Dari Tas Berat Sampai Permen Karet, Ini 14 Penyebab Sakit Kepala yang Tidak Anda Duga

Oleh

Tahukah Anda bahwa tidak hanya demam, flu, dan stress yang dapat menyebabkan sakit kepala? Mungkin Anda pernah mengalami pusing tanpa tahu penyebabnya. Sebenarnya, ada lebih dari 10 macam faktor penyebab sakit kepala. Apa saja?

1. Bersantai setelah stres

Ketika Anda beraktivitas selama kurang lebih 10 jam dari hari Senin hingga Jumat, Anda merasa badan Anda sehat, namun setelah beristirahat pada hari Sabtu Anda mengalami sakit kepala yang tak tertahankan. Kenapa bisa begitu? Hal itu disebabkan oleh hormon stress, akibat ketegangan yang dialami dari hari Senin-Jumat tiba-tiba menurun. Hal tersebut memicu pelepasan cepat neurotransmitter (pembawa sinyal kimia ke otak) yang menyebabkan pembuluh darah yang sempit tiba-tiba membesar. Itulah yang menyebabkan rasa sakit pada kepala Anda.

2. Memendam amarah

Ketika Anda marah, otot-otot di belakang leher dan kulit kepala akan menegang. Hal itu akan menyebabkan sensasi pada kepala seperti memakai ikatan kepala yang sangat ketat. Ini adalah tanda sakit kepala saat otot menegang.

3. Menggunakan parfum

Bagi sebagian orang, wangi harum tidak memiliki efek negatif. Namun bagi orang yang memiliki reaksi yang buruk terhadap suara, cahaya, dan bau, aroma parfum yang menyengat dan bau menyengat lainnya seperti pewangi pada alat-alat rumah tangga dapat menyebabkan sakit kepala.

4. Mengunyah permen karet

Gerakan mengunyah yang berulang dapat menyebabkan sakit kepala. Namun, yang lebih mengejutkan, bahan utama permen karet, seperti aspartam, dapat menyebabkan sakit kepala mendadak. Pemanis buatan ini banyak ditemukan dalam permen karet populer yang bebas gula. Bahan ini juga dapat memicu berbagai masalah kesehatan yang serius. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam memilih permen karet.

5. Berhadapan dengan cahaya

Jika Anda menghabiskan sebagian besar waktu Anda di depan layar komputer, di bawah penerangan lampu neon, ataupun di bawah sinar matahari, pantulan sinarnya dapat mempengaruhi sel-sel tertentu pada mata yang akan memicu sakit kepala.

6. Terkena cuaca buruk

Jika Anda rentan untuk mendapatkan sakit kepala, maka kelembapan tinggi, peningkatan suhu, dan hujan deras serta badai juga dapat menyebabkan Anda sakit kepala. Perubahan tekanan yang menyebabkan perubahan cuaca diduga memicu perubahan senyawa kimia dan senyawa elektrik di dalam otak, dan dapat mengganggu saraf yang mengarah ke sakit kepala.

7.  Berhubungan seksual

Banyak pria dan wanita mengalami sakit kepala saat berada pada puncak gairah. Dokter berpikir bahwa sakit kepala seksual disebabkan oleh adanya tekanan pada kepala dan otot leher. Sakit kepala seksual dapat terjadi selama foreplay atau sesaat dan sebelum orgasme. Hal tersebut dapat berlangsung selama beberpa menit hingga 1 jam.

8. Mengonsumsi makanan tertentu

Keju, kalkun, dan cokelat hitam (dark chocolate) memungkinkan untuk menyebabkan sakit kepala. Seluruh makanan tersebut mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan migrain. Makanan lain seperti daging olahan dan ikan juga bisa menyebabkan sakit kepala.

9. Berbicara di telepon dengan cara yang salah

Menahan telepon di antara telinga dan bahu untuk percakapan yang berlangsung lama dapat memberikan ketegangan pada leher Anda yang mengakibatkan sakit kepala. Gunakan headset atau earphone bila memungkinkan.

10. Berolahraga tanpa pemanasan

Pemanasan sebelum berolahraga tidak hanya membantu melindungi otot Anda, namun juga memberikan kesempatan pada otak untuk menyesuaikan diri terhadap meningkatnya adrenalin. Menghindari sakit kepala dengan meregangkan tubuh selama 5-10 menit dapat menjadi solusi yang tepat.

11. Makan es krim

Jika Anda pernah merasakan rasa sakit yang menusuk pada dahi Anda ketika memakan es krim, maka Anda sensitif terhadap makanan dingin. Sakit kepala dapat terjadi karena bahan dingin yang bergerak di langit-langit mulut dan belakang tenggorokan Anda. Selain es krim, makanan dan minuman dingin lainnya dapat menyebabkan efek yang sama.

12. Postur tubuh yang buruk

Postur tubuh yang buruk dapat menyebabkan ketegangan di punggung bagian atas, leher, dan bahu yang dapat menyebabkan sakit kepala. Biasanya gejala berupa nyeri di dasar tengkorak.

13. Memiliki berat badan berlebih

Para peneliti dari Johns Hopkins University School of Medicine menemukan bahwa seseorang yang memiliki obesitas mengalami sakit kepala 2 kali lebih banyak dari orang yang memiliki berat badan yang sehat.

14. Tas Anda terlalu berat

Jika berat tas yang Anda pikul melebihi 4 kg, ini dapat meningkatkan ketegangan pada leher dan menyebabkan sakit kepala. Meringankan beban dalam tas atau membagi dua beban akan menjadi solusi yang efektif.

BACA JUGA:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca