Tuberkulosis (TBC) sudah lama menjadi masalah kesehatan serius di seluruh dunia, khususnya beberapa negara berkembang. Menurut WHO, sepertiga penduduk dunia telah terpapar kuman tuberkulosis, dan setiap detiknya ada satu orang yang terinfeksi TBC. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), mencatat bahwa tuberkulosis menyumbang 1,7 juta kasus kematian di seluruh dunia. Sekitar 140.000 kematian akibat TBC terjadi setiap tahunnya di Indonesia. Itu artinya, ada satu orang Indonesia yang meninggal akibat TBC setiap 8 jam. Padahal, TBC dapat dicegah dengan berbagai hal sederhana. Salah satunya dengan mendapatkan vaksin TBC yang disebut vaksin BCG.

Apa itu vaksin BCG?

Vaksin BCG adalah singkatan dari “Bacille Calmette-Guerin” yang merupakan kombinasi nama dari dua dokter yang pertama kali mengembangkannya, yaitu dr. Albert Calmette dan seorang peneliti bernama Camille Guerin pada tahun 1921. Vaksin BCG dikembangkan dari kuman Mycobacterium bovis yang karakteristiknya mirip dengan bakteri penyebab TB, Mycobacterium tuberculosis.

Karena mirip, vaksin tersebut akan bekerja meniru terjadinya infeksi TBC dalam tubuh. Akan tetapi, kuman dalam vaksin TBC ini telah dilemahkan sehingga tidak menimbulkan penyakit dan membahayakan manusia. Justru mereka akan memicu respon sistem imun tubuh untuk membentuk antibodi. Antibodi tersebutlah yang akan melawan bakteri TBC sebelum menyebar dan menyebabkan gejala.

Dengan kata lain, vaksin BCG akan membentuk perlindungan (imunitas) terhadap TBC.

Semua orang wajib mendapatkan vaksin TBC, kecuali…..

Idealnya, setiap orang Indonesia harus mendapat vaksin TBC untuk mencegah penularan tuberkulosis mengingat kasus TBC di Indonesia masih cukup tinggi.

Vaksin BCG wajib diberikan satu kali saja pada bayi baru lahir di usia satu sampai dua bulan. Vaksin ini tidak secara khusus diperuntukkan bagi orang dewasa.

Namun jika Anda tidak mendapatkannya semasa kecil, Anda dianjurkan untuk memperolehnya secepat mungkin. Selain itu, Anda juga harus melakukan vaksin TBC ulang jika Anda berprofesi sebagai tenaga kesehatan yang sering menangani dan berhadapan langsung dengan pasien TBC aktif.

Meski begitu, ada beberapa kelompok orang yang tidak dianjurkan untuk mendapatkan vaksin BCG. Mereka adalah:

  • Pernah mengidap penyakit TB atau sedang dalam masa pengobatan TB
  • Sedang menjalani pengobatan kanker atau kondisi parah lainnya yang melemahkan sistem kekebalan tubuh
  • Wanita hamil
  • Pernah melaksanakan tes tuberkulin dengan hasil positif
  • Positif mengidap HIV
  • Memiliki eksim – kulit kemerahan, kering, dan gatal – atau dermatitis
  • Menerima vaksin hidup lain dalam empat minggu terakhir

Bila Anda mengalami kondisi tersebut, maka sebaiknya beri tahu dan konsultasikan hal ini pada dokter.

Apakah pemberian vaksin TBC bisa ditunda?

Sebaiknya, lakukan vaksin TBC segera setelah dokter menganjurkan. Namun, pemberian vaksin TBC bisa ditunda dengan catatan apabila Anda atau anak Anda termasuk dalam kategori berikut:

  • Bayi baru lahir dengan kondisi tubuh yang kurang sehat, maupun bayi yang lahir dengan berat badan < 2,5 kilogram (kg)
  • Bayi yang baru dilahirkan dari seorang ibu yang mengidap HIV positif, dan belum tau diketahui status HIV bayi tersebut
  • Orang yang sedang menderita demam tinggi atau penyakit yang parah

Apa efek samping yang timbul setelah melakukan vaksin TBC?

Efek samping dari vaksin TBC sebenarnya jarang terjadi. Namun dalam beberapa kasus, efek samping dapat muncul seperti, daerah bekas suntikan vaksinasi terasa sakit disertai bengkak dan kemerahan. Keluhan ini wajar, tidak berbahayam dan biasanya akan sembuh perlahan dengan sendirinya.

Kadang juga terjadi reaksi berat seperti pembengkakan kelenjar di ketiak, hingga reaksi seperti alergi yang mendadak dengan gejala meliputi ruam pada kulit dan pembengkakan di satu atau beberapa anggota tubuh. Tetapi, efek samping tersebut sangat jarang terjadi.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca