home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bagaimana Cara Membaca Hasil Tes EKG?

Bagaimana Cara Membaca Hasil Tes EKG?

Begitu merasakan gejala yang mengarah pada penyakit jantung, Anda tentu harus segera memeriksakan diri ke dokter. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah jantung Anda mengalami gangguan, salah satunya dengan tes elektrokardiogram. Lantas bila sudah menjalani tes EKG, bagaimana cara membaca hasilnya?

Apa itu tes EKG?

Elektrokardiogram adalah tes yang dilakukan untuk mengetahui aktivitas listrik otot jantung. Dengan kata lain, tes ini akan memperlihatkan normal atau tidaknya detak jantung seseorang.

Perlu diketahui, jantung terbagi menjadi bagian atas dan bagian bawah. Bagian atas yang disebut serambi atau atrium terdiri dari serambi kanan dan kiri. Sedangkan, bagian bawah jantung disebut bilik atau ventrikel. Sama seperti serambi, bilik juga terdiri dari bagian kanan dan kiri.

Sistem pompa darah dimulai dengan masuknya darah kotor yang mengandung karbondioksida ke serambi kanan jantung. Kemudian, darah mengalir ke bilik kanan untuk dipompa ke paru-paru. Sampai di paru-paru, karbondioksida yang ada dalam darah akan ditukar dengan oksigen.

Darah yang telah bersih dan mengandung oksigen kemudian dibawa masuk kembali ke jantung melalui pembuluh darah dan dipompa ke bilik kiri. Dari sinilah bilik kiri memompa darah ke seluruh tubuh.

Seluruh proses ini bisa berjalan berkat adanya impuls listrik jantung. Impuls listrik berasal dari sel-sel sinoatrial node (SA node) yang berada di serambi kanan. Sinyal ini menjalar ke sel-sel atrioventricular node (AV node), lalu mengalir di sepanjang jalur bernama bundle of His.

Nantinya, listrik merambat ke dalam dinding jantung bagian kanan dan kiri, membuat bilik jantung berkontraksi untuk memompa darah.

EKG dapat digunakan untuk mendeteksi masalah jantung seperti serangan jantung, gangguan fungsi listrik, dan gangguan lainnya. Biasanya tes elektrokardiogram dikombinasikan dengan tes ekokardiogram yang bertujuan untuk memeriksa kemampuan jantung dalam memompa darah.

Selama prosedur berlangsung, alat tempel bernama elektroda yang terhubung ke monitor akan dipasang di dada dan area sekitarnya. Kemudian, mesin mulai merekam aktivitas sinyal listrik yang membuat jantung Anda berdetak.

Komputer yang merekam informasi ini menampilkan garis-garis bergelombang pada monitor. Garis-garis tersebut lalu dicetak di atas kertas.

Bagaimana cara membaca tes EKG?

cara membaca EKG
Sumber: Bio Ninja

Setelah memahami sistem impuls listrik pada jantung, langkah selanjutnya adalah mengetahui komponen pada grafik EKG.

Terdapat beberapa komponen penting yang harus diperhatikan dalam hasil EKG, yakni:

  • gelombang P,
  • kompleks QRS,
  • gelombang T, dan
  • interval PR.

Gelombang P yang digambarkan dengan benjolan kecil menunjukkan depolarisasi atrium, di mana kedua bagian atrium jantung berkontraksi.

Kompleks QRS yang bentuknya serupa V terbalik menunjukkan depolarisasi saat ventrikel jantung berkontraksi.

Sedangkan gelombang T menunjukkan repolarisasi ventrikel, di mana ventrikel sedang dalam keadaan istirahat.

Anda juga harus mengetahui bagaimana cara menghitung kotak yang ada di kertas hasil EKG. Bila diperhatikan, latar dari pola grafik EKG terdiri dari garis-garis yang membentuk kotak-kotak kecil.

Garis ini akan membantu untuk mengetahui apakah pola grafik EKG normal atau tidak. Garis yang vertikal menandakan voltase atau tekanan listrik otot jantung dengan ukuran mV (millivolt). Sedangkan garis horizontal menandakan durasi.

Garis vertikal pada kotak kecil setara dengan 0,1 mV, durasinya sepanjang 0,04 detik. Sedangkan pada kotak yang besar tekanan listriknya setara dengan 0,5 mV dan durasinya setara dengan 0,2 detik.

Selanjutnya, Anda bisa membaca EKG dengan melihat bentuk gelombang P, mengukur interval PR, dan mengukur kompleks QRS.

Pada hasil EKG yang normal, gelombang P harus terlihat jelas dengan benjolan ke atas. Bila gelombang P tidak muncul atau berbentuk terbalik, hal ini bisa menandakan adanya bentuk aritmia seperti ritme junctional.

Langkah berikutnya adalah mengukur interval PR yang terbentang dari awal gelombang P sampai awal kompleks QRS. Interval PR menandakan jarak waktu dari kontraksi atrium ke kontraksi ventrikel jantung.

Caranya, hitung jumlah kotak yang dilewati oleh garis interval, lalu dikalikan 0,04 detik. EKG jantung yang normal berkisar di antara 0,12 sampai 0,20 detik. Bila waktunya lebih dari 0,20 detik, maka terdapat kemungkinan adanya aritmia yang disebabkan oleh aliran listrik jantung yang tersumbat.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Analisis dokter tetap dibutuhkan

Meski telah mengetahui dasar-dasar membaca EKG, Anda sebaiknya tidak melakukan diagnosis berdasarkan hasil pembacaan sendiri. Analisis dari dokter tetap dibutuhkan untuk benar-benar mengetahui kondisi Anda.

Ketika menjalani prosedur, biasanya Anda tidak memerlukan persiapan khusus. Anda cukup datang ke rumah sakit sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Kemudian setelahnya, Anda bisa langsung pulang.

Bila hasil EKG normal, Anda mungkin tidak perlu melakukan tes tambahan. Lain halnya bila hasil EKG menunjukkan kelainan, biasanya tes EKG perlu diulangi ditambah dengan tes jantung lainnya seperti echocardiogram.

Perlukah tes EKG secara berkala?

Anda tidak perlu menjalani tes EKG bila tidak memiliki faktor risiko penyakit jantung atau mengalami gejala yang mengarah pada kemungkinan penyakit jantung.

Tes EKG baru diperlukan bila Anda termasuk ke dalam kelompok yang berisiko, misalnya memiliki tekanan darah tinggi atau mengalami gejala berupa nyeri dada, sesak napas, dan detak jantung tidak teratur.

Terkadang tes EKG juga dilakukan untuk keperluan persyaratan pekerjaan atau tujuan skrining bila memiliki riwayat pribadi atau keluarga yang mengalami penyakit jantung serta diabetes.

Untuk mengetahui apakah Anda termasuk berisiko, lebih baik pastikan kembali kondisi Anda dengan dokter. Dokter nantinya akan memberikan solusi mengenai pemeriksaan atau pengobatan tertentu yang harus Anda jalani.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Characteristics of Normal ECG. (n.d.). ECG Learning Center. Retrieved 3 September 2021, from https://ecg.utah.edu/lesson/3

How To Read An Electrocardiogram. (n.d.). Nurse.org. Retrieved 3 September 2021, from https://nurse.org/articles/how-to-read-an-ECG-or-EKG-electrocardiogram/

Basic Cardiac-Rhythms – Identification and Response. (n.d.). The University of Toledo Medical Center. Retrieved 3 September 2021, from https://utmc.utoledo.edu/depts/nursing/pdfs/Basic%20EKG%20Refresher.pdf

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 5 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x