home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Beragam Manfaat Terapi Gelombang Otak dan Cara Melakukannya

Beragam Manfaat Terapi Gelombang Otak dan Cara Melakukannya

Pernahkah Anda mendengar tentang terapi gelombang otak? Bentuk terapi ini diklaim mampu membantu meningkatkan fungsi dan kemampuan otak hingga mengurangi berbagai gejala penyakit, baik fisik maupun mental. Lantas, benarkah hal tersebut? Apa sebenarnya manfaat dari terapi ini dan bagaimana cara kerjanya?

Apa itu terapi gelombang otak?

Gelombang otak adalah pola aktivitas listrik yang terjadi pada otak. Elemen ini memiliki peran penting dalam fungsi otak, termasuk mengatur emosi, pikiran, dan perilaku.

Dalam menjalankan fungsinya tersebut, gelombang otak berperan sebagai penyampai pesan. Ia menjadi media bagi miliaran sel-sel saraf pada otak (neuron) untuk berkomunikasi. Dengan komunikasi ini, otak manusia dapat menjalankan fungsinya sebagai sistem saraf pusat.

Melansir dari Good Therapy, pola gelombang otak dapat berubah sesuai tingkat kesadaran dan proses kognitif seseorang. Sebagai contoh, ketika seseorang merasa lelah atau sedang melamun, gelombang otak yang lebih lambat cenderung dominan. Sementara saat sedang mempelajari sesuatu, pola gelombang yang cepat akan berada di atas.

Meski demikian, pola-pola yang berbeda ini perlu berjalan secara seimbang. Gelombang otak yang tidak seimbang bisa menjadi tanda masalah kesehatan tertentu, termasuk penyakit saraf atau gangguan mental.

kanker otak glioblastoma

Nah, pada tahap inilah terapi gelombang otak dapat berperan. Jenis terapi ini dapat membantu menciptakan frekuensi tertentu guna memperbaiki pola gelombang atau aktivitas listrik yang tidak seimbang pada otak.

Sebenarnya, terapi gelombang otak, atau binaural beat theraphy (BBT), adalah teknik pengobatan menggunakan gelombang suara. Bentuk terapi ini memainkan dua frekuensi suara yang berbeda pada setiap telinga untuk membentuk satu frekuensi suara baru.

Cara kerja ini memanfaatkan kecenderungan telinga untuk menerima frekuensi suara yang berbeda, tetapi otak mengganggap ini sebagai satu suara. Adapun hal ini dianggap dapat memfasilitasi perubahan pada gelombang otak seseorang.

Apa saja jenis terapi gelombang otak?

Secara umum, terdapat lima jenis gelombang otak sesuai dengan frekuensinya, yang dapat diukur menggunakan elektroensefalografi (EEG). Masing-masing gelombang otak memiliki karakateristik serta menggambarkan kondisi mental, aktivitas, serta pikiran yang berbeda.

Adapun mengenal klasifikasi gelombang otak dapat membantu Anda menentukan jenis terapi gelombang otak yang sesuai dengan kondisi Anda. Berikut adalah jenis-jenis gelombang otak tersebut:

1. Delta

Delta adalah gelombang otak yang paling lambat dengan frekunesi 1-4 Hz. Ini biasanya muncul pada tahap tidur tiga (tidur tanpa mimpi) serta dalam meditasi yang mendalam. Gelombang ini juga berperan dalam proses penyembuhan setelah sakit dan regenerasi tubuh.

Kelebihan gelombang delta bisa mengakibatkan ketidakmampuan belajar, sulit fokus, hingga attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD). Kondisi ini juga cenderung terjadi saat seseorang tidur berjalan atau mengalami cedera otak. Adapun bentuk terapi gelombang otak dengan stimulasi delta dapat membantu tubuh rileks serta mengurangi stres jangka pendek.

2. Theta

Gelombang theta dengan frekuesi 4-8 Hz juga terjadi pada saat relaksasi dan tidur. Meski demikian, gelombang ini tidak berperan pada tahap tidur terdalam, dan berkaitan dengan fenomena mimpi.

Pada kondisi sadar, kelebihan gelombang theta dapat menyebabkan kondisi melamun. Adapun terapi dengan stimulasi theta ini juga dapat membantu tubuh lebih rileks seperti melakukan meditasi.

3. Alfa

fungsi otak tengah

Alfa adalah gelombang otak dengan frekuensi 8-12 Hz. Jenis gelombang ini akan mendominasi otak saat Anda beristirahat, memiliki pikiran yang tenang, serta meditasi.

Gelombang alfa cenderung tinggi pada belahan otak kanan, dan kekurangan alfa di sebelah kanan berkaitan dengan perilaku penarikan sosial dan depresi. Sementara itu, bila alfa melambat dan frekuensi theta meningkat, kondisi ini sering berkaitan dengan penyakit Parkinson dan penurunan kognitif. Adapun memilih jenis terapi stimulasi alfa dapat membantu menghilangkan rasa nyeri serta mengatasi kondisi medis tersebut.

4. Beta

Beta dengan frekuensi 12-38 Hz merupakan gelombang otak yang tergolong cepat. Gelombang ini mendominasi otak saat Anda dalam tahap sadar, waspada, penuh perhatian, hingga pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

Meski demikian, otak yang penuh dengan gelombang alfa secara terus menerus tidak baik untuk kesehatan, karena dapat mengakibatkan sulit tidur dan menenangkan pikiran. Ini juga sering terkait dengan insomnia dan sakit kepala migrain. Adapun terapi gelombang otak dengan stimulasi beta dapat membantu meningkatkan perhatian, mengurangi stres, meringankan sakit kepala, serta mengurangi masalah perilaku.

