home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Apa Sebenarnya Pengaruh Alkohol untuk Kesehatan Jantung?

Apa Sebenarnya Pengaruh Alkohol untuk Kesehatan Jantung?

Selain kebiasaan merokok yang berpengaruh pada jantung, kebiasaan lain yang perlu diwaspadai adalah minum alkohol secara berlebihan. Lantas, seperti apa pengaruh alkohol untuk kesehatan jantung? Haruskah Anda berhenti dari kebiasaan minum alkohol seperti halnya merokok? Cari tahu jawabannya berikut ini.

Apakah pengaruh alkohol untuk jantung?

Penyakit jantung (kardiovaskuler) masuk dalam daftar penyakit yang bisa menyebabkan kematian. Ini karena penyakit jantung memengaruhi jantung dan pembuluhnya yang bertugas untuk memompa dan mengalirkan darah kaya oksigen ke seluruh tubuh.

Jika organ tersebut tidak bekerja dengan baik, gejala penyakit jantung akan timbul, mulai dari nyeri dada hingga sesak napas. Tanpa pengobatan penyakit jantung, komplikasi seperti serangan jantung dan stroke dapat terjadi.

Terjadinya penyakit ini dikaitkan dengan gaya hidup yang buruk, seperti terlalu sering makan makanan berlemak, malas olahraga, dan merokok. Di samping itu, beberapa ahli kesehatan juga menyebutkan bahwa konsumsi alkohol berlebih juga bisa meningkatkan risikonya.

Rokok memberikan pengaruh buruk sepenuhnya untuk kesehatan jantung, namun ini sedikit berbeda dengan alkohol. Efek buruknya ini ternyata muncul jika alkohol diminum secara berlebihan.

Situs John Hopkins Medicine menyebutkan beberapa studi menunjukkan minum anggur merah dalam jumlah sedang dapat meningkatkan kadar kolesterol baik karena kandungan antioksidan di dalamnya. Itu artinya, ada efek baik dari konsumsi alkohol untuk kesehatan jantung.

Pengaruh buruk alkohol berlebihan untuk kesehatan jantung

Selain efek positif, alkohol juga memberikan efek negatif pada kesehatan jantung jika diminum berlebihan. Pertama, alkohol dapat meningkatkan tekanan darah jadi lebih tinggi. Pada orang yang punya hipertensi (tekanan darah tinggi), kenaikan tekanan darah bisa meningkatkan risiko gagal jantung atau stroke.

Kedua, alkohol juga bisa memengaruhi otot-otot jantung sehingga meningkatkan risiko kardiomiopati alkoholik, yakni kelainan otot jantung yang membuat jantung harus bekerja lebih keras.

Ketiga, minum alkohol berlebihan memungkinkan asupan kalori berlebihan. Hal ini bisa menyebabkan berat badan naik atau obesitas yang meningkatkan risiko penyakit jantung nantinya. Terakhir, alkohol juga bisa memicu jantung berdetak tidak beraturan.

Pada orang yang punya gangguan irama jantung (aritmia), alkohol bisa memperburuk kondisi yang dimiliki. Pengaruh buruk alkohol untuk kesehatan jantung ini akan muncul jika diminum melebihi batas asupan harian, yakni 59,1471 ml untuk bir dan 147.868 ml untuk wine.

Haruskah berhenti minum alkohol untuk menjaga kesehatan jantung?

Bagi orang yang sehat, minum alkohol boleh-boleh saja asal sesuai aturan. Tidak hanya sesuai batas asupan harian, tapi juga waktu minum alkohol. Anda tidak boleh minum alkohol ketika sedang stres, mengemudikan kendaraan, menggunakan obat-obatan lain, atau minum di malam hari menjelang waktu tidur.

Namun, bila Anda ingin sepenuhnya menerapkan gaya hidup sehat, konsumsi alkohol sebaiknya dihindari. Pasalnya, alkohol sama seperti rokok yang bisa menimbulkan kecanduan.

Jika diminum secara rutin, ada kemungkinan Anda minum melebihi batas yang dianjurkan. Sebagai contoh, ketika Anda sedang stres dan melampiaskan hal dengan minum alkohol berlebihan.

Di samping itu, pengaruh baik alkohol untuk kesehatan jantung juga bisa Anda dapatkan dengan cara lain yang lebih sehat. Anda bisa mengganti kebiasaan minum alkohol dengan makan buah segar atau minum jus buah tanpa gula. Anda bisa memilih jus buah yang baik untuk jantung karena kaya antioksidan, seperti anggur atau delima.

Jika Anda berniat membatasi atau berhenti dari kebiasaan ini, cobalah untuk mengurangi asupannya secara perlahan. Bila Anda mengalami kesulitan untuk terbebas dari alkohol, jangan ragu konsultasi ke dokter.

Sementara, pada pasien penyakit jantung kebiasaan minum alkohol juga sebaiknya dihentikan demi menjaga kesehatan jantung. Hal ini mengingat pengaruh alkohol yang tidak sepenuhnya baik untuk kesehatan jantung.

Tidak hanya efeknya pada tubuh, alkohol juga bisa mengganggu pengobatan penyakit jantung. Obat sakit jantung, seperti heparin dan warfarin dapat berinteraksi dengan zat-zat tertentu, termasuk alkohol.

Jika pasien penyakit jantung masih saja minum alkohol, obat sakit jantung yang diminum tidak bisa bekerja secara efektif. Akhirnya, pengobatan yang dilakukan akan sia-sia. Kemudian obat golongan statin jika diminum dengan alkohol bisa memicu kerusakan organ hati.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Alcohol and heart health: Separating fact from fiction. (n.d.). Johns Hopkins Medicine, based in Baltimore, Maryland. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/alcohol-and-heart-health-separating-fact-from-fiction [Accessed on June 5th, 2020]

Effects of alcohol on your heart. (2018, 5). British Heart Foundation – Beat heartbreak forever. https://www.bhf.org.uk/informationsupport/heart-matters-magazine/medical/effects-of-alcohol-on-your-heart [Accessed on June 5th, 2020]

Solan, M. (2018, July 5). Alcohol and heart health. Harvard Health Blog. https://www.health.harvard.edu/blog/alcohol-and-heart-health-2018070614199 [Accessed on June 5th, 2020]

Is drinking alcohol part of a healthy lifestyle? (n.d.). www.heart.org. https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/nutrition-basics/alcohol-and-heart-health [Accessed on June 5th, 2020]

Heart disease – Symptoms and causes. (2018, March 22). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-disease/symptoms-causes/syc-20353118 [Accessed on June 5th, 2020]


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 15/09/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri