Daftar Makanan yang Dianjurkan Beserta Pantangannya untuk Penderita TBC

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Juni 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Tuberkulosis adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit tuberkulosis (TBC) memang masih dapat diobati dengan antibiotik. Namun menjalani pengobatan tanpa memastikan asupan nutrisi yang tetap terpenuhi, berisiko membuat penyakit Anda susah sembuh. Maka dari itu, penderita TBC perlu untuk mencukupi nutrisi dengan mengonsumsi menu makanan yang dapat mempercepat penyembuhan.

Dengan menerapkan pola makan sehat untuk TBC, Anda turut meningkatkan kemampuan tubuh melawan infeksi bakteri penyebab TBC dan menjaga kecukupan gizi Anda. Alhasil, Anda pun jadi lebih cepat sembuh.

Makanan yang dianjurkan untuk penderita TBC

Penderita TBC rentan mengalami penurunan nafsu makan, perubahan metabolisme, serta malabsorbsi nutrisi, yaitu kondisi ketika tubuh tidak mampu menyerap gizi dari makanan yang dikonsumsi secara sepenuhnya.

Terlebih, pengobatan TBC juga dapat memengaruhi kerja sistem pencernaan. Tak jarang penderita TBC mengalami mual, muntah, dan kram di bagian perut akibat efek samping obat antituberkulosis. Padahal pengobatan yang dilakukan untuk menyembuhkan penyakit ini bisa berlangsung hingga hampir satu tahun.

Oleh karena itu, penting bagi penderita TBC untuk menerapkan pola makan sehat dan teratur dengan mengonsumsi makanan yang dapat mempercepat proses penyembuhan.

Dilansir dari TB Facts, tedapat 6 jenis sumber makanan yang diperlukan untuk penderita TBC, yakni karbohidrat dan lemak yang menjadi sumber energi, protein, vitamin, serta mineral. Berikut ini penjelasan lebih lengkap mengenai nutrisi dan contoh menu makanan yang dibutuhkan untuk penderita TBC:

Makanan kaya kalori untuk penderita TBC

menambah kebutuhan kalori

Meningkatkan asupan kalori akan membantu memenuhi kebutuhan energi dan mengoptimalkan kerja sistem kekebalan tubuh. Hal ini penting karena pengidap TBC yang memiliki berat badan yang kurang ideal atau malnutrisi berisiko memperburuk kondisi penyakitnya.

Dirjen Pelayanan Kesehatan RI menetapkan standar kebutuhan kalori yang wajib dipenuhi penderita TBC adalah 40-45 kkal dari berat badan per harinya.

Hasil penelitian yang berjudul Tuberculosis and Nutrition juga menyebutkan menambah konsumsi makanan sumber energi selama 6 minggu dalam masa pengobatan TBC bisa membuat peserta memiliki kondisi fisik yang lebih baik dibandingkan kelompok yang tidak diberikan energi tambahan.

Karbohidrat dan lemak tidak jenuh

Makanan untuk penderita TB yang dianjurkan untuk meningkatkan energi adalah karbohidrat dan lemak. Tentunya, dalam batas normal.

Contoh makanan yang merupakan sumber karbohidrat sehat untuk menu diet sehat penderita TBC bisa berasal dari:

  • Nasi
  • Bubur
  • Nasi tim
  • Kentang
  • Roti
  • Gandum

Jika penderita kesulitan mengonsumsi makanan jenis karbohidrat dalam porsi besar, cobalah untuk makan dalam porsi kecil tapi lebih sering.

Sementara itu, sumber makanan tinggi lemak baik atau tidak jenuh merupakan jenis lemak yang dianjurkan untuk penderita TBC. Daftar makanan yang mengandung lemak tidak jenuh, antara lain:

  • Ikan
  • Kacang-kacangan
  • Susu rendah lemak
  • Daging rendah lemak

Cara pengolahan makanan lemak tidak jenuh juga sebaiknya diperhatikan. Hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak yang digoreng atau disajikan dengan santan, terutama saat penderita TBC mengalami gangguan pencernaan atau mual. Anda sebaiknya menggunakan minyak nabati atau minyak zaitun untuk mengolah makanan berlemak.

Protein

protein rendah kalori

Selain energi, Anda juga membutuhkan makanan tinggi protein yang lebih banyak dibandingkan orang sehat. Hal ini karena protein dapat mencegah dan mengurangi kerusakan jaringan akibat infeksi. Protein juga membantu menjaga berat badan Anda tetap normal.

Selain itu, protein berfungsi untuk memperbaiki sel-sel yang rusak dalam tubuh. Kebutuhan protein yang perlu dipenuhi oleh penderita TBC adalah 2–2,5 gr / kg dari berat badan per harinya.

Untuk membantu kesembuhan TBC, penderita perlu memperoleh makanan dari dua sumber protein, yakni hewani dan nabati. Daftar makanan tinggi protein hewani untuk mempercepat penyembuhan penderita TBC adalah:

  • Ayam
  • Daging tanpa lemak
  • Ikan
  • Seafood: udang, kerang
  • Susu
  • Keju
  • Telur

Sementara contoh sumber protein nabati yang perlu disertakan dalam menu makanan penderita TBC sehari-harinya adalah:

  • Tahu
  • Tempe
  • Kacang merah
  • Kacang hijau
  • Kacang kedelai

Vitamin dan mineral

vitamin sehat untuk pernapasan

Vitamin dan mineral sangat Anda butuhkan ketika sakit TBC. Kekurangan vitamin dan mineral dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun sehingga lebih rentan terhadap infeksi. Sumber makanan yang kaya akan vitamin dan mineral biasanya merupakan sayur-sayuran dan buah-buahan. Namun, beberapa mineral juga bisa ditemukan di jenis makanan yang dominan dengan kandungan protein.

Berikut ini merupakan kebutuhan vitamin dan mineral penting yang dipenuhi oleh penderita TBC selama menjalani masa pengobatan. 

1. Seng

Seng mempunyai peranan penting dalam sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi dan penangkal zat radikal bebas yang menyebabkan kanker.

Menurut USDA Nutrition Data, penderita TBC  mempunyai kadar seng yang lebih rendah dalam tubuhnya dibandingkan dengan orang sehat. Oleh karena itu, penderita TBC membutuhkan lebih banyak asupan seng untuk membantu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

Contoh makanan yang mengandung seng yang perlu ada dalam menu makanan untuk penderita TBC adalah:

  • Seafood: kerang, kepiting, lobster
  • Kacang mede
  • Jamur
  • Bayam
  • Brokoli
  • Bawang putih

2. Vitamin A

Seng sangat berkaitan dengan vitamin A. Keduanya memiliki peran penting dalam pengobatan TBC. Vitamin A diperlukan dalam meningkatkan fungsi sel limfosit T dan B, aktivitas sel makrofag, dan respons antibodi dalam sistem imun tubuh. Baik sel limfosit maupun makrofag sama-sama berperan dalam melawan infeksi bakteri  tuberkulosis sehingga mencegah kerusakan yang lebih fatal pada jaringan.

Kebutuhan asupan vitamin A meningkat pada penderita TBC karena terjadi peningkatan ekskresi (penggunaan) vitamin A dalam tubuh. Penderita TBC dapat mendapatkan makanan vitamin A untuk dikonsumsi dari sayuran dan buah-buahan seperti:

  • Wortel
  • Tomat
  • Bayam
  • Ubi
  • Selada
  • Seledri
  • Hati sapi atau ayam
  • Telur
  • Mangga
  • Semangka

3. Vitamin D

Vitamin D juga punya andil dalam meningkatkan kerja makrofag untuk melawan infeksi TBC. Untuk mempercepat penyembuhan, pasien TB bisa melengkapi menu makanan sehari-harinya dengan sumber vitamin D yang terdapat pada:

  • Jamur
  • Minyak ikan
  • Ikan (terutama salmon dan makerel)
  • Tofu
  • Kuning telur
  • Susu dan produk turunannya

4. Vitamin C

Sama seperti vitamin A dan D, vitamin C mampu membantu tubuh memperkuat sistem kekebalan untuk melawan infeksi. Makanan yang menjadi sumber vitamin C umumnya berasal dari buah-buahan dan sayuran yang bisa dikonsumsi secara langsung ataupun diolah menjadi jus dan minuman. Sumber vitamin C untuk penderita TBC dapat diperoleh dari:

  • Jeruk
  • Kiwi
  • Stroberi
  • Melon
  • Jambu biji
  • Pepaya
  • Tomat
  • Brokoli

5. Zat besi

Penderita TBC memiliki kadar hemoglobin (protein yang mengandung zat besi dalam sel darah merah) yang lebih rendah daripada orang sehat. Oleh karena itu, penderita TBC rentan mengalami kondisi anemia atau kurang darah. Penderita TBC membutuhkan lebih banyak makanan yang mengandung zat besi untuk mencegah kondisi ini. Makanan kaya zat besi bisa diperoleh dari:

  • Daging merah
  • Bayam
  • Brokoli
  • Sawi

6. Selenium

Selenium juga memiliki peran penting dalam sistem kekebalan tubuh. Itu sebabnya, selenium juga menjadi salah satu nutrisi dalam makanan yang paling dibutuhkan untuk penderita TBC. Anda bisa mendapatkan selenium dari konsumsi:

  • Ikan
  • Seafood
  • Daging
  • Jamur
  • Roti

Contoh menu makanan ideal untuk penderita TBC

contoh menu makanan untuk penderita tbc

Pastikan dalam setiap porsi menu makanan Anda telah memenuhi jenis-jenis makanan dengan kandungan nutrisi tersebut. Penderita TBC idealnya mengonsumsi makanan utama sebanyak 3 kali dalam sehari dan 1-2 kali makanan selingan di selang waktu jadwal makan utama.

Jika Anda bingung menentukan kombinasi jenis makanan untuk menu makan sehari-hari yang mencukupi kebutuhan nutrisi sekaligus meningkatkan imunitas, Anda dapat mengikuti contoh anjuran menu makan sehat untuk penderita TBC dari Kementerian Kesehatan RI.

Menu sarapan atau makan berat sebelum pukul 12 siang:

  • Nasi
  • Semur daging
  • Sup buncis dan wortel
  • Susu

Makanan selingan pada pukul jam 10.00:

  • Bubur kacang hijau
  • Susu
  • Buah
  • Salad sayur
  • Roti

Menu makan siang:

  • Nasi
  • Ikan goreng balado
  • Telur dadar
  • Tahu goreng
  • Sayur asem
  • Pepaya

Menu makan sore atau malam:

  • Nasi
  • Ayam goreng
  • Tempe goreng
  • Sup sayuran
  • Pisang

Pantangan makanan dan minuman bagi penderita TBC

pantangan makanan bagi TBC

Selain kebutuhan makan sehat yang dibutuhkan, penderita TBC pun perlu menghindari beragam makanan yang membuat penyakitnya sulit untuk disembuhkan. Berikut adalah daftar pantangan makanan dan minuman bagi penderita TBC. 

1. Produk makanan olahan

Makanan olahan tidak baik untuk dikonsumsi penderita TBC, terutama yang memakai pengawet. Beberapa makanan yang masuk ke daftar pantangan ini adalah gula, roti putih, nasi putih, tepung, kue, kue kering, puding olahan, serta makanan kaleng.

2. Daging merah tinggi lemak dan kolesterol

Daging merah, seperti daging sapi dan kambing, mengandung lemak jenuh. Memakan makanan dengan lemak yang tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol seseorang. Ini menjadi salah satu pantangan makanan yang harus dipatuhi penderita TBC demi menjaga kesehatan.

3. Makanan mengandung garam berlebih

Salah satu pantangan untuk penderita TBC adalah makanan mengandung garam tinggi karena menyebabkan hipertensi. Tekanan darah yang tinggi bisa menurunkan kondisi kesehatan penderita TBC.

4. Alkohol

Bagi penderita TBC, alkohol dapat menambah risiko kerusakan hati akibat efek samping obat yang dikonsumsinya.

5. Kopi atau minuman mengandung kafein

Minuman yang mengandung kafein tidak baik bagi penderita TBC. Selain kopi, pantangan minuman yang mengandung kafein lainnya, seperti teh, juga tidak dianjurkan.

6. Minuman berkarbonasi

Minuman berkarbonasi adalah minuman yang telah dicampur dengan gas karbon dioksida. Salah satu minuman berkarbonasi yang dikenal banyak orang adalah minuman bersoda.

Selain daftar makanan dan minuman pantangan untuk penderita TBC di atas, penting menghindari beragam macam tembakau, seperti rokok. Racun yang terkandung dalam rokok berbahaya untuk kesehatan, terutama paru-paru sehingga mengakibatkan kondisi tuberkulosis semakin buruk.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Sederhana Terhindar dari Penyebaran dan Penularan TBC

Tuberkulosis atau TBC dapat mudah menyebar melalui udara. Namun, mencegah TBC dan penularannya dapat dihindari dengan cara sederhana berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Penyakit TB XDR, Bahaya dan Pengobatannya

Lebih fatal dari MDR, kondisi TB XDR bahkan tidak dapat diobati, alias kebal, dengan obat lini kedua. Bagaimana cara mencegah dan mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Pernapasan, TBC 21 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit

Panduan Merawat Orang yang Menderita Tuberkulosis di Rumah

Perawatan pasien tuberkulosis (TBC) di rumah membutuhkan pengetahuan khusus agar Anda sebagai perawat tidak tertular penyakit tersebut. Ini tips-tipsnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Pernapasan, TBC 9 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

Penyakit TBC Bisa Kambuh, Ini Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Penyakit tuberkulosis (TBC) tidak hanya sulit diobati, tapi juga berisiko muncul kembali. Lalu, bagaimana cara mencegah agar TBC tidak kambuh?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Pernapasan, TBC 4 Januari 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat alami tbc herbal atau tradisional

Berbagai Macam Pengobatan Alami untuk Mengatasi Gejala TBC

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 10 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit
tb ekstra paru atau di luar paru

Hal Yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tuberkulosis (TB) Ekstra Paru

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 28 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit
olahraga untuk pasien tuberkulosis

Bantu Masa Penyembuhan, Berikut Pilihan Olahraga Aman untuk Pasien TBC

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24 April 2020 . Waktu baca 7 menit
perkembangan infeksi TB laten tuberkolosis

Mewaspadai TB Laten, Perlukah Melakukan Pengobatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 31 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit