Berbagai Penyebab Serangan Jantung di Usia Muda

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 04/05/2020
Bagikan sekarang

Anda mungkin berpikir bahwa serangan jantung hanya bisa menimpa orang lanjut usia. Pada dasarnya, semakin bertambah usia, semakin tinggi pula risiko Anda mengalami serangan jantung. Namun, bukan berarti serangan jantung tidak mungkin terjadi pada usia muda. Jadi, bagaimana serangan jantung itu terjadi dan apa penyebab terjadinya kondisi ini pada usia muda? Simak penjelasannya berikut ini.

Penyebab serangan jantung pada usia muda

Ada beberapa masalah kesehatan yang menjadi penyebab terjadinya serangan jantung, baik pada usia muda, maupun lansia. Di antaranya adalah:

1. Penyakit jantung koroner (PJK)

Bisa dikatakan bahwa penyakit jantung koroner adalah penyebab utama dari serangan jantung, baik pada usia muda maupun lansia. Pada kondisi ini, terjadi penumpukan plak di dalam pembuluh darah arteri. Plak ini adalah tumpukan kolesterol berlebih di dalam darah.

Seiring berjalannya waktu, plak tersebut akan pecah dan membentuk gumpalan-gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah arteri. Hal ini menyulitkan aliran darah untuk sampai menuju jantung. Padahal, pembuluh ini termasuk salah satu jalan utama untuk aliran darah yang membawa oksigen untuk otot-otot jantung.

Apabila aliran arteri ini tersumbat, oksigen tidak dapat mencapai otot jantung. Hal ini menyebabkan kerusakan parah pada otot jantung jika tidak segera ditangani. Bahkan, otot jantung bisa mati bila kondisi tersebut dibiarkan begitu saja.

2. Spasme arteri koroner

Selain PJK, ada pula penyakit lain yang menjadi penyebab serangan jantung pada anak muda dan lansia. Otot arteri koroner dapat mengalami penyempitan karena spasme. Bila spasme yang terjadi cukup parah, aliran darah pun tersumbat. Hal ini menyebabkan otot jantung akan kekurangan oksigen.

Untuk itu, seimbangkan kebutuhan makanan harian dengan aktivitas Anda. Lalu, lakukan olahraga secara rutin dan tinggalkan kebiasaan mengonsumsi alkohol dan rokok.

Namun, apa alasan utama penyakit jantung koroner dan spasme arteri koroner dialami pada usia muda?

Bagaimana serangan jantung pada usia muda terjadi?

Jantung memiliki beberapa jenis pembuluh, salah satu yang terpenting adalah arteri koroner. Pada pembuluh jantung yang satu ini terdapat sirklulasi darah kaya oksigen ke semua organ dalam tubuh, termasuk jantung.

Bila arteri ini tersumbat atau menyempit, aliran darah ke jantung Anda bisa berkurang secara drastis atau berhenti sama sekali. Kondisi ini menyebabkan Anda mengalami serangan jantung. Namun, apa penyebab serangan jantung terjadi pada usia muda?

Ada satu penyakit yang memiliki peranan cukup besar dalam meningkatkan faktor risiko serangan jantung pada usia muda, yaitu diabetes tipe 2. Penyebab terjadinya diabetes tipe 2 sering kali adalah gaya hidup dan pola makan yang salah.

Sebagai contoh, Anda sering mengonsumsi makanan cepat saji sebagai menu makanan sehari-hari. Tak hanya itu, Anda jarang melakukan aktivitas fisik yang menyehatkan tubuh seperti olahraga, sehingga Anda memiliki berat badan berlebih atau obesitas.

Melansir Cleveland Clinic, beberapa dekade lalu, kondisi ini hampir tidak mungkin terjadi. Namun, ternyata kemajuan teknologi menyebabkan semakin banyak orang yang malas bergerak. Sebagai contoh, orang semakin asyik bermain gadget dan menonton televisi, sehingga malas berolahraga dan menggerakkan tubuhnya.

Bahkan, kebiasaan malas bergerak ini juga dimiliki oleh banyak anak-anak. Padahal, jika dibiarkan terus-menerus tentu kebiasaan ini memberikan pengaruh buruk terhadap kesehatan fisik dan mental Anda.

Faktor risiko serangan jantung pada usia muda

Pada dasarnya, faktor risiko serangan jantung yang dimiliki lansia maupun di usia muda relatif sama. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Tekanan darah tinggi.
  • Kadar kolesterol tinggi.
  • Kebiasaan merokok.
  • Diabetes tipe 2.
  • Pola makan yang tidak sehat.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Kurang melakukan aktivitas fisik seperti olahraga.
  • Kebiasaan minum alkohol secara berlebih.
Dengan gaya hidup yang kurang sehat, termasuk pilihan menu makanan sehari-hari, kondisi kesehatan yang meningkatkan risiko serangan jantung, yang  biasanya menyerang lansia, kini sangat mungkin dialami oleh di usia muda.

Selain itu, kebiasaan malas menggerakkan tubuh juga dapat menyebabkan kerusakan jantung, khususnya bagi Anda yang sudah terlalu lama melakukan kebiasaan ini. Tak hanya itu, jika Anda sering merasa stres, risiko serangan jantung Anda pun meningkat.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa serangan jantung dapat terjadi pada siapa saja, tidak hanya orang tua, tetapi juga orang pada usia muda karena tidak peduli dengan pola hidup sehat yang dijalaninya selama ini. Oleh sebab itu, selagi Anda sehat, penting untuk menjaga pola hidup sehat dan mencegah terjadinya serangan jantung.

Gejala serangan jantung di usia muda

Pada dasarnya, gejala serangan jantung yang dirasakan oleh lansia atau anak muda tidak berbeda. Namun, gejala yang dimiliki oleh masing-masing orang berbeda. Bahkan, ada yang hanya merasakan gejala yang tidak terlalu parah, sementara ada pula yang merasakan gejala yang lebih parah.

Berikut adalah beberapa gejala serangan jantung yang mungkin Anda alami di usia muda:

1. Nyeri dada

Kondisi ini termasuk yang paling banyak dialami oleh orang yang mengalami serangan jantung. Anda mungkin merasakannya untuk beberapa saat, atau rasa itu mungkin hilang tapi tak lama muncul kembali.

Rasa nyeri yang Anda rasakan menimbulkan rasa tak nyaman karena terasa seperti tertekan, diremas kuat-kuat, dan juga seperti dipukul oleh benda keras.

2. Tidak nyaman di bagian tubuh atas

Rasa nyeri pada dada bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya. Hal ini menimbulkan rasa sakit pada bagian atas tubuh, mulai dari kedua lengan, punggung, leher, hingga rahang. Tak hanya itu, rasa sakit juga mungkin terasa di bagian atas perut.

Ya, rasa sakit yang merupakan perpanjangan dari nyeri dada ini bisa berlangsung lebih lama dari beberapa menit. Rasa sakit ini mungkin hilang tapi tak lama kembali lagi. Bahkan, rasa sakit ini bisa disertai dengan rasa gelisah dan detak jantung yang berdegup cepat.

3. Sesak napas

Serangan jantung pada usia muda juga bisa ditandai dengan sesak napas. Biasanya, kondisi ini disertai dengan keringat dingin, kepala terasa pusing, dan tubuh juga terasa lemas. Sayangnya, kondisi tersebut terjadi tanpa alasan yang jelas.

Maka itu, saat Anda merasakan rangkaian gejala serangan jantung yang mungkin dialami pada usia muda seperti yang telah disebutkan di atas, Anda perlu waspada. Segera hubungi rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama serangan jantung.

4. Gejala lainnya

Ada pula gejala lain yang mungkin dialami orang saat mengalami serangan jantung di usia muda. Sebagai contoh, batuk, mual, muntah, dan kepala terasa ringan. Kondisi-kondisi tersebut sering kali dialami oleh wanita sebagai gejala serangan jantung.

Mencegah terjadinya serangan jantung di usia muda

Jika tidak ingin mengalami serangan jantung, Anda mungkin harus menghindari penyebab dari kondisi tersebut. Untuk itu, Anda perlu menyadari apa saja gaya hidup dan kebiasaan yang dapat meningkatkan faktor risiko mengalami serangan jantung. Berikut ini adalah beberapa cara untuk menjaga kesehatan jantung Anda.

1. Menurunkan kadar kolesterol di dalam darah

Jika kadar kolesterol di dalam darah tinggi, risiko mengalami serangan jantung pun meningkat. Obesitas, jarang berolahraga, dan pilihan makanan yang tidak sehat dapat menjadi penyebab utama tingginya kadar kolesterol di dalam darah.

Perubahan gaya hidup dan pola makan biasanya dapat membantu Anda menurunkan kadar kolesterol Anda di dalam darah. Cobalah untuk memperbaiki pola makan seperti  mengurangi makanan yang kaya akan lemak jenuh dan lemak trans. Lalu, rutin berolahraga agar tubuh Anda bergerak.

Jika keduanya masih belum berhasil menurunkan kadar kolesterol, Anda mungkin butuh bantuan dari dokter.

2. Menurunkan tekanan darah

Tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko Anda mengalami serangan jantung pada usia muda. Maka itu, menurunkan tekanan darah mampu membantu Anda menurunkan risikonya. Salah satu caranya adalah rutin memeriksakan tekanan darah Anda.

Jika tekanan darah Anda lebih tinggi dari 120/80, Anda harus berkonsultasi kepada dokter untuk mencegah terjadinya kenaikan tekanan darah di kemudian hari. Lalu, tanyakan pula pada dokter bagaimana cara mengatasi dan menurunkan tekanan darah agar kembali normal.

3. Berhenti merokok

Serangan jantung juga bisa disebabkan oleh kebiasaan yang tidak sehat ini. Bahkan, tidak hanya kepada diri sendiri, kebiasaan ini juga merugikan orang di sekitar Anda. Risiko Anda mengalami serangan jantung dapat dua hingga kali lipat lebih tinggi jika merokok dibandingkan orang yang tidak merokok.

Lebih baik segera menghentikan kebiasaan ini sebelum terlalu terlambat untuk melakukannya. Awalnya mungkin akan terasa sulit, tapi lambat laun Anda akan mulai terbiasa dan benar-benar terlepas dari jerat setan yang satu ini.

Selain tiga cara di atas, Anda juga bisa menurunkan risiko mengalami serangan jantung dengan cara rutin berolahraga, menurunkan berat badan hingga menyentuh angka normal, dan mengurangi kebiasaan minum minuman beralkohol.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bawaan adalah kondisi kelainan jantung yang sudah muncul sejak lahir. Kelainan jantung ini bisa mengubah hal-hal terkait fungsi jantung.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Bisakah Penyakit Sindrom Koroner Akut (SKA) Disembuhkan?

Penyakit sindrom koroner akut adalah penyebab kematian tertinggi. Tak heran jika banyak orang bertanya-tanya tentang peluang kesembuhan penyakit ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Sering Nyeri Dada Saat Olahraga? 6 Kondisi Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Banyak orang mengira kalau nyeri dada saat olahraga disebabkan karena terkena serangan jantung. Padahal, belum tentu! Cari tahu penyebabnya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Mengulik Cara Kerja Otot Jantung dan Beragam Fungsi Pentingnya

Otot jantung dianggap sebagai otot terkuat karena mampu bekerja sepanjang waktu tanpa istirahat untuk memompa darah. Apa yang terjadi jika otot ini rusak?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit jantung boleh puasa

Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
ashraf sinclair serangan jantung

Ashraf Sinclair dan Fenomena Serangan Jantung di Usia Muda

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 18/02/2020

Jangan Sampai Kena Serangan Jantung Kedua Kali, Begini Cara Tepat Mencegahnya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2019
pertolongan pertama serangan jantung

Langkah Pertolongan Pertama Ketika Serangan Jantung Terjadi

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2019