih.
  • Pemberian obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau paracetamol untuk mengurangi nyeri dan ketidaknyamanan.
  • Kompres hangat di area perut bawah untuk meredakan nyeri.
  • Beristirahat yang cukup dan menghindari aktivitas berat yang dapat memperburuk nyeri.

Jika nyeri berlanjut atau memburuk, sangat penting untuk kembali berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut.

Hal ini karena beberapa kondisi yang menyebabkan nyeri suprapubik membutuhkan penanganan tepat waktu untuk mencegah komplikasi.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan