Ketahui Akibat yang Ditimbulkan Bila Bayi Tidak Diimunisasi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Apakah imunisasi anak Anda sudah lengkap? Ingat, imunisasi harus terus didapat si kecil semenjak ia baru lahir untuk mencegah risiko penularan penyakit berbahaya di kemudian hari. Sayangnya, masih banyak anak Indonesia yang tidak mendapat imunisasi lengkap karena orangtuanya takut akan desas-desus berbagai mitos keliru di luar sana. Berikut penjelasan seputar pentingnya imunisasi dan akibat bayi tidak diimunisasi.

Mengapa imunisasi penting?

anak tidak diimunisasi

Setiap manusia pada dasarnya sudah memiliki sistem kekebalan sejak masih dalam kandungan untuk melindungi diri dari serangan penyakit.

Meski begitu, sistem kekebalan tubuh bayi belum bekerja seoptimal dan sekuat sistem imun orang dewasa sehingga mereka akan lebih gampang sakit.

Di sinilah peran imunisasi untuk menjaga kesehatan bayi segera sejak baru lahir, kalau tidak diimunisasi, sistem imun si kecil tidak akan kuat.

Imunisasi adalah cara memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga kebal akan serangan kuman penyakit, baik itu bakteri, virus, jamur, parasit, dan lainnya.

Nah dengan imunisasi, artinya Anda melindungi bayi Anda dari berbagai risiko penyakit di masa yang akan datang.

Imunisasi lewat pemberian vaksin akan membantu sistem imun anak memproduksi antibodi khusus untuk melawan jenis-jenis penyakit tertentu.

Vaksin mengandung versi jinak atau nonaktif dari suatu kuman penyakit yang telah dilemahkan.

Setelah masuk ke dalam tubuh, kuman jinak ini tidak akan menyebabkan penyakit tapi justru membiarkan sistem imun anak mengenali dan mengingatnya sebagai ancaman.

Setelahnya, sistem imun akan membentuk antibodi yang secara spesifik akan bekerja melawan jenis kuman tersebut.

Maka, ketika suatu saat nanti ada kuman yang aktif masuk ke dalam tubuh anak, sistem imunnya akan siap membunuhnya dengan antibodi khusus tersebut.

Hal inilah yang membantu anak terlindungi dari berbagai macam penyakit berbahaya.

Ini akibat bila bayi tidak diimunisasi

akibat bayi tidak diimunisasi

Perlu dipahami bahwa vaksinasi memang tidak menjamin 100 persen efektif untuk mencegah penyakit. Namun, manfaatnya akan lebih besar dari risikonya.

Jikapun anak tertular dan sakit, gejala yang dialami akan jauh lebih ringan dan mudah diobati ketimbang tidak diimunisasi sama sekali.

Jika tidak diimunisasi, akibat yang ditimbulkan adalah anak Anda akan lebih berisiko tertular dan mengalami sakit yang lebih parah.

Berikut akibat yang akan timbul bila bayi tidak diimunisasi:

Berisiko mengalami komplikasi penyakit

Anak yang tidak diimunisasi memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena komplikasi yang dapat menyebabkan kecacatan pada bayi bahkan kematian.

Ini karena tubuhnya tidak diperkuat dengan sistem pertahanan khusus yang bisa mendeteksi jenis-jenis penyakit berbahaya tertentu.

Tubuh tidak mengenali virus penyakit yang masuk sehingga tidak bisa melawannya.

Hal ini akan membuat kuman penyakit semakin mudah berkembang biak dan menginfeksi tubuh anak.

Jika tidak diimunisasi sama sekali, anak akan berisiko terkena penyakit-penyakit yang telah disebutkan di atas.

Parahnya lagi, penyakit tersebut bisa menyebabkan kematian pada anak.

Sistem kekebalan tubuh tidak kuat

Sistem kekebalan tubuh pada bayi dan anak-anak yang tidak diimunisasi tidak akan sekuat anak yang diimunisasi.

Ini karena tubuh anak tidak mampu mengenali virus penyakit yang masuk ke tubuh sehingga tidak bisa melawannya.

Terlebih jika bayi tidak diimunisasi kemudian jatuh sakit, ia dapat menularkannya ke orang lain sehingga membahayakan lingkungan sekitarnya.

Membahayakan anak lain

Imunisasi tidak hanya berfungsi sebagai benteng pertahanan bayi, tetapi juga berperan untuk mencegah penularan penyakit dari orang ke orang.

Perlu dicatat bahwa dampak dari tidak diimunisasi bukan hanya memengaruhi kesehatan bayi Anda saja. Anak-anak lain dan orang di sekitarnya juga akan merugi jika program imunisasi tidak digalakkan merata.

Jika bayi Anda tidak diimunisasi, virus dan kuman di dalam tubuhnya bisa dengan mudah menyebar ke kakak, adik, teman, maupun orang lain di sekitarnya. Terlebih jika mereka juga belum atau tidak pernah mendapat imunisasi dan daya tahan tubuhnya sedang lemah.

Pada akhirnya, penyebaran penyakit akan berubah menjadi wabah penyakit dan akan menyebar ke lingkungan sehingga menimbulkan kasus jangkitan penyakit dan kematian yang lebih banyak.

Namun demikian, perlu diingat, bukan berarti jika sudah divaksin, anak Anda terbebas dari penyakit.

Penyakit yang berhubungan dengan vaksin masih saja mungkin terjadi, hanya dampaknya tidak separah jika anak Anda tidak divaksin.

Oleh karenanya, Anda tetap perlu menjaga kesehatan dan kebersihan anak Anda agar selalu sehat.

Hal yang perlu dilakukan ketika bayi tidak diimunisasi

bayi tidur setelah imunisasi

Ketika bayi Anda yang tidak divaksin sedang memiliki masalah kesehatan dan ingin berobat ke dokter atau anak akan masuk sekolah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Jelaskan pada dokter bahwa bayi Anda tidak diimunisasi

Saat akan berobat ke dokter, pastikan Anda memberitahu bahwa anak bayi Anda tidak diimunisasi atau belum menerima vaksin untuk usianya. Mengapa ini penting?

Mengutip dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) memberitahu bayi tidak divaksin membuat dokter mempertimbangkan kemungkinan anak memiliki penyakit yang tidak bisa dicegah dengan vaksin.

Selain itu, ini juga membuat petugas medis memutuskan apakah anak Anda perlu dirawat di dalam ruang isolasi agar penyakit tidak menyebar.

Pasalnya, kelompok yang berisiko tertular penyakit adalah bayi yang belum siap menerima beberapa jenis imunisasi di bawah usia 12 bulan.

Tidak hanya bayi, orang dewasa yang sedang menjalani perawatan atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah juga bisa ditularkan dengan cepat.

Ini termasuk ke dalam akibat dari bayi tidak diimunisasi.

Beritahu pihak sekolah

Bila anak bayi Anda sudah siap untuk sekolah atau pergi ke daycare, pastikan untuk memberitahu guru bahwa si kecil tidak diimunisasi.

Dengan begitu, pihak daycare bisa lebih waspada dan menjauhkan si kecil dari anak yang sedang sakit.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Anatomi Tubuh Manusia: Mengenal Sistem-Sistem Organ Manusia

Anatomi tubuh manusia tersusun atas sel, jaringan, organ, dan sistem organ. Sistem organ manusia terdiri dari kumpulan beberapa organ.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan, Informasi Kesehatan 28 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Ruam Popok, Masalah Kulit Bayi yang Paling Sering Terjadi

Bayi yang keseringan pakai popok, memang rentan terkena ruam popok. Jangan khawatir, ikuti cara ini untuk mengobati dan mengatasi ruam popok.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Kulit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Imunisasi Tetanus (TT) pada Ibu Hamil, Aman atau Tidak?

Idealnya, suntik tetanus (TT) dilakukan saat wanita belum hamil. Kalau terlambat, apakah boleh melakukan imunisasi TT pada ibu hamil? Ini jawabannya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

probiotik meningkatkan daya tahan tubuh

Ingin Meningkatkan Daya Tahan Tubuh? Coba Konsumsi Makanan Probiotik

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
pelaksanaan vaksin covid-19

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Emboli paru (pulmonary embolism) adalah penyumbatan yang terjadi di salah satu arteri paru Anda. Pada banyak kasus, emboli paru disebabkan oleh gumpalan darah beku yang mengalir ke paru-paru dari kaki, atau yang lebih jarang dari bagian tubuh lain (trombosis vena dalam).

Emboli Paru

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
cara mengatasi biang keringat pada bayi

8 Cara Ampuh Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 30 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit