Mengenal Penyakit Jantung dan Cara Menjaga Kesehatannya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Jantung  merupakan salah satu organ tubuh yang paling penting. Maka, Anda harus menjaga dengan baik organ vital ini, supaya kesehatan tubuh secara keseluruhan juga baik. Sayangnya, tidak banyak yang mengetahui, bahwa penyakit ini bisa menyerang siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Gejala penyakit jantung tidak dapat didiagnosis dengan pasti oleh dokter.

Tak jarang, penyakit ini sering disebut sebagai “silent killer”, karena Anda tidak tahu kapan terjadi, apa rasa gejalanya, dan bahkan bisa terjadi begitu saja hingga fatal akibatnya. Maka dari itu, penting untuk mengetahui bagaimana cara organ penting tubuh bekerja, apa saja jenis penyakitnya, dan bagaimana menjaga dan mencegah kondisi fatal ini terjadi. Mari simak pembahasan lengkap di bawah ini.

Apa fungsi jantung?

Menurut Dr. Lawrence Phillips, seorang ahli jantung di NYU Langone Medical Center, jantung merupakan organ tubuh yang bekerja dengan memompa darah ke seluruh tubuh melalui sistem peredaran darah.

Selain itu, organ tubuh penting ini juga bekerja untuk memasok oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh lainnya. Jantung juga berperan untuk menghilangkan racun karbon dioksida dan kotoran lainnya di dalam tubuh.

Jika organ vital pemasok darah ke seluruh tubuh Anda ini bermasalah ia tidak akan mampu memasok darah ke organ tubuh lainnya, maka jaringan tubuh akan ‘kelaparan’ dan akhirnya mati. Tentu hal ini menimbulkan dampak yang fatal bagi kesehatan.

Apa saja jenis penyakit yang bisa menyerang jantung?

Sebenarnya, ada banyak penyakit yang bisa dialami jantung, seperti serangan jantung, penyakit jantung koroner, dan gagal jantung. Penyakit jantung koroner adalah jenis penyakit jantung yang paling sering terjadi. Kondisi ini merupakan hasil dari penumpukan plak di dalam arteri, yang menghambat aliran darah  serta meningkatkan risiko komplikasi lainnya. Bentuk penyakit jantung lainnya meliputi:

  • Detak jantung berdebar tidak teratur (aritmia)
  • Cacat jantung bawaan
  • Otot jantung lemah (kardiomiopati)
  • Masalah katup jantung
  • Infeksi
  • Penyakit kardiovaskular

Apa saja gejala yang dirasakan jika mengalami penyakit jantung?

Gejala penyakit ini sebetulnya bervariasi, dan  tergantung pada kondisi tertentu. Misalnya, bila Anda memiliki aritmia, gejalanya antara lain:

  • Detak jantung berdebar cepat atau lambat
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Nyeri dada
  • Sesak napas

Gejala cacat jantung bawaan juga meliputi perubahan warna kulit, seperti warna kebiruan atau pucat. Anda juga dapat melihat pembengkakan kaki dan perut. Anda menjadi mudah lelah atau sesak napas sesaat setelah melakukan aktivitas fisik.

Jika Anda memiliki otot jantung yang lemah, aktivitas fisik dapat menyebabkan kelelahan dan sesak napas. Pusing dan pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki juga biasanya disertai kardiomiopati. Tanda

Mengenal penyakit jantung koroner yang berbahaya

penyakit katup jantung

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah kondisi di mana plak menumpuk di dalam dinding arteri koroner (pembuluh yang mengalirkan darah menuju otot jantung). Plak ini perlahan dapat menghambat arteri jantung, atau mendadak pecah, yang menyebabkan penghambatan lebih akut lagi.

Karena otot jantung membutuhkan persediaan oksigen dan nutrisi berkelanjutan untuk bertahan hidup, penghambatan arteri koroner dengan cepat mengakibatkan masalah serius hingga fatal akibatnya. Berikut merupakan ciri penyakit jantung koroner:

1. Nyeri dada (angina)

Angina adalah nyeri dada yang terjadi ketika area otot jantung tidak mendapatkan cukup oksigen. Angina akan terasa seperti rasa menekan pada dada, yang biasanya akan dirasakan ketika Anda terlalu banyak beraktivitas.

Selain pada dada, rasa nyerinya juga bisa menjalar ke bahu, lengan, leher, rahang, atau punggung. Menurut American Heart Association, wanita cenderung melaporkan serangan jantung yang menyebabkan rasa sakit secara khusus di perut bagian bawah dan bagian bawah dada.

Namun perlu diingat juga, tidak semua nyeri dada adalah gejala penyakit jantung koroner. Nyeri dada akibat angina juga dapat disertai oleh gejala lainnya, seperti keringat dingin.

2. Keringat dingin dan mual

Ketika pembuluh darah menyempit, otot-otot jantung akan kekurangan oksigen sehingga menyebabkan suatu kondisi yang disebut iskemia. Kondisi ini akan memicu keluarnya keringat berlebih, yang kemudian muncul sebagai sensasi keringat dingin. Di sisi lain, iskemia juga dapat memicu reaksi mual dan muntah.

3. Sesak napas

Jantung yang tidak berfungsi normal akan berimbas pada kelancaran pernapasan penderitanya, sehingga membuat Anda rentan mengalami sesak napas. Sesak napas biasanya terjadi bersamaan dengan nyeri dada hebat.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk serangan jantung?

Dokter Anda akan mendiagnosis serangan jantung berdasarkan tanda-tanda dan gejala, riwayat kesehatan Anda dan keluarga, dan hasil pemeriksaan. Pemeriksaan diagnosis yang dokter gunakan dapat mencangkup:

1. EKG (Electrocardiogram)

Sebelum dokter meresepkan obat jantung dan perawatan lainnya, Anda bisa melakukan EKG. EKG dapat menunjukkan tanda-tanda dari kerusakan jantung yang disebabkan masalah jantung koroner, serta tanda-tanda serangan pada organ penting tubuh ini yang telah atau sedang terjadi.

2. Pemeriksaan darah

Saat terjadi serangan sel otot pada jantung akan mati dan mengeluarkan protein ke aliran darah. Pemeriksaan darah dapat mengukur jumlah protein di aliran darah. Jumlah yang lebih tinggi dari kadar normal diperkirakan sebagai serangan pada organ kardiovaskular ini

3. Coronary Angiography

Dokter akan memasukkan pipa yang tipis dan fleksibel (catheter) ke dalam pembuluh darah di lengan, paha atas, atau leher. Pipa ini kemudian diarahkan ke arteri koroner yang kemudian melepaskan pewarna di aliran darah. X-ray khusus diambil saat pewarna mengalir melalui arteri koroner. Pewarnaan membantu dokter mempelajari aliran darah dan pembuluh darah agar penyumbatan pada organ vital di tubuh ini dapat ditemukan.

Apa saja obat yang disarankan untuk penyakit jantung koroner?

aturan minum obat

Pengobatan untuk penyakit jantung koroner bertujuan untuk menyelamatkan otot jantung sebanyak mungkin. Pilihan dari pengobatan tergantung berapa lama sejak serangan jantung dimulai dan ketersediaan prosedur khusus di rumah sakit Anda. Untuk menyelamatkan otot jantung sebanyak mungkin, obat jantung akan diberikan untuk memperbaiki sirkulasi dan mengurai darah yang menggumpal di arteri.

Sebagai tambahan, dokter dapat menggunakan prosedur yang disebut dengan Coronary Angioplasty. Dalam prosedur ini, dokter memasukkan pipa tipis yang panjang (catheter) ke dalam arteri yang biasanya di kaki atau paha mengarah ke organ vital tubuh ini untuk mengamati semua arteri koroner.

Catheter dilengkapi dengan balon spesial yang dirancang untuk membuka arteri yang tersumbat. Setelah itu, logam mesh dapat dimasukkan ke dalam arteri untuk jangka waktu yang lama. Obat jantung dapat juga digunakan untuk mencegah penyumbatan di lain waktu.

Dokter mungkin menyarankan Anda menggunakan obat jantung lain untuk mengurangi rasa sakit dan tekanan darah, sedangkan oksigen akan membantu pernapasan Anda. Obat-obatan lain seperti aspirin dan penurun kolesterol (statins) mungkin akan dianjurkan.

Mencoba meditasi

Studi telah menunjukkan bahwa meditasi harian mampu mengurangi stres dan menurunkan tekanan darah. Stres dan tekanan darah tinggi adalah faktor risiko penyakit arteri koroner dan serangan mematikan pada organ kardiovaskular Anda. Ada berbagai bentuk meditasi, termasuk:

  • Meditasi terpandu
  • Meditasi mantra
  • Meditasi kesadaran
  • Qigong
  • Tai chi
  • Yoga

Meditasi apapun mungkin bermanfaat. Tidak perlu mengikuti bentuk meditasi apapun di atas. Anda boleh hanya duduk dengan nyaman, menutup kedua mata Anda, dan mengulangi satu kata atau frase selama kurang lebih 20 menit. Hal ini untuk menenangkan pikiran dan membiarkan pikiran dan tubuh terhubung dan rileks.

Memerhatikan asupan nutrisi

Diet sehat adalah hal penting untuk menjaga kesehatan organ vital pemasok darah ini. Selain penting untuk dilakukan, ini juga berfungsi untuk mencegah penyakit arteri koroner.Banyak studi memeriksa peran makanan dan jamu tertentu pada kesehatan organ vital Anda ini.

Pada umumnya, mempertahankan diet sehat kaya buah-buahan, sayur-sayuran, gandum utuh, dan protein adalah cara efektif untuk mempertahankan organ vital pemasok darah ini agar tetap sehat. Jauhi makanan olahan serta makanan tinggi lemak dan gula.

Anda disarankan makan asam lemak omega-3 setidaknya dua kali seminggu. Jenis lemak ini mungkin mengurangi risiko penyakit ini. Lemak ini ditemukan dalam ikan berlemak yang hidup di air dingin macam salmon, herring, sarden, dan makarel. Sampai 90 persen penduduk Amerika tidak mendapatkan cukup asam lemak omega-3 dari makanan mereka. Suplemen mungkin membantu memberikan cukup asupan omega-3.

Suplemen asam lemak omega-3 hanya harus diminum dengan pengawasan dokter. Dosis tinggi dapat menyebabkan perdarahan. Gunakan dengan hati-hati jika Anda mengalami kelainan darah, mudah memar, atau sedang minum obat yang mengganggu penggumpalan darah misalnya warfarin atau aspirin.

berolahraga saat puasa

Bagaimana menjaga fungsi jantung agar tetap sehat?

1. Olahraga

Olahraga merupakan salah satu kegiatan penting dan wajib dilakukan jika Anda memang ini mendapatkan kebugaran dan kesehatan tubuh yang maksimal. Anda dapat melakukan aktivitas fisik apapun yang meningkatkan detak jantung berdebar selama setidaknya 30 menit, atau bahkan 20 menit jika intensitas detak jantung berdebar tinggi atau cepat. Idealnya, lakukan aktivitas fisik atau olahraga 5 hari dalam seminggu dengan durasi sekitar 30 menit.

Anda bisa melakukan jenis olahraga seperti berlari, bersepeda, mendayung, atau sekadar membersihkan rumah. Jika Anda tak biasa berolahraga, cek dulu dengan dokter untuk melihat apakah ada batasan tentang apa yang boleh dan tak boleh Anda lakukan agar kondisi kesehatan organ penting di tubuh Anda tidak semakin parah.

2. Tetap aktif sepanjang hari

Olahraga saja tidak cukup sebetulnya. Anda dituntut harus aktif menggerakan seluruh anggota tubuh untuk tetap sehat. Saat Anda berada di kantor, jadwalkan istirahat pendek untuk bangkit, gerakkan kaki dan tangan Anda, agar organ vital pemasok darah Anda bisa aktif berdetak.

Dr. Montgomery, ahli penyakit kardiovaskular menyarankan bagi Anda untuk melakukan panggilan telepon dan mengecek email sambil berdiri. Anda juga bisa menukar kursi kantor dengan bola keseimbangan seperti yang biasa dipakai latihan Pilates guna melatih otot-otot  dan peredaran di tubuh tetap aktif bergerak selama Anda duduk.

Jika Anda rutin mengecek media sosial di ponsel saat sedang istirahat, berdirilah dan berjalan-jalan sambil melakukannya. Karena

3. Makanlah seperti orang zaman dulu

Dr. Montgomery juga menyarankan untuk makan makanan sehat layaknya orang zaman purba dahulu. Mereka hanya mengasup makanan seperti buah dan sayuran. Berikut makanan yang bisa menjaga dan menyehatkan organ kardiovaskular :

  • whole grains seperti beras merah dan karbohidrat kompleks lainnya
  • kacang- kacangan dan biji-bijian
  • Penting untuk tidak merusak atau menghilangkan kandungan nutrisi sumber makanan tersebut dengan menggoreng atau melapisi mereka dengan mentega atau keju. Ini malah akan meningkatan kolesterol “jahat” (LDL) yang menyumbat pembuluh darah.
  • Anda juga masih bisa makan daging, tapi batasi jumlahnya dan hindari potongan yang berlemak.

Dr. Montgomery menyarankan untuk makan lebih sedikit daging merah dan lebih banyak daging tak berlemak (termasuk ikan) sebagai cara terbaik untuk mengoptimalkan kesehatan organ vital tubuh Anda.

4. Berhenti merokok rokok apapun

Anda mungkin tahu bahwa merokok apapun (tembakau ataupun elektrik) dapat membuat Anda lebih mungkin terkena masalah atau penyakit pada organ kardiovaskular.  Sebagai gantinya, Anda bisa mengasup beberapa camilan sehat seperti kacang kedelai, almond, atau buah-buahan kering rendah gula untuk lebih sehatnya.

5. Belajar lebih santai

Dr. Montgomery mengatakan, bila Anda terserang penyakit ini, bukanlah karena Anda mengalami stress. Ini hanya persoalan bagaiaman Anda merespon masalah yang membuat Anda stress tersebut. Jalani tiap masalah dengan santai.

Saat Anda sedang berada di bawah tekanan, tubuh memproduksi adrenalin yang akan membuat organ vital Anda ini dapat bekerja lebih keras. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan berlari di atas treadmill atau berlatih yoga. Olahraga akan melatih tubuh untuk menangani stress.

Jika stress Anda sudah dirasa berlebihan, bicaralah pada seseorang, baik orang terdekat maupun konselor profesional.

6. Istirahat

Tidur adalah saat untuk tubuh kita me-restart dan memulihkan diri. Ini penting bagi semua aspek kesehatan, bukan hanya organ vital pemasok darah Anda saja, ya.

Saat Anda tidur, tekanan darah dan detak jantung berderbar melambat. Ini memberi organ tubuh penting Anda ini mendapat waktu istirahat yang sangat ia butuhkan. Tanpa istirahat, Anda akan merasa stress dan mengidam makanan berkalori tinggi yang tidak baik untuk kesehatan

Maka jadikan tidur dan istirahat sebagai prioritas Anda sebelum Anda siap memulai hari yang baru.

Sumber