5 Tips Jitu Meningkatkan Fungsi Otak Setelah Terserang Stroke

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Serangan stroke terjadi ketika aliran darah dari jantung menuju otak mengalami gangguan, entah karena gumpalan darah yang menghalanginya atau karena pembuluh darah di otak pecah sehingga darah tidak bisa mengalir ke bagian otak tertentu. Bila darah kaya oksigen tidak mencapai otak, sel otak akan mulai mati kemudian mengalami kerusakan otak permanen. Kerusakan otak setelah stroke dapat menyebabkan seseorang mengalami penurunan kemampuan kognitif (termasuk kesulitan bicara, hilang memori/sulit mengingat, kesulitan berpikir, dan memahami bahasa) serta gangguan koordinasi dengan bagian tubuh lainnya.

Meski demikian, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan setiap hari setelah stroke untuk meningkatkan kerja otak dan mempercepat proses pemulihan.

Tips meningkatkan fungsi otak setelah stroke

1. Melatih mindfulness

Mindfulness adalah praktik memusatkan perhatian sedemikian rupa untuk benar-benar menyadari dan menghayati emosi yang Anda rasakan serta apa yang sedang Anda lakukan saat ini. Sederhananya, mindfulness adalah kesadaran diri akan momen di depan mata.

Praktik mindfulness adalah salah satu kunci utama untuk menghindari dan mengatasi rasa cemas serta stres. Kondisi mindfulness cenderung membantu seseorang untuk menerima kondisi emosi atau keadaan yang sedang dialami dibandingkan dengan memaksa mengubah hal tersebut.

Mindfulness bisa dilatih dengan bermeditasi untuk membuat pikiran lebih tenang dan stabil. Selain dengan bermeditasi, mindfulness juga dapat dilatih saat melakukan kegiatan lainnya dengan berfokus atau menikmati suatu kegiatan yang sedang dilakukan tersebut. Memperoleh ketenangan adalah hal yang penting setelah stroke. Pikiran yang tenang membuat otak tidak kewalahan untuk berfungsi, juga sekaligus mencegah peningkatan kadar hormon stress kortisol yang dapat memperlambat pemulihan setelah stroke.

2. Aktif bergerak

Melakukan aktivitas fisik atau olahraga setelah stroke sangat membantu proses pemulihan tubuh serta meningkatkan kemampuan berpikir.

Pasalnya dengan lebih aktif bergerak, jantung akan lebih mudah mengedarkan darah beroksigen ke otak untuk melakukan berbagai fungsi kognitif. Asupan oksigen ke otak juga meningkatkan produksi serotonin dan endorfin, dua hormon yang diperlukan untuk menjaga mood tetap stabil. Selain itu, rutin melakukan aktivitas fisik juga dapat menghindari Anda dari stres.

Tidak perlu berolahraga yang terlalu berat setelah stroke. Manfaat tersebut sudah dapat diperoleh cukup dengan aktif berjalan kaki selama 30–45 menit setiap hari.

3. Menerapkan pola makan sehat

Pola makan sehat yang konsisten sangat penting bagi pemulihan dari kerusakan akibat stroke. Pola makan yang teratur diperlukan untuk membiasakan kembali otot-otot saluran pencernaan untuk kembali mengonsumsi makanan setelah mengalami kelemahan. Penyesuaian jenis makanan juga diperlukan seperti dengan memilih makanan dengan tekstur halus dan padat. Hindari makanan yang sulit dicerna.

Selain itu, kandungan nutrisi juga perlu diperhatikan dan cobalah berfokus pada nutrisi yang terbukti baik bagi otak. Kandungan nutrisi seperti asam lemak omega-3 dari makanan berbahan dasar ikan laut dapat mendorong pertumbuhan saraf otak lebih baik. Omega-3 juga diketahui penting untuk menjaga mood dan mencegah gangguan penurunan fungsi kognitif.

Jika perlu, konsumsi juga suplemen yang bermanfaat bagi otak seperti vitamin B dan vitamin E. Serta hindari makanan tinggi garam untuk menjaga tekanan darah tetap stabil dan mencegah risiko serangan stroke akibat hipertensi.

4. Mencoba hal baru yang menyenangkan

Sama seperti dengan berolahraga ringan, melakukan aktivitas yang Anda anggap menyenangkan dapat membuat otak beristirahat sejenak dan melepaskan hormon mood bahagia serotonin dan oksitosin. Di samping itu, melakukan hal baru akan membuat otak bekerja lebih baik dalam memproduksi sel saraf baru serta mempertahankan neuron yang sudah ada tetap hidup dan sehat.

5. Tidur cukup

Tidur merupakan hal yang penting bagi siapa saja, terlebih bagi orang-orang yang dalam tahap pemulihan setelah stroke. Tidur adalah waktu bagi otak untuk beristirahat, membilas plak-plak jahat penyebab penyakit, serta mengurangi stres dan mengolah informasi menjadi ingatan jangka panjang.

Tidur yang cukup juga memastikan Anda melewati tahap tidur REM (fase bermimpi) yang lebih berkualitas. Pada fase inilah otak memulai untuk menumbuhkan sel saraf dan selaput saraf myelin yang baru. Bagi orang-orang penyintas stroke, waktu tidur adalah waktu yang penting untuk tubuh dan otak memulai proses pemulihan dan pembentukan sel-sel baru.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Semakin bertambah usia seseorang, pada umumnya semakin banyak penyakit yang diderita. Apa saja penyakit pada lansia yang sering terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Stroke pada Anak, Apakah Masih Bisa Sembuh?

Banyak orangtua yang mencemaskan dampak dan peluang sembuh pada anak yang mengalami stroke. Ternyata masih ada kemungkinan pulih dari masalah kesehatan ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 28 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Konsumsi Makanan Tertentu Dapat Berpengaruh pada Jenis Stroke Berbeda

Penelitian terbaru memaparkan bahwa makanan tertentu dapat berpengaruh terhadap risiko pada jenis stroke yang bebreda. Bagaimana penjelasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 17 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat pengencer darah

Daftar Obat Pengencer Darah yang Paling Umum Digunakan, Plus Risiko Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
terapi stroke

Menjalani Terapi Setelah Mengalami Stroke, Apa Saja yang Harus Dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
senam stroke

Senam untuk Penderita Stroke, Ini Manfaat dan Cara Melakukannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
atrofi otot

Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit