Dapatkah kiata mengetahui bila kita berisiko stroke? Walau tidak ada cara pasti untuk mengetahui bahwa Anda akan mengalami stroke atau tidak di sepanjang hidup Anda, ada beberapa tanda bahwa Anda berisiko tinggi terkena stroke. Kabar baiknya adalah Anda bisa melakukan sesuatu terkait tanda-tanda ini sehingga Anda secara signifikan bisa menurunkan risiko stroke Anda.

Tekanan darah yang tidak terkontrol

Bila Anda secara konsisten memiliki tekanan darah tinggi atau bila Anda mencoba menghindar untuk mencari tahu tekanan darah Anda, hal itu merupakan berita buruk.

Kabar baiknya adalah tekanan darah bisa ditangani dengan obat-obatan, diet dan penyesuaian gaya hidup seperti mengurangi stres dan tidak merokok. Pastikan Anda mengunjungi dokter untuk mencari tahu tekanan darah Anda, dan di bawah pengawasan dokter, mulailah lakukan perubahan jika diperlukan.

Gula darah tinggi

Gula darah tak menentu, secara kronis bisa meningkatkan gula darah atau diabetes tidak terkontrol bisa merusak pembuluh darah, meningkatkan risiko Anda terhadap stroke. Pastikan memeriksakan diri secara teratur ke dokter sehingga Anda mendapatkan skrining diabetes dan pengobatan yang tepat melalui diet atau obat-obatan, sesuai kebutuhan.

Merokok

Merokok adalah kebiasaan yang sulit dihilangkan. Ini merupakan salah satu tanda paling signifikan bahwa Anda berisiko stroke. Kabar baiknya adalah, meskipun bahaya rokok berdampak pada risiko stroke, efek ini hebatnya dapat menurun setelah Anda berhenti merokok.

Gaya hidup pasif

Olahraga mudah diabaikan. Meski sebenarnya mudah dilakukan, banyak orang malas memulai.

Namun, tidak peduli situasi kesehatan Anda, apakah Anda sehat atau sudah mengalami stroke serius, selalu ada olahraga yang aman dan mudah dilakukan untuk menjaga Anda tetap sehat selama menurunkan risiko stroke Anda.

Kadar kolesterol tinggi

Tingkat optimal diperkirakan di bawah 150 mg/dL untuk trigliserida, di bawah 100 mg/dL untuk LDL, di atas 50 mg/dL untuk HDL dan di bawah 200 mg/dL untuk kolesterol total. Rekomendasi baru menyatakan bahwa diet kolesterol bukanlah penyebab kolesterol darah tinggi, tetapi sebaliknya bahwa lemak makanan dan faktor genetik yang menyebabkan kolesterol tinggi. Ini adalah perbedaan tipis yang benar-benar berarti banyak terkait diet.

Stres

Stres adalah kontributor utama terhadap hipertensi, penyakit jantung, serebrovaskular dan diabetes, di mana semuanya menyebabkan stroke. Mengendalikan stres dan gaya hidup yang santai serta tenang bisa secara signifikan menurunkan risiko stroke.

Stres yang tersembunyi

Beberapa orang stres karena memiliki beban dalam menyembunyikan sesuatu, hidup dengan amarah, terus mencoba untuk mengesankan seseorang yang sulit merasa puas atau tanpa henti mengejar pengakuan. Mengatasi stres yang tidak terlihat sama pentingnya dengan mengatasi stres yang nyata.

Melewatkan dosis obat-obatan

Kebanyakan faktor risiko stroke bisa ditangani. Namun, membutuhkan penggunaan obat yang teratur, mengisi ulang resep dan melakukan pemeriksaan rutin jika perlu penyesuaian dosis. Jagalah kesehatan Anda, bahkan jika terasa sedikit sulit.

Penyakit jantung

Jika Anda sesak napas ketika Anda berjalan atau jika Anda mengalami nyeri dada, maka Anda berisiko besar terhadap stroke atau serangan jantung. Jangan menunda mendapatkan perhatian medis jika Anda pernah mengalami nyeri dada.

Mengabaikan mini-stroke

Kebanyakan orang tidak akan mengenali mini-stroke. Jika Anda memiliki salah satu dari tanda-tanda atau gejala mini-stroke, Anda perlu mendapatkan perhatian medis segera, karena ini adalah tanda peringatan paling penting bahwa Anda berada pada risiko stroke.

Apa yang harus saya ingat?

10 tanda-tanda teratas bahwa Anda berisiko stroke adalah serius dan tidak boleh dianggap enteng. Pastikan Anda mendapatkan tindakan pencegahan stroke yang tepat untuk diri sendiri atau untuk seseorang yang Anda sayangi.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca