backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Marah dan Emosi Dapat Memicu Stroke, Bagaimana Bisa?

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

Marah dan Emosi Dapat Memicu Stroke, Bagaimana Bisa?

Marah kerap dipercaya bisa memicu berbagai masalah kesehatan di dalam tubuh. Bahkan, banyak juga orang yang menganggap rasa marah bisa menyebabkan kondisi serius, seperti stroke. Namun, apakah benar ada hubungannya antara marah dan stroke? Bisakah marah memicu stroke? Ketahui selengkapnya di bawah ini. 

Apakah marah bisa menyebabkan stroke?

Ya, marah diketahui bisa menjadi salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena stroke, meskipun tidak langsung menyebabkannya.

Bahkan, melansir dari Harvard Health Publishing, 1 dari 11 penderita stroke yang selamat mengaku sedang merasa marah atau kecewa menjelang terjadinya gejala stroke pada tubuh.

Data tersebut berdasarkan penelitian internasional yang dilakukan pada 2021 dalam jurnal European Heart Journal.

Penelitian tersebut dilakukan pada 13.462 penderita stroke dari 32 negara berbeda. Mereka diminta untuk mengisi kuesioner pada tiga hari pertama perawatan di rumah sakit.

Dari penelitian tersebut, diketahui bahwa rasa marah dan kecewa bisa meningkatkan risiko stroke hingga 30% dalam 1 jam saat sedang merasakan emosi tersebut.

Hasil penelitian tersebut membuktikan adanya hubungan antara stroke dan marah sebagai pemicunya.

Maka dari itu, sebaiknya berhati-hati terhadap emosi yang dialami jika Anda diketahui berisiko terkena stroke.

Waspadai juga jika Anda sudah pernah mengalami serangan stroke sebelumnya.

Pasalnya, perubahan emosi dan perilaku akibat stroke bisa terjadi, yang mungkin menyebabkan Anda menjadi lebih mudah marah.

Perlu diketahui!

Kemarahan pada penderita stroke akut perlu dideteksi dan dikenali saat pemeriksaan ke dokter. Pemeriksaan ini dapat dilakukan bersama dengan pemeriksaan lainnya, seperti pemeriksaan gejala dan fisik.

Penyebab hubungan antara marah dan stroke

suka marah

Kemarahan dapat menyebabkan stroke melalui beberapa mekanisme yang memengaruhi jantung dan pembuluh darah.

Beberapa faktor penyebab stroke yang berkaitan dengan rasa marah dan emosi negatif yang berkepanjangan meliputi berikut ini.

1. Peningkatan tekanan darah

Saat seseorang marah, tubuh melepaskan hormon stres, seperti adrenalin dan kortisol, yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Tekanan darah tinggi adalah faktor risiko utama untuk stroke karena dapat merusak dan melemahkan pembuluh darah di otak, yang kemudian bisa membuatnya pecah atau tersumbat.

2. Peningkatan detak jantung

Kemarahan dapat menyebabkan peningkatan detak jantung secara signifikan, yang kemudian bisa menimbulkan ketegangan pada jantung dan pembuluh darah.

Peningkatan detak jantung yang mendadak dan ekstrem dapat memperbesar risiko pecahnya pembuluh darah di otak atau pembentukan bekuan darah.

3. Perubahan pembuluh darah

Emosi yang intens seperti marah dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, termasuk arteri di otak.

Penyempitan akibat marah ini mengurangi aliran darah dan oksigen ke otak, yang bisa memicu stroke iskemik.

4. Pembentukan bekuan darah

Kemarahan dan stres kronis dapat menyebabkan perubahan dalam darah yang membuatnya lebih mudah untuk menggumpal.

Bekuan darah yang terbentuk bisa menyumbat pembuluh darah di otak, yang bisa menyebabkan stroke iskemik.

5. Peradangan

Stres emosional kronis dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh yang berkontribusi pada perkembangan penyakit kardiovaskular dan aterosklerosis (penumpukan plak di arteri).

Plak ini dapat pecah dan membentuk bekuan darah yang bisa menyumbat aliran darah ke otak.

Cara meredakan marah untuk mencegah stroke

manfaat meminta maaf

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa meredakan amarah adalah langkah penting dalam mencegah stroke.

Untuk mengurangi risiko stroke yang dipicu oleh kemarahan, penting untuk mengelola emosi dengan baik.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu meredakan rasa marah.

  • Latihan pernapasan. Teknik pernapasan dalam dan lambat dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh saat marah.
  • Meditasi dan yoga. Praktik ini dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kontrol emosional.
  • Olahraga teratur. Aktivitas fisik dapat membantu mengurangi tingkat stres dan meningkatkan suasana hati.
  • Berbicara dengan orang lain. Mengungkapkan perasaan kepada teman, keluarga, atau profesional kesehatan mental dapat membantu meredakan kemarahan.
  • Mengambil waktu untuk diri sendiri. Luangkan waktu untuk diri sendiri untuk merenung dan menenangkan pikiran saat merasa marah.
  • Menjaga gaya hidup sehat. Pola makan seimbang, tidur yang cukup, dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan dapat membantu mengurangi tingkat kemarahan dan stres.

Dengan meredakan kemarahan dan mengelola emosi secara sehat, Anda dapat mengurangi risiko stroke dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Kesimpulan

Marah bisa memicu stroke, meski tidak menyebabkannya secara langsung. Hal ini bisa terjadi karena kemarahan dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung, menimbulkan peradangan, mengubah pembuluh darah, dan membentuk bekuan darah, yang semuanya merupakan faktor risiko dari stroke. Untuk itu, mengelola emosi merupakan hal yang penting guna mencegah terjadinya serangan tersebut.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan