5 Kebiasaan Sehari-hari yang Merusak Jantung

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Penyakit kardiovaskuler merupakan penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah. Di dunia, penyakit kardiovaskuler dan stroke adalah penyebab kematian utama, dengan angka kematian sekitar 17.3 juta orang setiap tahunnnya. Bahkan angka tersebut diperkirakan akan mengalami peningkatan hingga tahun 2030. Sementara di Indonesia, pada tahun 2013, prevalensi penyakit jantung coroner sebesar 0.5% dan prevalensi penyakit gagal kantung sebesar 0.13%.

Melihat fakta tersebut, tidak mengherankan jika pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan jantung. Dan kabar baiknya adalah bahwa untuk menjaga kesehatan jantung, Anda bisa memulainya dengan beberapa langkah sederhana, salah satunya dengan konsisten menjalani gaya hidup sehat.

Berikut adalah beberapa kebiasaan buruk bagi kesehatan jantung Anda dan bagaimana cara untuk menghindari hal tersebut.

1. Terlalu lama menonton televisi

Saat ini telah tersedia berbagai macam hiburan di televisi; entah berupa sinetron, FTV, komedi, ataupun musik. Alhasil, tidak mengherankan jika Anda senang duduk berlama-lama di depan televisi hanya untuk menyaksikan tayangan favorit Anda. Namun yang perlu Anda ketahui adalah bahwa duduk selama berjam-jam di depan televisi dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan strokE. Bahkan, menurut sebuah penelitian di Jepang, duduk terlalu lama sambil menonton TV dapat meningkatkan risiko kematian akibat gumpalan darah di paru-paru.

Hal tersebut terjadi karena selama Anda menonton televisi, Anda cenderung terus dalam posisi yang sama yaitu duduk, tanpa ada aktivitas lainnya, dan ini menyebabkan peredaran darah Anda menjadi terganggu. Selain itu, kurangnya gerakan dapat mempengaruhi kadar lemak dan gula dalam tubuh.

Oleh karena itu, jika Anda senang duduk lama di depan televisi, ada baiknya Anda melakukan beberapa langkah sederhana untuk mencegah terjadinya gumpalan darah di paru-paru, penyakit jantung, ataupun stroke, seperti berikut: setelah satu jam atau lebih duduk sambil menonton TV, Anda harus berdiri untuk melakukan peregangan otot, salah satunya dengan berjalan-jalan.

2. Makan terlalu banyak

Salah satu faktor risiko utama terjadinya penyakit jantung adalah kelebihan berat badan atau obesitas. Menurut sebuah penelitian yang dipresentasikan pada American Heart Association Scientific Sessions tahun 2000, terlalu banyak makan dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung empat kali lipat, dalam waktu dua jam setelah makan.

Hal tersebut dapat terjadi karena tanpa Anda sadari, makan terlalu banyak dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Naiknya tekanan darah tersebut dapat meningkatkan kebutuhan oksigen dan menciptakan beban tambahan pada jantung. Selain itu, tekanan darah tinggi tersebut dapat memecahkan plak kolestrol pada dinding arteri, memicu pembentukan gumpalan yang dapat memblokir pembuluh darah sehingga dapat memicu serangan jantung atau stroke.

Oleh karena itu, cobalah Anda untuk makan tidak berlebihan –artinya, makan disaat lapar dan berhenti sebelum Anda benar-benar kekenyangan.

3. Merokok

Sudah jelas sekali bahwa merokok tidak baik untuk kesehatan, termasuk untuk kesehatan jantung Anda. Merokok dapat meningkatkan pembekuan darah, yang dapat menghambat aliran darah ke jantung sehingga memberikan kontribusi untuk penumpulan plak di arteri. Selain itu, studi juga menunjukkan bahwa merokok merupakan faktor risiko penting untuk stroke karena menghirup asap rokok ternyata dapat menghasilkan beberapa efek yang merusak sistem serebrovaskular.

Oleh karena itu, salah satu cara untuk mencegah terjadinya penyakit jantung dan stroke adalah dengan berhenti merokok.

4. Jarang makan buah dan sayuran

Meskipun buah dan sayuran merupakan makanan yang enak untuk dikonsumsi, namun ternyata tidak semua orang menyukainya. Padahal, sebuah penelitian telah menemukan bahwa orang yang makan lebih dari lima porsi buah dan sayuran sehari memiliki risiko sekitar 20% lebih rendah dari penyakit jantung dan stroke dibanding orang yang makan kurang dari tiga porsi per hari. Alasannya adalah karena buah dan sayuran mengandung vitamin, mineral dan serat rendah kalori yang dapat membantu Anda mengendalikan berat badan dan tekanan darah.

Oleh karena itu, cobalah untuk menyukai dan mengkonsumsi buah dan sayuran untuk kesehatan jantung Anda yang lebih baik.

5. Sering makan snack asin

Makanan yang asin sering kali menggugah selera dan membuat ketagihan, termasuk junk food. Padahal konsumsi makanan asin berlebih dapat meningkatkan tekanan darah Anda, yang merupakan faktor risiko utama untuk terjadinya stroke, gagal ginjal, dan serangan jantung. Oleh karena itu, Anda harus memperhatikan asupan natrium Anda per hari. Sebagian besar dari kita harus menjaga asupan natrium di bawah 2.300 miligram per hari, atau 1.500 miligram bagi yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

10 Fakta Unik tentang Jantung Manusia

Tahukah Anda bahwa banyak serangan jantung terjadi di hari Senin pagi? Simak berbagai fakta jantung lainnya yang mungkin belum Anda tahu.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Jantung 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Perlukah Melakukan Medical Check Up secara Rutin?

Medical check up dapat membantu Anda mengetahui kondisi kesehatan yang dimiliki. Tes pemeriksaan apa saja yang biasa dilakukan dalam medical check up?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan, Tes Kesehatan A-Z 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenali Bahaya Efusi Perikardium, Saat Jantung ‘Terendam’ Air

Efusi perikardium adalah kondisi di mana terdapat penumpukan cairan di sekitar jantung. Apa saja gejalanya? Apakah efusi perikardium ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 7 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Klaudikasio

DefinisiApa itu klaudikasio? Claudication atau klaudikasio adalah nyeri yang timbul saat berolahraga. Klaudikasio biasanya merupakan gejala yang diakibatkan oleh adanya penyempitan arteri di tangan dan kaki menyempit ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 4 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya rokok, bahaya merokok bagi kesehatan, dampak rokok, efek rokok, berhenti merokok

Bahaya Merokok Terhadap Daya Tahan Tubuh Manusia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit
senam jantung sehat

Yuk, Ketahui Manfaat dan Gerakan Senam Jantung Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
ablasi jantung

Ablasi Jantung, Prosedur Medis untuk Mengatasi Detak Jantung yang Tidak Normal

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
cek jantung

Berbagai Metode Pemeriksaan untuk Cek Kesehatan Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 9 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit