Waspada Gejala Serangan Jantung Mendadak

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 04/05/2020
Bagikan sekarang

Anda mungkin sering mendengar seseorang tiba-tiba terkena serangan jantung secara mendadak. Padahal, sebelumnya orang tersebut terlihat sehat dan bugar. Serangan jantung yang terjadi secara tiba-tiba dikenal sebagai silent heart attack. Kondisi ini biasanya tidak menimbulkan gejala sama sekali, atau ada gejala yang tidak disadari oleh orang yang mengalaminya. Lalu, apa saja gejala dari serangan jantung mendadak yang mungkin timbul? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Serangan jantung mendadak sering kali tidak disertai gejala

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, serangan jantung ini memang terkadang tidak disertai oleh gejala apapun. Sama seperti namanya, serangan jantung ini datang secara tiba-tiba, bahkan gejala yang muncul dari serangan jantung ini sering kali tidak disadari.

Namun, layaknya serangan jantung pada umumnya, serangan jantung mendadak juga disebabkan karena terjadi penyumbatan pada pembuluh darah arteri. Hal ini menyebabkan aliran darah menuju jantung terhambat, sehingga otot jantung pun menegang dan mengalami kerusakan.

Serangan jantung mendadak paling sering dialami oleh wanita atau pada orang yang menderita diabetes. Seringnya, para wanita yang mengalami serangan jantung ini merasakan gejala-gejala yang tidak menjurus ke kondisi tersebut.

Sebagai contoh, ada yang merasakan gangguan pencernaan, flu, atau para wanita ini merasa ada masalah pada otot bagian dada. Tidak hanya itu, ada pula yang merasakan sakit di rahang atau punggung dan lengan bagian atas.

Bahkan, ada pula yang merasakan kelelahan berkepanjangan. Namun, bagi wanita-wanita ini, kondisi tersebut tidak mengarah ke serangan jantung, sehingga tidak sedikit yang membiarkan kondisi tersebut.

Hanya saja, tidak menutup kemungkinan bahwa kondisi ini bisa saja dialami oleh semua orang tak terkecuali. Apalagi, sebenarnya, peluang wanita dan laki-laki mengalami serangan jantung mendadak sama besarnya.

Gejala serangan jantung mendadak yang sering tidak disadari

Ada beberapa gejala serangan jantung dadakan yang sering diabaikan oleh orang yang merasakannya. Mengapa? Pasalnya, gejala-gejala ini tergolong ringan jika dibandingkan dengan gejala serangan jantung biasa. Bahkan, gejala-gejala ini tidak mengarah kepada masalah jantung.

Tak heran jika banyak yang menyepelekan atau bahkan menyangka bahwa gejala tersebut adalah kondisi kesehatan lain. Apalagi, ada pula yang tidak merasakan gejala sama sekali. Maka itu, mulai sadari gejala-gejala serangan jantung dadakan seperti berikut ini.

1. Rasa tak nyaman pada bagian tubuh

Jika gejala serangan jantung biasanya ditunjukkan dengan rasa nyeri pada bagian dada, gejala dari serangan jantung mendadak sedikit berbeda. Alih-alih pada dada, orang yang mengalami kondisi ini akan merasa tak nyaman pada perut bagian atas, punggung atau pada rahang. Rasanya seolah Anda mengalami kram pada otot.

2. Napas terengah-engah

Gejala lain yang mungkin dialami oleh orang yang terkena serangan jantung mendadak adalah napas yang terengah-engah. Melansir Family Doctor, jika penderita mengalami napas seperti ini atau merasa kesulitan bernapas saat melakukan aktivitas ringan, bisa saja itu gejala dari serangan jantung yang satu ini.

3. Rasa panas pada bagian dada

Biasanya, gejala ini disalahpahami sebagai ciri GERD, masalah pencernaan, atau masalah asam lambung. Padahal, heartburn atau rasa panas pada bagian dada juga bisa menjadi gejala dari serangan jantung dadakan.

4. Rasa lelah

Merasa lelah setelah melakukan aktivitas yang berat itu wajar. Namun, jika Anda merasa lelah, sekujur tubuh rasanya tak nyaman bahkan hingga susah tidur, Anda patut curiga bahwa kondisi ini adalah gejala dari serangan jantung mendadak.

5. Kepala terasa begitu ringan

Jika Anda merasa mual, kepala terasa ringan, dan muncul keringat dingin, Anda mungkin sedang mengalami serangan jantung mendadak.

Tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung atau pergi ke rumah sakit terdekat untuk memeriksakan kesehatan Anda. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan pertolongan pertama untuk serangan jantung jika memang mengalami kondisi ini.

Kalau pada akhirnya Anda tidak divonis mengalami serangan jantung mendadak, setidaknya Anda tahu apa yang sedang terjadi pada tubuh Anda.

Faktor risiko mengalami serangan jantung mendadak

Pada dasarnya, faktor risiko penderita serangan jantung sama dengan faktor risiko serangan jantung biasa. Banyak faktor yang menyebabkan kejadian serangan jantung, tapi faktor risiko yang umum ditemukan adalah sebagai berikut. 

Mendeteksi serangan jantung mendadak

Saat Anda merasakan gejala serangan jantung mendadak seperti yang telah disebutkan di atas, segera periksakan diri ke dokter atau rumah sakit terdekat. Biasanya, kondisi ini dapat dideteksi dengan melakukan pemeriksaan medis secara rutin.

Jika dokter merasa Anda memang mengalami serangan jantung mendadak, Anda mungkin akan diminta untuk melakukan beberapa pemeriksaan, seperti electrocardigram (ECG). Alat ini adalah USG jantung, tujuannya untuk memonitor ritme dan detak jantung Anda.

Sementara itu, alat lain yang disebut sebagai echocardiografi berfungsi untuk melihat fungsi kerja jantung Anda, apakah bekerja dengan baik atau sebaliknya. Dokter mungkin juga akan melakukan MRI atau CT Scan.

Kedua pemeriksaan ini dilakukan untuk mencari tahu apakah terdapat kerusakan pada otot jantung Anda. Jika iya, bisa saja itu penyebab terjadinya serangan jantung mendadak ini.

Maka dari itu, untuk mencegah terjadinya serangan jantung dadakan, akan jauh lebih baik jika Anda mulai menerapkan pola hidup sehat. Di samping itu, jangan pernah menyepelekan gejala-gejala ringan yang mengganggu.

Mencegah terjadinya serangan jantung mendadak

Tujuan utama dari upaya pencegahan dari serangan jantung ini adalah demi menjaga jantung agar tetap sehat. Terlebih lagi, hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya serangan jantung lanjutan. Selain rutin kontrol ke dokter spesialis jantung, Anda juga perlu membiasakan diri untuk menerapkan gaya hidup sehat, seperti berikut.

1. Berhenti merokok

Ya, gaya hidup yang tidak sehat ini memang menjadi salah satu faktor risiko dari berbagai penyakit, termasuk serangan jantung. Belum lagi asap yang dihasilkan dari rokok  bisa terhirup oleh orang lain di sekitar Anda. Masalahnya, terlalu sering menghirup asap rokok juga meningkatkan risiko serangan jantung.

Daripada berbuat ‘jahat’ kepada diri sendiri dan orang lain, lebih baik segeralah untuk berhenti merokok. Dengan begitu, risiko Anda mengalami serangan jantung pun menurun. Di samping itu, Anda pun bisa menurunkan risiko dari berbagai penyakit lainnya.

2. Menganut pola makan sehat

Cara lain untuk mencegah terjadinya serangan jantung mendadak adalah membiasakan diri makan makanan sehat yang rendah lemak dan kolesterol. Pasalnya, makanan berlemak dan kaya akan kolesterol dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida di dalam darah. Keduanya dapat menyebabkan kadar kolesterol tinggi.

Jika kadar kolesterol tinggi di dalam darah, kolesterol itu akan membentuk plak-plak pada pembuluh darah arteri yang lama-lama akan menyebabkan terjadinya penyumbatan. Penyumbatan ini adalah penyebab utama dari serangan jantung. Demi mencegah terjadinya kondisi tersebut, kurangi makanan berlemak dan berkolesterol.

3. Rajin berolahraga

Rutin melakukan aktivitas fisik seperti olahraga akan sangat membantu Anda dalam menjaga tubuh agar sehat dan mengurangi kesempatan Anda mengalami beberapa kondisi kesehatan. Sebagai contoh, kadar kolesterol tinggi dan obesitas.

Kedua kondisi tersebut merupakan faktor risiko yang dapat meningkatkan kesempatan Anda mengalami serangan jantung. Maka itu, tak ada salahnya untuk rutin berolahraga, setidaknya lima kali dalam seminggu.

4. Mengontrol stres

Tidak semua orang pandai mengatasi rasa stres yang dimilikinya. Ada beberapa orang yang justru melakukan hal-hal yang meningkatkan risiko serangan jantung seperti makan terlalu banyak dan tidak melakukan aktivitas fisik sama sekali. Tentu hal ini dapat meningkatkan kadar kolesterol di dalam tubuh, meningkatkan kadar gula darah, hingga meningkatkan risiko obesitas.

Padahal, kadar kolesterol tinggi, diabetes, dan obesitas merupakan faktor-faktor risiko dari serangan jantung mendadak. Maka itu, jika Anda memiliki kecenderungan untuk melakukan hal-hal tersebut saat stres, lebih baik cobalah untuk selalu mengontrol stres yang Anda miliki.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 27/04/2020

7 Cara Cepat Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

Bau mulut adalah masalah yang umum terjadi selama puasa. Tenang saja, Anda bisa menghilangkan bau mulut saat puasa dengan cara alami berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Hari Raya, Ramadan 24/04/2020

Menyiasati Jadwal Minum Obat saat Puasa Ramadan

Puasa di bulan Ramadan wajib bagi umat muslim. Keharusan minum obat secara rutin bisa disiasati agar tetap bisa menjalankan puasa dengan tenang.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hari Raya, Ramadan 19/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit jantung boleh puasa

Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
sakit perut setelah buka puasa

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
maag saat puasa obat Omeprazole

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
tekanan darah tinggi saat puasa

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020