Benarkah Lipatan Telinga Bisa Mendeteksi Risiko Penyakit Jantung?

Oleh

Anda berisiko tinggi terkena penyakit jantung jika Anda kelebihan berat badan atau merokok. Namun, apa yang dikatakan oleh daun telinga Anda mengenai penyakit jantung?

Jika daun telinga yang dianggap “normal” itu biasanya terlihat halus, ada beberapa orang yang memiliki lipatan daun telinga dengan lekukan yang terlihat seperti kerutan atau lipatan yang seolah-olah membelah lubang telinga menjadi. Surat terbuka yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine pada tahun 1973 melaporkan bahwa lipatan diagonal daun telinga (yang disebut ELC) merupakan indikator potensi penyakit arteri koroner (CAD). Lipatan ini kemudian disebut “tanda Frank,” karena penulis suratnya ialah Dr. Sanders T. Frank.

Apakah tanda kecil di telinga Anda memiliki hubungan dengan penyakit jantung?

Bagaimana lipatan telinga bisa menunjukkan penyakit jantung?

Para ilmuwan belum yakin bagaimana dua hal ini dapat saling berhubungan, tetapi ada beberapa teori. Degenerasi jaringan elastis di sekitar pembuluh darah kecil yang membawa darah ke telinga akan menghasilkan lipatan pada daun telinga. Ini menunjukkan jenis perubahan yang sama pada pembuluh darah terkait dengan CAD. Dengan kata lain, perubahan yang terlihat pada pembuluh darah kecil di telinga mengindikasikan perubahan yang sama pada pembuluh darah di sekitar jantung yang tidak terlihat.

Gangguan langka seperti sindrom Beckwith-Wiedemann, gangguan pertumbuhan berlebih pada anak, atau faktor genetika seperti ras serta bentuk daun telinga juga dapat menyebabkan lipatan ini. Jadi, apa yang harus Anda lakukan jika memiliki lipatan telinga?

Penelitian yang membenarkan risiko penyakit jantung pada pemilik lipatan telinga

Beberapa ilmuwan melihat adanya hubungan potensial antara lipatan daun telinga dan CAD. Beberapa penelitian menunjukkan adanya korelasi, sementara yang lain tidak.

Sebuah studi yang melibatkan 340 pasien dan diterbitkan pada tahun 1982 menemukan bahwa lipatan daun telinga menjadi tanda terkait dengan penuaan dan CAD. Lipatan ini menunjukkan adanya bentuk penyakit jantung parah pada mereka yang menunjukkan gejala. Lipatan daun telinga, menurut para peneliti, “dapat mengidentifikasi pasien yang rentan terhadap penuaan dini serta perkembangan awal penyakit arteri koroner, yang diprediksi dapat disembuhkan melalui langkah-langkah pencegahan awal”.

Penelitian lain yang dipublikasikan pada tahun 1989 mempelajari tubuh 300 pasien yang meninggal karena berbagai penyebab. Dalam penelitian ini, lipatan diagonal pada daun telinga dikaitkan dengan penyebab kematian akibat kardiovaskular. Para peneliti menulis, “Kami menemukan hubungan yang kuat antara lipatan daun telinga dan penyebab kematian kardiovaskular pada pria dan wanita setelah kontrol terhadap usia, tinggi badan, serta diabetes”.

Sebuah studi pada tahun 1991 pun menemukan hasil yang sama. Hal yang sama pun terdapat dalam penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2006 yang melaporkan bahwa lipatan telinga pada orang berusia kurang dari 40 tahun merupakan tanda CAD dalam 80% kasus. Dalam sebuah studi pada tahun 2012, sebanyak 430 pasien yang tidak memiliki riwayat CAD diperiksa lipatan telinganya dan kemudian menjalani scan CT untuk mengetahui CAD. Hasilnya, mereka yang memiliki lipatan telinga cenderung mengembangkan CAD.

Penelitian yang menentang

Penelitian lain menunjukkan hasil yang berbeda. Sebuah studi pada tahun 1980 menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara ELC dan CAD pada keturunan Indian. Hal ini menunjukkan bahwa “tanda Frank” mungkin tidak menunjukkan korelasi yang sama dalam kelompok etnis lain. Studi lain terhadap keturunan Jepang juga tidak menemukan korelasi. Penelitian telah menunjukkan bahwa tanda tersebut mungkin tidak terlalu tampak pada orang yang berisiko terhadap CAD, terutama diabetes.

Beberapa studi mengemukakan teorinya bahwa seiring penuaan manusia, jumlah lipatan daun telinga dan penyakit jantung akan sama-sama meningkat—terutama setelah mencapai usia 50 tahun ke atas. Ini tidak berarti ada kaitannya dengan hal lain. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Sekolah Media Universitas Massachusetts menyimpulkan bahwa lipatan daun telinga adalah fitur sederhana dari proses penuaan manusia.

Lalu apa artinya lipatan telinga?

Beberapa penelitian kini telah membentuk suatu hubungan antara lipatan daun telinga dan penyakit jantung, bahwa sesungguhnya hal ini cukup serius. Sebuah tinjauan dari seorang mahasiswa Sekolah Medis NYU pada tahun 2011 menyimpulkan bahwa ELC dapat memberikan prediks CAD lebih sering muncul ketimbang faktor risiko tradisional dan mungkin saja hal ini berguna untuk mengidentifikasi pasien dengan penyakit jantung.

Periksakan diri Anda ke dokter terlebih dahulu. Dokter biasanya akan menguji tekanan darah, kadar kolesterol, serta faktor risiko lainnya. Memperhitungkan segala sesuatu—termasuk telinga Anda—akan menciptakan gambaran risiko keseluruhan yang jelas dan membantu menentukan langkah apa saja yang dapat diambil untuk melindungi kesehatan jantung Anda.

Silakan konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki pertanyaan atau masalah.

BACA JUGA:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca