Panduan Memenuhi Kebutuhan Gizi Selama dan Setelah Pengobatan Stroke

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Stroke adalah kondisi penyumbatan aliran darah ke otak, sehingga jaringan otak kekurangan oksigen dan perlahan mulai mati. Stroke merupakan kondisi yang dapat mengancam hidup seseorang dan dapat menimbulkan kerusakan permanen. Makanan adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan ketika seseorang terkena stroke. Pasalnya, tak semua makanan atau minuman baik untuk dikonsumsi. Lalu, apa saja makanan yang sebaiknya dikonsumsi selama dan setelah terapi stroke?

Efek samping stroke dapat menyebabkan nafsu makan menurun

Pasien stroke pada umumnya mengalami kesulitan untuk makan karena kondisi sarafnya yang membuat mereka tidak mampu mengunyah atau menelan makanan dengan baik. Oleh karena itu, perencanaan diet bagi pasien stroke harus sangat diperhatikan.

Ketika seseorang terkena stroke dan harus menjalani pengobatan di rumah sakit, biasanya makanan yang harus dikonsumsi akan diatur oleh ahli gizi yang termasuk dalam tim medisnya. Pasien yang mengalami stroke, harus menjalani prinsip diet tertentu yang sesuai dengan kondisinya. Ada beberapa jenis stroke, dari stroke ringan hingga berat. Tentunya, setiap jenis stroke ini akan membutuhkan makanan yang berbeda-beda.

Makanan yang baik dikonsumsi selama terapi stroke

Pola makan terbaik untuk pasien diabetes adalah diet rendah lemak yang disertai dengan rendah garam, terutama bila pasien memiliki riwayat hipertensi.

Pasien yang mengalami kesulitan makan, biasanya akan diberikan makanan yang lunak. Bila pasien tak dapat menelan sama sekali, maka tim medis akan memberikan makanan cair. Namun, sekali lagi hal ini tergantung dengan masing-masing kondisi pasien.

Pada umumnya, pasien tidak dianjurkan untuk mengonsumsi:

  • 25-30% lemak dari total kebutuhan kalori per hari, dengan ketentuan 7% dari lemak jenuh dan sisanya adalah lemak tidak jenuh.
  • Jika memiliki tekanan darah tinggi atau mengalami edema (pembengkakan pada tubuh akibat penumpukan cairan), sebaiknya hanya mengonsumsi 3-5 gram garam per hari.
  • Hindari makanan yang sulit dicerna dan mengandung banyak gas, seperti kol, brokoli, dan timun.
  • Serat minimal 25 gram per hari untuk mencegah sembelit

Perhatikan juga asupan makanan setelah pengobatan usai

Setelah Anda diizinkan untuk pulang  ke rumah, bukan berarti Anda bisa kembali bebas mengonsumsi apapun yang Anda inginkan. Anda harus tetap menjalankan prinsip diet demi mencegah serangan stroke di kemudian hari. Sebuah penelitian yang melibatkan sebanyak 11.862 orang dengan riwayat stroke, menyatakan bahwa pengaturan dan perencanaan diet yang tepat setelah terapi stroke, berhasil mencegah serangan stroke kambuhan pada 62% pasien.

Maka dari itu, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan di rumah setelah menjalani terapi stroke, yaitu:

1. Batasi konsumsi garam

Bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit stroke, maka sebaiknya hindari penggunaan garam yang berlebihan serta konsumsi makanan atau minuman yang mengandung natrium tinggi. Jumlah natrium yang tinggi yang ada di dalam garam serta makanan kemasan merupakan salah satu pemicu munculnya gangguan pembuluh darah yang terjadi pada Anda.

Jika tidak dikendalikan, bisa saja Anda mengalami stroke untuk kedua kalinya atau bahkan serangan jantung mendadak. Konsumsi natrium yang dibolehkan dalam satu hari adalah tidak lebih dari 230 mg. Namun, jika Anda mempunyai tekanan darah tinggi maka biasanya konsumsi natrium Anda tidak boleh lebih dari 1800 mg. Memang, batasan ini tergantung dengan kondisi masing-masing pasien. Bila Anda ingin tahu lebih jelasnya, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter kemudian meminta bantuan ahli gizi untuk membuatkan diet harian Anda.

2. Pilih makanan dengan lemak yang baik

Lemak jenuh yang tinggi di dalam tubuh, hanya akan membuat kadar kolesterol naik. Hal ini yang kemudian membuat seseorang rentan terkena stroke atau serangan jantung mendadak. Oleh karena itu, mulai sekarang hindarilah makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi, contohnya makanan yang digoreng deep friying, gajih pada daging, jeroan, serta kulit ayam.

Sebagai gantinya, makanan untuk stroke yang baik dikonsumsi yaitu kacang-kacangan yang mengandung lemak baik, seperti kacang almon. Atau, Anda juga bisa mengandalkan alpukat serta ikan salmon sebagai makanan sumber lemak tidak jenuh.

3. Perhatikan porsi yang sesuai

Jika memang Anda mengalami masalah sulit makan, maka sebaiknya kurangi porsi namun perbanyak frekuensi makan Anda dalam satu hari. sesuaikan makanan yang dikonsumsi dengan kebutuhan kalori yang Anda miliki. Bila bingung, Anda dapat berkonsultasi pada ahli gizi dalam membuat perencanaan diet yang benar selama dan setelah terapi stroke.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Kenikmatan kopi sudah tidak diragukan. Namun, tahukan Anda ada beberapa cara membuat kopi yang dapat menjadikan manfaatnya lebih baik untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

Setelah mengalami stroke, Anda mungkin akan menderita atrofi atau kelemahan otot wajah, lengan, atau kaki. Ketahui cara mengatasi atrofi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit