Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Mei 14, 2020
Bagikan sekarang

Imunisasi adalah salah satu cara yang sangat efektif untuk mencegah penularan penyakit. tidak heran Kementerian Kesehatan RI memiliki rangkaian imunisasi wajib untuk anak-anak dan bayi. Di balik manfaatnya, hal yang paling ditakutkan oleh orangtua adalah efek samping dari pemberian imunisasi sehingga membuat sebagian dari anak-anak tidak diimunisasi. Padahal kalau tidak imunisasi atau terlambat, bisa membahayakan kesehatan anak. Maka, penting untuk orangtua memahami efek samping imunisasi.

Efek samping imunisasi

efek samping imunisasi dpt

Imunisasi termasuk ke dalam kategori obat dan seperti obat pada umumnya, vaksin juga memiliki reaksi tertentu pada tubuh. Akan tetapi, sebagian besar efek samping yang ditimbulkan tergolong dalam penyakit ringan, seperti area suntikan terasa sakit atau anak demam setelah imunisasi

Risiko munculnya efek samping anak divaksin jauh lebih rendah dibandingkan dengan risiko kena penyakit ketika anak terlambat imunisasi atau sampai tidak sama sekali.

Setiap imunisasi memiliki efek sampingnya masing-masing. Namun, efek samping yang paling umum di antaranya adalah sebagai berikut.

Efek samping imunisasi tingkat ringan

Mengutip dari About Kids Health, rata-rata efek samping imunisasi yang dialami bayi, anak-anak, dan orang dewasa bisa sembuh sendiri dan tidak berlangsung lama. Berikut beberapa di antaranya:

Nyeri pada lokasi suntikan

Anak Anda mungkin merasakan nyeri di bagian yang disuntik, biasanya di paha atau lengan. Tidak perlu khawatir karena ini adalah hal yang sangat wajar dan  tidak membahayakan. Nyeri saat disuntik bisa dihindari dengan cara si kecil menggenggam tangan Anda untuk menenangkan.

Anda juga bisa menenangkan anak dengan memainkan boneka dan membuat cerita lucu. Meski ia akan merasa sakit dan menangis saat disuntik, setidaknya cara tersebut bisa menghibur si kecil.

Fobia jarum suntik

Anda memiliki rasa takut dengan jarum suntik? Hal itu bisa terjadi karena trauma masa kecil. Anak atau orang dewasa bisa mengalami fobia terhadap jarum suntik sebagai salah satu efek samping imunisasi. 

Meskipun jarang terjadi, beberapa orang yang mengidap fobia jarum suntik bisa pingsan karena takut jarum suntik

Bila Anda atau anak Anda mengalami fobia jarum suntik, diskusikan dulu dengan dokter dan tenaga kesehatan lain yang akan memberikan imunisasi.

Ini penting dilakukan agar mereka bisa mencegah pasien imunisasi pingsan dan membuat anak agar tidak takut disuntik saat dewasa nanti.

Meski begitu, hindari terlambat dalam memberikan imunisasi pada si kecil karena bisa efek samping yang ditimbulkan lebih berbahaya. 

Timbul kemerahan dan bengkak pada lokasi suntikan

Setelah pemberian imunisasi, mungkin saja timbul reaksi efek samping seperti kemerahan, bengkak, dan memar pada bagian tubuh yang disuntik.

Tenang, kompres dingin dapat membantu meringankan rasa tidak nyaman serta mengurangi pembengkakan yang muncul pada lokasi suntikan imunisasi.

Reaksi tersebut bisa muncul pada satu dari empat anak yang mendapat imunisasi. Gejala-gejala ini akan muncul setelah pemberian imunisasi dan akan hilang sendiri dalam waktu satu hingga dua hari.

Gejala seperti mau sakit flu

Setelah mendapatkan imunisasi, anak Anda mungkin mengalami gejala-gejala mirip dengan sakit flu, padahal bukan. Gejalanya antara lain: 

  • Demam ringan
  • Sakit maag
  • Muntah
  • Nafsu makan menurun
  • Sakit kepala
  • Lemas dan pegal-pegal

Imunisasi bekerja dengan meniru cara kerja infeksi, karena itu, imunisasi kadang memberikan efek samping seolah-olah tubuh Anda terinfeksi suatu virus.

“Infeksi” ini tidak menyebabkan penyakit, justru akan melatih tubuh untuk meningkatkan sistem imun anak terhadap penyakit. Efek samping ini biasanya terjadi setelah melakukan rangkaian imunisasi hepatitis B dan DPT.

Efek samping imunisasi tingkat sedang

Center for Disease Control and Prevention (CDC) menuliskan dalam situs resminya bahwa ada beberapa efek samping imunisasi di level sedang yang sangat jarang terjadi. Beberapa tandanya yaitu:

  • Demam di atas 38,8 derajat celcius (bahkan sampai kejang)
  • Sendi kaku (banyak dialami anak remaja dan orang dewasa)
  • Pneumonia pada anak
  • pembengkakan otak
  • jumlah trombosit rendah

Untuk kasus efek samping vaksin MMR (campak, gondongan, dan rubella), anak yang memiliki masalah sistem kekebalan tubuh yang serius, vaksin bisa menyebabkan infeksi.

Bahkan pada kondisi yang sangat parah bisa mengancam kesehatan jiwa. Dokter biasanya akan menyarankan orang dengan masalah sistem kekebalan tubuh yang serius tidak boleh diberi vaksin MMR.

Efek samping imunisasi tingkat berat

Kemungkinan seseorang mengalami efek samping tingkat berat sangat jarang. Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa kemungkinan hal itu terjadi 1 banding 1 juta orang yang menerima imunisasi. 

Dampak dari imunisasi dengan tingkat yang sangat berat dan serius adalah:

  • Reaksi alergi parah yang bisa memicu kematian
  • Intususepsi pada vaksin rotavirus (penyumbatan usus)

Untuk kondisi intususepsi, risiko anak mengalami hal ini setelah imunisasi adalah 1 banding 20 ribu bayi yang menerima vaksin di Amerika Serikat.

Reaksi setelah imunisasi bisa terjadi beberapa menit atau jam setelah pemberian imunisasi. Sebelum terlambat penting untuk orangtua memberitahu kondisi medis anak, seperti alergi makanan atau obat tertentu agar imunisasi disesuaikan.

Kapan harus ke dokter?

Imunisasi hepatitis bayi saat pandemi corona

Efek samping imunisasi yang serius memang sangat jarang sekali terjadi. Akan tetapi, dalam kasus yang sangat langka, si kecil bisa saja mengalami hal-hal di bawah ini. 

  • Reaksi alergi parah atau anafilaktik yang ditandai dengan kesulitan bernafas dan tekanan darah turun
  • Kejang
  • Demam tinggi
  • Nyeri sendi atau otot kaku
  • Infeksi paru-paru

Di atas termasuk ke dalam efek samping tingkat berat, sehingga Anda perlu membawa anak ke dokter bila mengalaminya. Untuk anafilaktik atau reaksi alergi parah, ini kondisi yang sangat serius dan sering terjadi ketika pemberian imunisasi untuk 6 penyakit sekaligus.

Reaksi alergi parah ini sangat langka bahwa hanya bisa terjadi 1 banding 100 ribu kasus setelah diberikan imunisasi. Reaksi alergi parah di antaranya:

  • Gatal-gatal
  • Pembengkakan wajah dan tenggorokan
  • Anak kesulitan bernapas
  • Detak jantung cepat
  • Tubuh lemas

Kondisi tersebut membutuhkan konsultasi segera dengan dokter atau sampai pergi ke unit gawat darurat (UGD).

Imunisasi tetap aman untuk anak

imunisasi anak vaksin herd immunity

Sama seperti obat lain, vaksin juga memiliki efek samping. Namun, ini bukan berarti si kecil tidak diberikan imunisasi karena efek samping anak tidak diimunisasi lebih bahaya daripada efek samping vaksin yang sangat jarang terjadi. 

Mengutip dari NHS, bahan utama dari vaksin adalah bakteri, virus, atau racun dalam dosis kecil yang telah dilemahkan atau dihancurkan di laboratorium terlebih dahulu. Apa artinya? Ini membuktikan bahwa tidak ada risiko terkena penyakit dari vaksin.

Terkadang vaksin mengandung bahan lain yang membuat vaksin lebih aman dan efektif mencegah penyakit. Hal ini yang menyebabkan risiko kerusakan atau efek sampingnya sangat kecil. 

Meski memiliki efek samping, anak Anda tetap perlu mendapatkan imunisasi. Hindari untuk terlambat atau bahkan tidak memberi imunisasi sama sekali pada si kecil. Risiko terkena penyakit lebih besar ketika tidak divaksin dibandingkan saat diberikan vaksin.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan Mei 7, 2020

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan Mei 7, 2020

Apa Bedanya Vaksin mRNA dengan Vaksin Biasa?

Vaksin konvensional tak cukup efektif mencegah penularan berbagai penyakit baru. Vaksinasi modern kini mengandalkan teknologi vaksin terbaru, yakni mRNA.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Hidup Sehat, Fakta Unik Mei 7, 2020

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan Mei 4, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

Memahami Cara Kerja dan Kegunaan Vaksin Cacar Air

Memahami Cara Kerja dan Kegunaan Vaksin Cacar Air

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 24, 2020
Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang Mei 17, 2020
3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Monika Nanda
Tanggal tayang Mei 14, 2020
7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal tayang Mei 9, 2020