5. Gamma

Gamma merupakan gelombang otak dengan frekuensi tertinggi, yaitu antara 30-100 Hz. Gelombang gamma yang dominan menandakan Anda sedang berada pada tingkat kesadaran, konsentrasi, serta fungsi kognitif yang tinggi.

Tingkat aktivitas gamma yang rendah dikaitkan dengan kesulitan belajar dan memori yang terbatas, hingga demensia dan penyakit Alzheimer. Sementara itu, aktivitas gamma yang tinggi berkaitan dengan kecerdasaran intelektual (IQ) yang tinggi, memori yang baik, serta kebahagiaan.

Selain stimulasi pada satu jenis gelombang, terapi gelombang otak juga bisa diberikan dalam bentuk kombinasi. Sebagai contoh, stimulasi gelombang alfa-beta bisa membantu meningkatkan keterampilan verbal, sedangkan beta-gamma pada keterampilan aritmatika pada anak-anak yang kesulitan belajar.

Apa saja manfaat dari terapi gelombang otak?

pusing setelah makan

Manfaat terapi ini mungkin bisa berbeda pada setiap orang, tergantung dari jenis yang dipilih. Namun secara umum, berikut adalah manfaat yang bisa diperoleh dari terapi gelombang otak:

  • mengurangi stres dan kecemasan,
  • mengurangi rasa nyeri,
  • meningkatkan fokus dan konsentrasi,
  • mempertajam daya ingat,
  • membantu tubuh lebih rileks,
  • meningkatkan suasana hati,
  • memperbaiki kualitas tidur.

Meski demikian, berbagai manfaat tersebut sebenarnya masih belum pasti. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Human Neurosciences justru menyebutkan, binaural beats therapy justru tidak memengaruhi aktivitas otak. Untuk informasi lebih lanjut, tanyakan pada dokter atau ahli kesehatan mental.

Bagaimana melakukan terapi gelombang otak?

Terapi gelombang otak sebenarnya mudah Anda lakukan. Anda hanya cukup duduk santai sambil mengenakan earphone atau headphone, lalu mendengarkan audio atau video khusus tentang binaural beats.

Anda bisa memilih audio “Delta Binaural Beats“, “Alfa Binaural Beats“, atau jenis gelombang lainnya. Pastikan bahwa jenis gelombang yang Anda pilih sesuai dengan kondisi serta tujuan yang ingin Anda capai.

Dengarkan audio tersebut selama kurang lebih 30 menit dalam sehari atau lebih, sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Bila Anda bosan mendengarkan audio tersebut, Anda juga bisa memilih binaural beats dalam bentuk musik. Beberapa musik memang dirancang untuk meningkatkan gelombang otak tertentu.

Meski demikian, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli kesehatan mental, seperti psikolog atau psikiater, terutama jika Anda memiliki kondisi medis tertentu. Dokter atau ahli kesehatan mental akan memeriksa kondisi Anda serta menilai efektivitas terapi gelombang otak pada diri Anda.

Namun, bila hanya untuk relaksasi atau sekadar melepas penat dari rutinitas sambil bersantai, tidak ada salahnya Anda mencoba terapi ini. Meski demikian, pastikan Anda melakukan terapi ini saat sedang bersantai dan tidak melakukan aktivitas apapun agar bisa memperoleh manfaatnya secara maksimal.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

López-Caballero, F., & Escera, C. (2017). Binaural Beat: A Failure to Enhance EEG Power and Emotional Arousal. Frontiers in human neuroscience11, 557. https://doi.org/10.3389/fnhum.2017.00557.

Chaieb, L., Wilpert, E. C., Reber, T. P., & Fell, J. (2015). Auditory beat stimulation and its effects on cognition and mood States. Frontiers in psychiatry6, 70. https://doi.org/10.3389/fpsyt.2015.00070.

Garcia-Argibay, M., Santed, M. A., & Reales, J. M. (2019). Binaural auditory beats affect long-term memory. Psychological research83(6), 1124–1136. https://doi.org/10.1007/s00426-017-0959-2.

Brain Waves – GoodTherapy.org Therapy Blog. GoodTherapy.org Therapy Blog. (2021). Retrieved 8 June 2021, from https://www.goodtherapy.org/blog/psychpedia/brain-waves.

Can Listening to Binaural Beats Make You Feel Better? – GoodTherapy.org Therapy Blog. GoodTherapy.org Therapy Blog. (2021). Retrieved 8 June 2021, from https://www.goodtherapy.org/blog/can-listening-to-binaural-beats-make-you-feel-better-0724124.

How to Manipulate Brain Waves for a Better Mental State. The Nexus. (2021). Retrieved 8 June 2021, from https://nexus.jefferson.edu/science-and-technology/how-to-manipulate-brain-waves-for-a-better-mental-state/.

Pathwayshealth.org. (2021). Retrieved 8 June 2021, from https://pathwayshealth.org/hospice-topics/connecting-brain-wave-therapy-with-alzheimers/.

Understanding brain waves – Neurofeedback Alliance. Neurofeedback Alliance. (2021). Retrieved 8 June 2021, from https://neurofeedbackalliance.org/understanding-brain-waves/.

Srinivasan, A., Karuppathal., E. Venkatesan, K. R., & Kalpana, R. (2020). Brainwave Entrainment through External Sensory Stimulus: A Therapy for Insomnia (1784)
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 5 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x