5 Tips Jitu Meningkatkan Fungsi Otak Setelah Terserang Stroke

    5 Tips Jitu Meningkatkan Fungsi Otak Setelah Terserang Stroke

    Kerusakan otak setelah stroke dapat menyebabkan seseorang mengalami penurunan kemampuan kognitif serta gangguan koordinasi dengan bagian tubuh lainnya. Namun, ada beberapa cara untuk meningkatkan fungsi otak setelah stroke yang bisa Anda lakukan. Dengan begitu, proses pemulihan dapat lebih cepat. Simak selengkapnya di sini.

    Tips meningkatkan fungsi otak setelah stroke

    Pengalaman Sembuh dari Tumor Otak Setelah Hampir 2 Tahun

    Serangan stroke terjadi ketika aliran darah dari jantung menuju otak mengalami gangguan sehingga menghambat suplai darah ke otak.

    Akibatnya, sel-sel otak akan mulai mati dan mengalami kerusakan otak permanen.

    Gejala kerusakan otak dapat berupa kesulitan berbicara, mengingat, berpikir, dan koordinasi tubuh.

    Untuk membantu meningkatkan fungsi otak setelah stroke agar bisa pulih kembali, Anda bisa mencoba hal-hal berikut ini.

    1. Melatih mindfulness

    Mindfulness adalah praktik memusatkan perhatian sedemikian rupa untuk benar-benar menyadari dan menghayati emosi yang Anda rasakan serta apa yang sedang Anda lakukan saat ini.

    Studi pada Journal of Evidence-Based Integrative Medicine menyebutkan bahwa teknik mindfulness dapat membantu mempercepat proses pemulihan pasca-stroke.

    Terapi ini bisa dilatih dengan bermeditasi agar pikiran tenang atau berfokus pada kenikmatan saat melakukan kegiatan yang disukai.

    Memperoleh ketenangan adalah hal yang penting setelah stroke. Pikiran yang tenang membuat otak tidak kewalahan untuk berfungsi.

    Teknik ini juga bisa sekaligus mencegah peningkatan kadar hormon stress yang dapat memperlambat pemulihan setelah stroke.

    2. Aktif bergerak

    Melakukan aktivitas fisik atau olahraga setelah stroke sangat membantu proses pemulihan tubuh serta meningkatkan fungsi otak setelah stroke.

    Pasalnya dengan lebih aktif bergerak, jantung akan lebih mudah mengedarkan darah beroksigen ke otak untuk melakukan berbagai fungsi kognitif.

    Asupan oksigen ke otak juga meningkatkan produksi serotonin dan endorfin, dua hormon yang diperlukan untuk menjaga mood tetap stabil.

    Tidak perlu berolahraga yang terlalu berat. Manfaat tersebut sudah dapat diperoleh cukup dengan aktif berjalan kaki selama 30–45 menit setiap hari.

    Selain itu, melansir Mayo Clinic, rutin melakukan terapi fisik untuk stroke juga dapat melatih koordinasi motorik yang terdampak saat mengalami stroke.

    nutrisi otak untuk penderita stroke

    3. Menerapkan pola makan sehat

    Pola makan sehat yang konsisten sangat penting bagi pemulihan dari kerusakan akibat stroke.

    Pola makan yang teratur diperlukan untuk membiasakan kembali otot-otot saluran pencernaan untuk kembali mengonsumsi makanan setelah mengalami kelemahan.

    Penyesuaian jenis makanan juga diperlukan seperti dengan memilih makanan dengan tekstur halus dan padat. Hindari makanan yang sulit dicerna.

    Selain itu, kandungan nutrisi perlu diperhatikan. Cobalah berfokus pada nutrisi yang baik bagi otak penderita stroke sehingga mampu meningkatkan fungsi kognitif otak setelah sembuh.

    Kandungan nutrisi seperti asam lemak omega-3 dari makanan berbahan dasar ikan laut dapat mendorong pertumbuhan saraf otak lebih baik.

    Omega-3 juga diketahui penting untuk menjaga suasana hati dan mencegah gangguan penurunan fungsi kognitif.

    Selain itu, hindari makanan tinggi garam untuk menjaga tekanan darah tetap stabil dan mencegah risiko serangan stroke akibat hipertensi.

    4. Berhenti merokok

    Merokok sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh, apalagi pada penyintas stroke.

    Pasalnya, hal ini dapat meningkatkan tekanan darah dan membuat pembuluh darah Anda menipis sehingga lebih mudah pecah.

    Hal ini tentunya dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan stroke berulang dan menyebabkan kerusakan pada otak Anda lagi.

    Akibatnya, upaya-upaya untuk meningkatkan fungsi otak setelah stroke dapat sia-sia belaka.

    Kerusakan otak yang Anda alami juga akan semakin parah setelah mengalami serangan berulang.

    Oleh sebab itu, pastikan Anda benar-benar menghentikan kebiasaan merokok setelah mengalami stroke.

    5. Tidur cukup

    Tidur yang cukup merupakan hal yang penting bagi siapa saja, terlebih bagi orang-orang yang dalam tahap pemulihan setelah stroke.

    Kualitas tidur yang baik juga dapat meningkatkan kembali fungsi otak setelah terkena serangan stroke.

    Menurut National Institute of Neurological Disorder and Stroke, tidur dapat mendukung banyak sekali fungsi otak.

    Di antaranya, membantu menghilangkan racun yang terdapat pada sel-sel otak, memperlancar komunikasi antar neuron atau saraf, serta meningkatkan daya ingat.

    Tidur yang cukup juga memastikan Anda melewati tahap tidur REM (fase bermimpi) yang lebih berkualitas.

    Sayangnya, banyak orang yang mengalami gangguan tidur pasca-stroke. Oleh sebab itu, sebaiknya lakukan upaya-upaya khusus agar tidur lebih lelap.

    Ambil contohnya dengan cara dipijat, mendengarkan musik yang lembut, mematikan lampu, dan menciptakan suasana yang tenang.

    Dengan berbagai cara yang sudah disebutkan di atas, fungsi otak setelah sakit stroke diharapkan tidak menurun atau bahkan dapat meningkat.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Wathugala, M., Saldana, D., Juliano, J., Chan, J., & Liew, S. (2019). Mindfulness Meditation Effects on Poststroke Spasticity: A Feasibility Study. Journal Of Evidence-Based Integrative Medicine, 24, 2515690X1985594. doi: 10.1177/2515690×19855941

    What to expect as you recover from a stroke. (2019). Retrieved 28 January 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stroke/in-depth/stroke-rehabilitation/art-20045172

    Post-Stroke Rehabilitation Fact Sheet | National Institute of Neurological Disorders and Stroke. (2021). Retrieved 28 January 2022, from https://www.ninds.nih.gov/Disorders/Patient-Caregiver-Education/Fact-Sheets/Post-Stroke-Rehabilitation-Fact-Sheet

    Jiang, X., Pu, H., Hu, X., Wei, Z., Hong, D., & Zhang, W. et al. (2016). A Post-stroke Therapeutic Regimen with Omega-3 Polyunsaturated Fatty Acids that Promotes White Matter Integrity and Beneficial Microglial Responses after Cerebral Ischemia. Translational Stroke Research, 7(6), 548-561. doi: 10.1007/s12975-016-0502-6

    Khot, S., & Morgenstern, L. (2019). Sleep and Stroke. Stroke, 50(6), 1612-1617. doi: 10.1161/strokeaha.118.023553

    Brain Basics: Understanding Sleep | National Institute of Neurological Disorders and Stroke. (2019). Retrieved 28 January 2022, from https://www.ninds.nih.gov/Disorders/Patient-Caregiver-Education/Understanding-Sleep

    Stroke – Symptoms and causes. (2022). Retrieved 28 January 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stroke/symptoms-causes/syc-20350113

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui Feb 07
    Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto