Apakah imunisasi anak Anda sudah lengkap? Bayi perlu mendapatkan vaksin sejak ia baru lahir untuk mencegah risiko penularan penyakit berbahaya.1,2 Sayangnya, masih banyak anak Indonesia yang tidak mendapat imunisasi lengkap karena orangtuanya takut akan desas-desus berbagai mitos keliru. Berikut penjelasan seputar pentingnya imunisasi dan akibat bayi tidak diimunisasi.2,10
Mengapa imunisasi penting?
Setiap manusia pada dasarnya sudah memiliki sistem kekebalan sejak dini untuk melindungi dari serangan penyakit.8
Ini peran imunisasi untuk menjaga kesehatan bayi segera sejak baru lahir. Kalau tidak mendapatkan imunisasi, sistem imun si Kecil biasanya belum cukup untuk melawan berbagai menyakit menular yang berbahaya.3
Imunisasi adalah cara memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga kebal akan serangan kuman penyakit, baik itu bakteri, virus, jamur, parasit, dan lainnya.4
Lewat imunisasi, artinya Anda melindungi bayi dari berbagai risiko penyakit pada masa yang akan datang.4
Imunisasi lewat pemberian vaksin akan membantu sistem imun anak memproduksi antibodi khusus untuk melawan jenis-jenis penyakit tertentu. Vaksin mengandung versi jinak atau nonaktif dari suatu kuman penyakit yang telah melalui proses pelemahan.3,4
Setelah masuk ke dalam tubuh, kuman jinak ini tidak akan menyebabkan penyakit tapi justru membiarkan sistem imun anak mengenali dan mengingatnya sebagai ancaman. 3 Setelahnya, sistem imun akan membentuk antibodi yang secara spesifik akan bekerja melawan jenis kuman tersebut.3,4
Jadi, ketika suatu saat nanti ada kuman yang aktif masuk ke dalam tubuh anak, sistem imunnya akan siap membunuhnya dengan antibodi khusus tersebut.1,4 Hal inilah yang membantu anak terlindungi dari berbagai macam penyakit berbahaya.1,4
Untuk anak usia di bawah 1 tahun, perlindungan dari imunisasi jadi sangat krusial karena daya tahan tubuhnya masih berkembang.5 Di usia ini, infeksi seperti difteri, batuk rejan (pertusis), dan tetanus bisa berkembang cepat dan memicu komplikasi serius: mulai dari gangguan napas, kejang, hingga kondisi yang mengancam nyawa.5
Karena penularannya mudah terjadi dari orang sekitar, pencegahan sejak dini memberi “tameng” penting sebelum bayi cukup kuat melawan kuman sendiri.12
Selain infeksi saluran napas, bayi juga rentan mengalami diare berat akibat infeksi virus yang dapat menyebabkan dehidrasi dan berujung perawatan di rumah sakit.13
Itulah kenapa rangkaian imunisasi pada bulan-bulan awal kehidupan penting diikuti sesuai jadwal, agar risiko penyakit infeksi pada periode paling rentan ini bisa ditekan semaksimal mungkin.6, 7 Bila jadwal sempat terlewat, orangtua bisa berkonsultasi untuk opsi imunisasi kejar.19
Ini akibat bila bayi tidak mendapat imunisasi

Perlu dipahami bahwa vaksinasi memang tidak menjamin 100% efektif untuk mencegah penyakit20. Namun, manfaatnya akan lebih besar dari risiko atau efek samping imunisasi.11, 14
Jikapun anak tertular penyakit dan sakit, gejala yang anak alami akan jauh lebih ringan dan mudah menyembuhkannya ketimbang tidak menerima vaksin sama sekali.11, 14
Jika bayi tidak mendapatkan imunisasi, akibatnya anak akan lebih berisiko tertular dan mengalami sakit yang lebih parah.14 Berikut akibat atau dampak yang akan timbul bila bayi tidak mendapat imunisasi.14
1. Berisiko mengalami komplikasi penyakit
Imunisasi telah membantu mengurangi angka kematian akibat penyakit menular pada bayi dan anak. Perlindungan ini juga penting untuk mencegah komplikasi yang dapat menyebabkan kecacatan.6 Karena itu, imunisasi dibutuhkan agar bayi tidak hanya selamat dari penyakit berbahaya, tetapi juga bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.6
2. Sistem kekebalan tubuh tidak kuat
Sistem kekebalan tubuh pada bayi dan anak-anak yang tidak mendapatkan vaksin tidak akan sekuat anak yang menerima imunisasi.9, 15 Ini karena tubuh anak tidak mampu mengenali virus penyakit yang masuk ke tubuh sehingga tidak bisa melawannya. 15
Terlebih jika bayi tidak menerima vaksin dan kemudian jatuh sakit, ia dapat menularkannya ke orang lain sehingga membahayakan lingkungan sekitarnya. 15
3. Membahayakan anak lain
Imunisasi tidak hanya berfungsi sebagai benteng pertahanan bayi, tetapi juga berperan untuk mencegah penularan penyakit dari orang ke orang.9, 16 Perlu orangtua catat bahwa dampak atau efek dari tidak mendapat imunisasi bukan memengaruhi kesehatan bayi Anda saja. 16
Anak-anak lain dan orang lain juga akan merugi jika program imunisasi tidak merata, bahkan bisa mengalami gangguan kesehatan pada bayi baru lahir. 6 Jika bayi Anda tidak mendapatkan imunisasi, virus dan kuman dalam tubuhnya bisa dengan mudah menyebar ke kakak, adik, teman, maupun orang lain.16
Sebagai contoh, wabah campak di San Diego bermula dari seorang anak yang sengaja tidak divaksin, lalu menimbulkan 11 kasus tambahan pada anak-anak yang belum divaksin serta membuat seorang bayi yang masih terlalu kecil untuk divaksin harus dirawat di rumah sakit. Temuan ini menegaskan pentingnya imunisasi untuk melindungi anak dan kelompok rentan di sekitarnya.21
Hal yang perlu dilakukan ketika bayi tidak mendapat imunisasi

Ketika bayi Anda yang tidak menerima vaksin sedang memiliki masalah kesehatan dan ingin berobat ke dokter atau anak akan masuk sekolah, ada beberapa hal yang perlu orangtua perhatikan:
1. Jelaskan pada dokter bahwa bayi tidak menerima imunisasi
Saat akan berobat ke dokter, pastikan Anda memberitahu bahwa anak bayi Anda tidak atau belum menerima vaksin untuk usianya.10 Mengapa ini penting?
Mengutip dari Canadian Pediatrician Society (CPS) memberitahu bayi yang tidak mendapatkan vaksin membuat dokter mempertimbangkan kemungkinan anak memiliki riwayat penyakit tertentu.10
Selain itu, ini juga membuat petugas medis memutuskan apakah anak Anda perlu mendapat perawatan dalam ruang isolasi agar penyakit tidak menyebar.10 Pasalnya, kelompok yang berisiko tertular penyakit adalah bayi yang usianya kurang dari 12 bulan dan belum siap menerima beberapa jenis imunisasi.10
Tidak hanya bayi, orang dewasa yang sedang menjalani perawatan atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah juga bisa menular dengan cepat.12 Ini termasuk ke dalam akibat dari bayi tidak mendapatkan imunisasi.10
2. Beritahu pihak sekolah
Bila anak sudah siap untuk sekolah atau pergi ke daycare, pastikan untuk memberitahu guru bahwa si Kecil tidak menerima imunisasi.
Dengan begitu, pihak daycare bisa lebih waspada dan menjauhkan si Kecil dari anak yang sedang sakit.10
Untuk informasi lebih lanjut, konsultasikan dengan Dokter Anda
Kesimpulan
- Imunisasi adalah cara memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga kebal akan serangan kuman penyakit, baik itu bakteri, virus, jamur, parasit, dan lainnya.16
- Melalui imunisasi bayi dapat terlindungi dari berbagai risiko penyakit pada masa yang akan datang.16
- Saat tidak mendapatkan imunisasi, ada beberapa akibat yang dapat ditimbulkan yaitu, mengalami komplikasi penyakit, sistem kekebalan tubuh yang tidak kuat, dan membahayakan anak lainnya.16
Materi edukasi ini disponsori oleh GSK.
NP-ID-ABX-NLTR-260001 • AD: Mar 2026 • ED: Mar 2028